Benyamin Lakitan

Beranda » Article » My Opinion 03: Teknologi Berorientasi Domestik

My Opinion 03: Teknologi Berorientasi Domestik


Setiap pagi, di seluruh kota besar di Indonesia, kita dikesalkan oleh jalanan yang macet disesaki oleh kendaraan bermotor. Di Jakarta khususnya, belakangan ini, hampir seluruh jalanan yang ada dikuasai sepeda motor, kecuali jalan tol. Satu keadaan yang membuat banyak orang kesal. Tentu, penyebab utama kekesalan adalah kemacetan yang ditimbulkannya. Kemudian sebagian lagi kesal karena kebisingan dan polusi udara. Tapi, adakah yang kesal melihat kenyataan bahwa semua kendaraan tersebut bukan buatan kita?

Kita wajib kesal. Banyak perguruan tinggi yang menjadi sarang akademisi yang handal. Lembaga penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi disesaki oleh peneliti yang hebat. Banyak kegiatan riset yang dilakukan. Anggaran sudah dikucurkan -walaupun perlu diakui juga tidak terlalu besar jumlahnya- oleh pemerintah. Tapi kontribusinya terhadap pembangunan berbagai sektor masih belum optimal.

Klik disini untuk naskah lengkapnya.

Iklan

5 Komentar

  1. Muslim Budiman berkata:

    Memang ada missing link antara penelitian di dunia pendidikan dan penerapan di dunia nyata. Walaupun ada beberapa orang atau organisasi yg mencoba menjadi jembatan, masih ada perbedaan Visi dan misi keduanya. Apalagi jika tersisip motif keuntungan.
    Dan harapan saya pribadi adalah teknologi bukan hanya berorientasi untuk domestik tapi juga berbasis dari domestik.

    • blakitan berkata:

      Pada beberapa tulisan saya yang lain, saya juga memberi penekanan bahwa teknologi nasional perlu dikembangkan berbasis pada potensi sumberdaya di dalam negeri (lokal/daerah/nasional) dan sekaligus diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dan/atau menjadi solusi bagi permasalahan domestik (rakyat dan negara).

  2. Kiki Yuliati berkata:

    Terima kasih Prof. Seingat saya, ketika Bapak masih di Disperindag SS, saya presentasi mengenai strategi untuk ambil pasar domestik aja untuk agroindustri nasional…:-).
    Terkait institusi ‘perantara’ peneliti dengan pengguna teknologi ini, apakah bisa dilakukan reorientasi dan reposisi lembaga2 Pengabdian Masyarakat di kampus2? Selain pergi ke desa2, kapasitas mereka juga ditingkatkan agar mampu “berkomunikasi” dengan industri2 dan pengguna2 teknologi lain, melakukan ‘survey pasar’ teknologi secara sistematis efektif kemudian mengkomunikasikannya kepada Lembaga2 penelitian tempat para peneliti hebring kumpul? 🙂

    • blakitan berkata:

      Mungkin ungkapan yang lebih ‘sopan’ adalah melakukan diversifikasi peran atau perluasan lingkup kegiatan LPM Perguruan Tinggi untuk juga mencakup komunikasi dan interaksi dengan pelaku usaha/industri, selain tetap memberikan edukasi kepada masyarakat … he33x ….

      Ini sebetulnya ‘ruh’ dari pengembangan teknologi yang bersifat ‘demand-driven’, yakni memahami terlebih dahulu kebutuhan dan persoalan yang dihadapi pengguna teknologi (termasuk masyarakat, industri, dan pemerintah juga untuk teknologi tertentu, misalnya teknologi hankam). Untuk memahami tersebut tentu perlu dijalin komunikasi dan interaksi yang intensif yang dibarengi dengan niat ikhlas untuk belajar (bukan unjuk kehebatan!)

      LPM akan hebat kalau memainkan peranan ini ….

      • Kiki Yuliati berkata:

        Hehehehehe….teuteup….siap dan terima kasih Pak, saya akan belajar untuk menggunakan ungkapan yang lebih ‘diplomatis’ hihihi….Betul Pak, saya lihat banyak extension boards dari univ2 LN yang “membawa” pulang “orderan” riset bagi temen2nya di kampus krn mereka aktif berkomunikasi dengan industri. Lewat pelatihan internasional ini aja, sudah beberapa prospek kerjasama dan ‘ide’ penelitian muncul di berbagai negara peserta. Termasuk Indonesia untuk food safety di seafood. (Horeee, kloramfenikol dari ristek yll bermanfaat walau belum publikasi, jadi koneksi ke proposal kerjasama dengan kedutaan Belanda hehehe….) Terima kasih utk ini ya Pak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: