Benyamin Lakitan

Beranda » Article » My Opinion 10: Sudahkah Anggaran Pendidikan 20% APBN Berdampak?

My Opinion 10: Sudahkah Anggaran Pendidikan 20% APBN Berdampak?


Berita paling menggembirakan bagi kalangan pendidikan ini akhirnya terdengar juga. Dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI tanggal 15 Agustus 2008, dinyatakan bahwa pada APBN 2009 akan dialokasikan paling sedikit 20 persen dari total anggaran untuk pendidikan, sesuai dengan amanah konstitusi pada Pasal 31 ayat (4) Undang-Undang Dasar tahun 1945.

Sebagai pendidik, kenaikan alokasi anggaran yang besar ini tentu patut disukuri. Tetapi perlu disadari pula bahwa ini adalah zero sum game. Peningkatan anggaran pendidikan adalah atas pengorbanan berbagai sektor pembangunan lainnya. Oleh sebab itu, perlu tekad kuat dan pembuktian dari semua lini yang menangani sektor pendidikan bahwa langkah ini bukan merupakan langkah yang salah.

Berbekal pada dedikasi kuat yang telah ditunjukkan oleh para pendidik selama ini, maka ada secercah harapan bahwa langkah besar kebijakan ini akan mampu menjadikan Indonesia lebih baik di masa yang akan datang.

Harapan dan ‘warning’ telah diungkapkan. Sekarang sudah berjalan 4 tahun. Bagaimana menurut anda kenyataannya?

Naskah lengkap ungkapan harapan tersebut bisa dilihat disini

Artikel ini sudah juga diterjemahkan dalam bahasa Inggeris dan dipublikasikan oleh administrator ‘sampoernafoundation.com’

Iklan

6 Komentar

  1. Kiki Yuliati berkata:

    Tahun 2008 Bapak sudah menulis berbagai ‘antisipasi’ apa yang akan terjadi jika anggaran pendidikan 20% dan tahun 2012 kenyataannya memang demikian. DPR sangat berperan – kalau enggan menyebutnya dengan ‘sangat menentukan.’ Sarana prasarana (dan guru) memang menjadi kunci pada pendidikan dasar menengah (2012 ini saya sedang dlm tim evaluasi standar sarana prasarana ini di BSNP). Barusan disebut Prof. Aman dlm sambutannya di BSNP. Terima kasih Pak untuk tulisan ini.

  2. Kiki Yuliati berkata:

    Setelah 4 tahun, IMHO, strategi kebijakannya sesuai dengan upaya peningkatan mutu sekaligus perluasan akses pendidikan. Implementasi teknis dan operasionalnya masih belum seefektif yang diharapkan, terutama dalam hal penetapan prioritasnya karena berbagai intervensi dari kepentingan “non-pendidikan” yang sulit dihindari 😦

  3. deca durabolin berkata:

    Anda membuat beberapa poin yang baik di sana. Saya melakukan pencarian pada topik dan menemukan kebanyakan orang akan setuju.

  4. pendidik berkata:

    Saya adalah guru pns. Saya sudah mengabdi mjd guru 10 th. Saya sangat senang ada berita anggaran pendidikan 20% dari apbn. Pada mulanya saya gembira. Karena ada kabar sertifikasi guru. Yg konon katanya sebagai penjamin mutu pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan guru.

    Tapi saya heran. Mengapa yg mengajari guru, melatih, mengetes guru adalah para dosen? Dosen itu mentalnya bukan pendidik. Mereka itu adalah pengajar.

    Saya juga heran, mengapa ujian sertifikasi kesannya sebagai ajang penyiksaan guru??

    Saya heran mengapa guru untuk lulus sertifikasi dipersulit??

    Saya heran mengapa setelah lulus, pemberian tunjangan seperti diberikan ke guru secara tidak ikhlas. Diberikan tidak tiap bulan??

    Saya heran mengapa apbn utk pendidikan numpuk di daerah??

    Jangan2 ada pihak yang memanfaatkan semua ini. Logikanya Uang numpuk di bank pasti ada bunga. Benar bukan???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: