Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Sisipan 05: Gurun di Qatar

Sisipan 05: Gurun di Qatar


Bayangkan jika alam Indonesia seperti ini …

Banyak negara yang kaya sumberdaya alam (seperti Indonesia) tetapi negaranya kurang maju dan banyak rakyatnya yang miskin. Ada yang menyebut fenomena ini sebagai ‘resources curse’. Sebetulnya, kutukan tersebut tidak datang dari kekayaan sumberdaya alam, tetapi bersumber dari dalam tempurung kepala mereka yang diamanahi untuk mengelola negara (dan sebagian dari pelaku bisnis serta rakyat juga) … Yang terbuai oleh nikmatnya mengeksploitasi sumberdaya alam!

Semoga kita tidak menunggu alam kita menjadi seperti lansekap di foto ini, baru kita menjadi arif mengelola sumberdaya alam kita …

Penguasaan dan pengembangan teknologi yang tepat tentu akan sangat membantu …

Iklan

10 Komentar

  1. Kiki Yuliati berkata:

    Soalnya, kalau tidak dinikmati sumberdaya alamnya, ntar dibilang tidak bersyukur…hahahaha….becanda Prof….
    Soal penguasaan dan pengembangan teknologi yang tepat, darimana mulainya? ๐Ÿ™‚

    • blakitan berkata:

      Mulai dari upaya peneliti dan akademisi untuk memahami realita persoalan dan kebutuhan nyata yang dihadapi rakyat dan bangsa Indonesia …
      (Sebelum menulisakan huruf pertama dalam membuat proposal penelitian!).
      Sederhana bukan?

      • Kiki Yuliati berkata:

        Prof, saya ada pada kelompok minoritas ketika diskusi/seminar mahasiswa (terutama pasca) kalau saya minta klarifikasi dr ybs tentang ‘manfaat’ penelitiannya. Sebagian besar dosen mengatakan tidak perlu tanya manfaat penelitian tsb krn ini penelitian ‘science’, bukan penelitian ‘teknologi’. Tidak semua penelitian harus ada manfaatnya. Waduh, saya jadi bingung krn dosen2 tsb sudah profesor Pak. Apakah saya keliru persepsi ttg penelitian yang ‘bermanfaat’?

      • blakitan berkata:

        Penelitian haruslah bermanfaat, kalau tidak bermanfaat bukanlah penelitian namanya. Mungkin bolehlah hanya dikategorikan sebagai ‘academic exercise’ (melakukan sesuatu dengan metodologi penelitian yang baku tetapi tidak untuk menjawab persoalan -hipotesis nya pura-pura aja, karena belum ditelitipun jawabannya sudah tahu!)

        Manfaat penelitian ada 2, yakni: (1) memberikAn kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan (pure science, atau riset dasar); dan (2) menghasilkan solusi bagi persoalan nyata (applied research, atau riset terapan). Namun demikian perlu diingat bahwa riset terapan juga berpeluang untuk selain menghasilkan solusi bagi persoalan juga berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan.

        Kalau kita cermati mayoritas penelitian skripsi, thesis, disertasi kita itu yang mengarah pada riset terapan, sangat jarang yang murni untuk pengembangan ilmu. Persoalannya adalah isu yang diteliti itu sering tidak berbasis realita, sehingga jelas hasilnya kurang bermanfaat. Kalau tidak berbasis pada realita kebutuhan dan/atau persoalan, maka kegiatan ini hanyalah sebuah academic exercise, atau bahasa vulgarnya adalah penelitian ‘ecek-ecek’ atau bahasa Palembangnya: ecak-ecaknyo bae penelitian ……

  2. The Hook berkata:

    Very cool pic! Amazingly enough, i wish I was there right now!

  3. Kiki Yuliati berkata:

    Terima kasih. Prof. Boleh kan penjelasannya saya pajang di wall FB-ku?

  4. Kiki Yuliati berkata:

    Hanya efektif kalau disertai dengan senjata ‘menjual nama’ Bapak…..:)

    • blakitan berkata:

      ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‘ู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: