Planet Earth 35: NYC after midnight


New York City never sleeps … especially at the Times Square. Times Square is a major commercial intersection and a neighborhood in Midtown Manhattan, New York City, at the junction of Broadway (now converted into a pedestrian plaza) and Seventh Avenue and stretching from West 42nd to West 47th Streets. Times Square – iconized as “The Crossroads of the World”.

SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC

Ditulis pada Architecture, Culture, Photography, Planet Earth, Travel | Di-tag , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan Komentar

Planet Earth 34: The sky has been limited in New York City


Common expression is ‘the sky is the limit’; but in New York City, view to the sky has been limited by so many high-rise buildings …

SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC

Ditulis pada Architecture, Photography, Planet Earth, Travel | Di-tag , , , , , , , , , , | Tinggalkan Komentar

Indonesia 50: Flora & Fauna Pesisir Raja Ampat


Selain ikan dan karang di laut Kepulauan Raja Ampat, flora dan fauna yang paling umum dijumpai di pantai/pesisir Raja Ampat adalah tumbuhan bakau, umang-umang, kepiting pasir, dan burung laut.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Ditulis pada Flora & Fauna, Indonesia, Photography, Travel, Uncategorized | Di-tag , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan Komentar

Indonesia 49: Potret Kehidupan Masyarakat Raja Ampat


Setiap pagi mentari setia menyapa dengan penuh kehangatan.
Para lelaki pergi memancing di laut.
Ibu-ibu menanti di rumah.
Anak-anak bermain perahu atau di dermaga.
Dalam kondisi keterbatasan (dan mahalnya ongkos transportasi),
pedagang pro-aktif mendatangi kampung-kampung menggelar dagangannya.
Ikan tangkapan dijual ke pedagang pengumpul yang mempunyai jaring apung.
Turis asing berdatangan menikmati indahnya alam mereka, alam bawah laut utamanya,
dengan kapal-kapal indah.
Namun kehidupan masyarakat Raja Ampat tak banyak berubah.
Tetap hidup sederhana ….

SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC

Ditulis pada Culture, Indonesia, People, Photography, Travel | Di-tag , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan Komentar

Sisipan 18: Bersama Mahasiswa Double Degree Program UNSRI-Mie University


2013 Double Degree Students

Christine Setiani Gulo, Mirfat, Kurnia Lestari, Galih Yogi Rahajeng, Julie Vika (dari PNG), dan Lazarus Dawa (dari PNG). Neti Herawati tidak tampak pada foto.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Indonesia 48: Fishes and Coral Reef at Raja Ampat Marine Protected Areas


To be honest, I never see so many fishes and so beautiful corals as I saw in Raja Ampat Islands of Indonesia. All of these photos were capture at this paradise on planet earth. You should visit this paradise, but make sure that you also help to conserve this marine ecosystem. This is ours, the citizen of this planet.

Ikan 1

Ikan 2

Ikan 4

Ikan 6

Karang 1

Karang 2

Karang 3

Karang 4

Ditulis pada Uncategorized, Photography, Travel, Indonesia, Flora & Fauna | Di-tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan Komentar

Sisipan 17: Bersama Prof Otto Scharmer


????????

Prof Otto Scharmer adalah dosen pada MIT Sloan School of Management. Sejak awal tahun 2000-an, Prof Scharmer mengembangkan ‘Theory U’ bersama-sama dengan koleganya di MIT, yakni Peter Senge, Joseph Jaworski dan Betty Sue Flowers. Teori ini diilhami oleh materi kuliah yang diajarkan oleh Dr. Glasl di Witten/Herdecke University dimana Prof Scharmer pada waktu itu sedang menempuh pendidikan S3-nya. Teori ini merupakan teori proses pembelajaran dan manajemen yang dapat dimanfaatkan oleh para pemimpin, birokrat, atau manajer bisnis dalam mengikis prilaku tidak produktif yang mungkin dimiliki oleh individu pemimpin, birokrat, dan manajer itu sendiri.

Ditulis pada Sisipan | Di-tag , , , , , , , , | 1 Komentar

Paper 27: Technopreneurship as a Strategic Mechanism for Commercializing University-created Technologies


Higher education institution (HEI) is no longer just a social institution for educating high school graduates, advancing knowledge, and improving skills of human resources. Currently, the HEI is also expected to conduct research and develop technology for directly contributing to economic development. In doing so, in many developed countries, HEI is allowed to create spin-off companies or to receive royalty from its developed technologies which are used by business enterprises for commercial purposes.

Commercialization of technology (and expertise) has become part of HEI activities in developed countries. However, in many developing countries, faculty members and university administrators are still reluctant to involve in commercialization activities …

Full paper can be downloaded here

Ditulis pada Article, Conference Paper | Di-tag , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan Komentar

Planet Earth 33: Harvard University Campus at Cambridge MA, US


Kalo dilihat dari bangunan fisik gedung-gedung yang ada di kampus Universitas Harvard, kayaknya hanya beda-beda tipis dengan kampus perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Bedanya hanya karakteristik arsitektur bangunannya, karena bangunan Universitas Harvard dibangun lebih dari seabad yang lalu. Luas kawasan kampusnya juga tidak lebih luas dari lahan yang dikelola perguruan tinggi di Indonesia. Lalu apa yang berbeda?

Yang berbeda adalah fasilitas riset, intensitas kegiatan riset, dan dedikasi dan kualitas kolektif sivitas akademika. Hal ini tercermin dari produktivitas ilmiahnya (jumlah publikasi, paten, lisensi) dan kualitas dan kemanfaatan hasil-hasil risetnya.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Ditulis pada Architecture, Photography, Planet Earth, Travel, Uncategorized | Di-tag , , , , , , , , , , | 3 Komentar

Sisipan 16: Bersama Prof Peter Senge


SONY DSC

Profesor Peter Senge adalah penulis buku “The Fifth Discipline” yang dijadikan referensi penting pada Diklatpim di LAN dan juga pada berbagai diklat kepemimpinan lainnya. Foto ini diambil pada bulan April 2013, di Sloan School of Management, MIT, Cambridge, Massachusetts, USA.

Ingat pembedaan ‘symptomatical problem’ dan ‘fundamental problem’, ingat Peter Senge …

Ditulis pada People, Photography, Sisipan | Di-tag , , , | Tinggalkan Komentar