Benyamin Lakitan

Beranda » Article » My Opinion 05: Mendekatkan Industri dengan Petani

My Opinion 05: Mendekatkan Industri dengan Petani


Hasil panen tanaman pangan umumnya cepat rusak/busuk jika tidak dilakukan pengolahan. Oleh sebab itu, sangatlah tepat jika sebagai solusinya dikembangkan industri pengolahan pangan. Pilihan jenis dan kapasitas industri pengolahan pangan yang tepat dapat menghasilkan produk pangan olahan yang lebih awet, komposisi gizi yang baik, rasa dan aroma yang disukai konsumen, aman untuk kesehatan, dan lebih beragam jenisnya walaupun diolah dari bahan baku yang sama.

Saat ini ada ketidakpaduan antara hasil panen petani lokal dengan bahan baku yang dibutuhkan oleh industri pangan. Ketidakpaduan ini tentu telah sangat disadari oleh kedua belah pihak, baik petani sebagai produsen bahan baku, maupun oleh industri pengolah pangan. Permasalahannya adalah tidak cukup besar upaya dari kedua belah pihak untuk mengubah kondisi ketidakpaduan ini menjadi keterkaitan yang erat antara keduanya.

Ada dua pihak lain yang diharapkan ikut berperan aktif dalam mendekatkan industri dengan petani. Mengubah kondisi ketidakpaduan menjadi hubungan yang harmonis antara industri dan petani. Dua pihak tersebut adalah pemerintah dan akademisi …..

Untuk naskah lengkap, silahkan klik disini

Iklan

1 Komentar

  1. pasarjogja.com berkata:

    Tulisan yang menarik,
    MyOpinion:
    – Managemen pertanian perlu dibenahi sehingga tidak terjadi lagi
    pada saat musim tanam, obat-obatan pertanian dan pupuk mahal karena semua petani sedang
    membutuhkan, dan pada saat panen, harga hasil pertanian seperti padi/gabah/beras anjlok.
    – Penyediaan Mesin-mesin pengolahan hasil produksi skala rumahan (skala kecil) sehingga
    petani sebisa mungkin mampu mengolah hasil pertanian dan tidak langsung melempar hasil
    pertaniannya ke pasar tanpa nilai tambah.
    – Sementara itu dulu, masih sangat banyak inovasi yang bisa diterapkan di bidang pertanian
    Andai para doktor/akademisi/pengusaha bergabung bersama petani tentu Indonesia
    Gemah-Ripah-Loh-Jinawi tidak akan perlu lagi mengirimkan penduduknya ke luar negeri
    sebagai “TKI/TKW”, namun mengirimkan produk-produk hasil pertaniannya yang maju,
    integrated, diterima di pasar international. Seperti negara China yang meskipun penduduknya
    sangat padat, namun belum terdengar di media mereka mengirimkan “TKI” tenaga kasar
    sebagai PRT seperti di Indonesia.

    Demikian dulu, Mohon ma’af bila ada kata yang salah,
    Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: