Benyamin Lakitan

Beranda » Article » My Opinion 02: Tekno-Ekologinomi Laut

My Opinion 02: Tekno-Ekologinomi Laut


Hal yang perlu digarisbawahi, berdasarkan UNCLOS 1982, Indonesia mendapatkan hak-hak berdaulat atas kekayaan alam di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) sejauh 200 mil dari garis pangkal lurus Nusantara atau sampai ke batas ‘continental margin’ jika masih ada kelanjutan alamiah pulau-pulau Indonesia di dasar samudera.

Masalah pokoknya, apakah setelah berhasil mengklaim teritori wilayah laut ini kita telah melakukan langkah-langkah konkret untuk mengelolanya, sebagaimana amanah konstitusi -UUD 1945 pasal 33 ayat (3)- bahwa kekayaan sumberdaya alam harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat?

Agaknya masih banyak yang perlu dilakukan. Sampai saat ini, perhatian ke wilayah laut masih jauh kurang intensif dibandingkan dengan wilayah daratan. Secara kewilayahan pun belum semua kewenangan yang termaktub dalam UNCLOS 1982 ditindaklanjuti. Sebagai contoh, batas wilayah perairan pedalaman (internal waters) –yang status hukumnya sama dengan wilayah daratan- belum juga ditetapkan batas-batasnya.

Kekayaan alam yang terkandung dalam wilayah laut Indonesia juga belum mampu diinventarisasi secara baik. Banyak potensi sumberdaya kelautan yang mungkin kita miliki, tetapi sesungguhnya belum mampu kita pahami nilai kemanfaatan ekonomi dan ekologinya. Lebih parah lagi, justru sebagian mungkin belum kita ketahui eksistensi keberadaannya di wilayah laut Nusantara.

Ketidakmampuan tersebut terkait langsung dengan tingkat penguasaan teknologi kelautan yang belum berkembang di Indonesia. Ironis memang, sebuah negara maritim seperti Indonesia tidak memprioritaskan pengembangan teknologi kelautan …..

Klik disini untuk naskah lengkapnya.

Iklan

6 Komentar

  1. Anton Palgunadi berkata:

    Setuju, Prof. Tapi jaminan keamanan juga harus ada. AL harus terus diperkuat.

  2. Kiki Yuliati berkata:

    Jadi Pak, setelah 2009 (artikel ini dimuat Gatra), sudah adakah hal2 strategis dan signifikan yang terkait dengan penguatan penguasaan teknologi terkait maritim? Berkaitan dengan pengamanan sumber daya maritim, nampaknya pendekatan kita masih reaktif dan belum proaktif ya Pak?

  3. naradina2013 berkata:

    Luas wilayah yurisdiksi nasional dan seluruh kekayaan yang ada didalamnya seharusnya selaras dengan kemampuan mengawasi, melindungi dan menjaganya.. Iya kan om….

    Kecemasan kawan kita diatas adalah kecemasan kita semua…, karena kita memang tdk mampu memanagenya dengan layak…, angkatan laut kita tdk punya daya untuk melindunginya,, sistem pertahannan kita belum punya surveylance system untuk memonitornya…

    Sayang seribu kali sayang…., kita hanya bisa mngurut dada menyaksikan penjarahan kekayaan nasional dilaut dimana mana…

    Kita tdk punya grand design politik ekonomi yang handal dan tajam untuk menjaganya…

    Jadi mari kita saksikan penjarahan demi penjarahan berlanjut…smabil ngurut dada… Ha ha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: