Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Jajak Pendapat 01: Prioritas Pembenahan Agar Teknologi Lebih Bermanfaat

Jajak Pendapat 01: Prioritas Pembenahan Agar Teknologi Lebih Bermanfaat


… Ada dilema yang sampai saat ini masih menjadi topik bahasan, baik di kalangan akademisi/peneliti, dunia bisnis/industri, pembuat kebijakan di pemerintahan, maupun di kalangan masyarakat luas, yakni:

Di satu sisi, teknologi domestik belum signifikan dirasakan berkontribusi terhadap kemajuan pembangunan nasional apalagi secara langsung terhadap upaya penyejahteraan rakyat (yang menjadi amanah konstitusi); sedangkan di sisi lainnya, para pengembang teknologi (akademisi di perguruan tinggi dan para peneliti di lembaga litbang) merasa bahwa alokasi anggaran pemerintah untuk mendukung aktivitas riset masih sangat terbatas.

Kedua fakta ini benar adanya. Persoalannya adalah mana yang perlu lebih dahulu dibenahi: meningkatkan kemanfaatan hasil riset nasional atau meningkatkan anggaran riset? Pilihan pertama sulit dilakukan tanpa dukungan anggaran yang memadai; sebaliknya juga pilihan kedua sulit dipenuhi selama para penentu alokasi anggaran negara masih belum percaya bahwa teknologi dalam negeri akan bermanfaat bagi pembangunan nasional …

Jajak pendapat ini mencoba menghimpun pendapat dari semua pihak tentang apa yang perlu diprioritaskan untuk dilakukan agar teknologi nasional lebih bermanfaat bagi dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.

Mohon partisipasinya. Terima kasih sebelumnya atas partisipasinya untuk ikut memberikan pendapatnya melalui jajak pendapat ini ….

Iklan

12 Komentar

  1. Sri Chandra Yasmina berkata:

    Pak Benyamin Lakitan, saya mengapresiasi jejak pendapat seperti ini, semoga sedikit demi sedikit terkuaklah tabir yang menyebakan ketidak selarasan riset dan aplkasinya. Bravo bro…

  2. hilmynur berkata:

    Efisiensi dan kefektivitasanlah yang harus dibagi secara proporsional

  3. blakitan berkata:

    Terima kasihBang Hilmy atas masukannya. Dengan anggaran riset nasional yang sangat terbatas (<1% GDP), tentu penggunaan anggaran secara efektif (terfokus pada isu-isu aktual, sehingga teknologi yang dihasilkan bermanfaat) dan dikelola secara efisien (termasuk mencegah terjadinya duplikasi riset) merupakan dua hal yang sangat penting mendapat perhatian.

    • hilmynur berkata:

      Adalah hal yang bagus dalam peningkatan taraf pendidikan melalui berbagai riset yang pada akhirnya diberikan pada pemerintahan. Agar mereka para koruptor atau Dpr sadar tentang apa yang terjadi?
      lanjutkan PAk!!

  4. agusdin berkata:

    Menurut saya ada yang menjadi “budaya” dalam riset yang terjadi sekarang ini khusunya di dunia akademis, seperti yang terjadi adalah:
    1. riset bukan melihat kebutuhan impact tetapi merupakan kebutuhan peneliti itu sendiri entah untuk menaikkan kum atau sekedar proyek
    2. kesempatan yang muda dalam melaksanakan riset masih terhalang oleh yang senior, kenyataannya sangat jarang peneliti muda mendapat kesempatan untuk berkarya ke arah yang lebih besar, apakah ini tingkat kepercayaan terlalu rendah saya tidak tahu
    3. Pengajuan proposal yang real sering mendapatkan potongan2 yang tidak jelas (maklum budaya ini masih kental) sehingga pelaksaannya tidak maksimal, kalaupun memang ada kontribusi yang jelas terhadap administrasi, kenapa tidak di masukkan dalam proposal..:-))

    mungkin cukup ini dulu
    Wassalam

  5. Ardiyan Saptawan berkata:

    Salah satu kelemahan dalam kebijakan pemerintah dlm bidang riset adalah kebijakan yg dibuat kurang comprehensive sehingga aplikasinya tidak efektif. Selain itu manajemen pengawasan kurang profesional shg terkesan kurang peduli dg kebijakan lain terkait yg berakibat semua hasil yg terjadi ada semua pembenarannya, meskipun tidak tepat. Sangat perlu di tingkat pusat melakukan peninjauan kebijakan riset dan aturan terkait secara terpadu agar hasil riset punya aturan aplikatif yg mengikat segenap stakeholders dan bermutu profesional.

  6. blakitan berkata:

    @ Agusdin:
    #1 – kemungkinan fenomena ini cukup meluas di kalangan akademis;
    #2 – saya yakin bahwa untuk riset yang proses seleksinya dilakukan secara kompetitif dan terbuka, maka yang akan memenangkan kompetisi adalah yang punya kompetensi lebih unggul, terlepas apakah junior atau senior; tetapi jika proses penetapannya dilakukan dengan sistem ‘penjatahan’, maka teman-teman yang junior kemungkinan sering dirugikan;
    #3 – potongan itu jika 100% untuk kepentingan memajukan lembaga mungkin dapat dimaklumi, tapi kalau dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maka jelas salah …

  7. blakitan berkata:

    @Ardiyan:
    Terima kasih atas komentar/masukannya.
    Regulasi, kebijakan publik, insentif finansial, pengawasan, dan semua bentuk reward dan punishment dapat membentuk ekosistem yang kondusif untuk aktivitas riset dan pengembangan teknologi, tetapi tantangan yang paling berat adalah mengubah mindset para aktornya agar secara bertanggungjawab mau dan mampu mengembangkan teknologi yang secara akademik berkualitas (ukurannya adalah nyata berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan) dan/atau memberikan kemanfaatan nyata bagi masyarakat, industri, dan pemerintah (indikasinya adalah peningatkatan kesejahteraan rakyat, kemajuan perekonomian, dan stabilitas nasional).

  8. pasarjogja.com berkata:

    Satulagi mungkin pak,
    Agar Teknologi yang dihasilkan dari penelitian bisa digunakan:
    harus murah dan tersedia di pasaran pak.

    Salam, Ma’af kalo ada kata yang salah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: