Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Paper 06: Kebijakan Riset Ketahanan Pangan

Paper 06: Kebijakan Riset Ketahanan Pangan


… Persoalan dalam proses produksi pangan segar dan olahan juga mempunyai banyak dimensi, mulai dari persoalan penyusutan luas lahan produksi akibat konversi penggunaannya untuk usaha non-pertanian pangan sampai pada petani yang tidak termotivasi untuk meningkatkan produktivitas lahannya karena tidak berkorelasi positif dengan peningkatan pendapatannya. Spektrum persoalan ini tak semuanya berada dalam koridor teknologi. Dengan demikian, teknologi tak dapat menyelesaikan semua persoalan pangan. Malah untuk persoalan yang berada dalam koridor teknologipun, jika tanpa dukungan kebijakan yang tepat, maka solusi teknologi yang ditawarkan tak selalu dapat mujarab menyelesaikan persoalan pangan …

Klik disini untuk makalah lengkap

Iklan

4 Komentar

  1. Kiki Yuliati berkata:

    Senang sekali tulisan Bapak sudah mengangkat aspek kualitas dan kemanan pangan dalam fokus utama bangsa kita untuk ketahanan pangan ๐Ÿ™‚
    Benak saya terusik untuk persepsi. Saat ini, masihkah masyarakat kita mempersepsikan beras sebagai pangan pokok bergengsi dan singkong/umbi2an sebagai pangan kelas ‘bawah’? Atau diperluas, masihkah mereka menganggap fast food sebagai pangan bergengsi? Menurut persepsi publik, apa sih yang menjadi faktor penting yang mengganggu keamanan pangan? Sudah ada yang meneliti ini ngga ya? hehehe…..

    • blakitan berkata:

      Mungkin sudah ada … tapi sayangnya peneliti atau akademisi kita sangat jarang yang mempublikasikan hasil penelitiannya.
      Kalau di negara maju ada prinsip di kalangan akademisi/peneliti: “Publish or Perish”; tapi di negara kita semua akademisi/peneliti tetap hidup bahagia sampai akhir karirnya tanpa mempublikasikan apa yang ia kerjakan …
      Topik dimensi sosial pangan seperti ‘daerah perbatasan’, semua merasa itu masih masuk wilayah kompetensi akademiknya, tetapi tak pernah menjadi prioritas risetnya …
      Saya juga senang kalo ibi senang ๐Ÿ˜€

  2. Kiki Yuliati berkata:

    Food safety research banyak didasarkan pada persepsi publik lho Pak. Misalnya, apa sih yg dipersepsi publik sebagai ‘bahaya’ di pangan? Lalu peneliti meneliti efek, limit senyawa/faktor ‘bahaya’ itu…Hasil penelitian ini yang menjadi dasar penyusunan regulasi keamanan pangan sekaligus ‘edukasi’ atau komunikasi publik. Sangat menarik bagaimana mereka menyusun kebijakan dan roadmap risetnya utk kepentingan publik, bukan untuk interest para peneliti atau para profesor aja hehehe…..

  3. blakitan berkata:

    Which ‘public’?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: