Benyamin Lakitan

Beranda » Article » My Opinion 14: Padi Hibrida – antara potensi dan konsekuensinya

My Opinion 14: Padi Hibrida – antara potensi dan konsekuensinya


Potensi hasil padi hibrida memang menjanjikan, tetapi apakah keunggulan tersebut tidak punya kelemahan? Ada beberapa hal nyata yang perlu diantisipasi:

Pertama, benih hibrida (F1) akan menghasilkan biji (F2) yang tidak dapat digunakan kembali sebagai benih untuk musim tanam berikutnya, berarti petani akan selalu tergantung pada produsen benih hibrida.

Kedua, untuk mencapai potensi hasilnya, padi hibrida membutuhkan aplikasi sarana produksi (terutama pupuk) dan infrastruktur pendukung (irigasi) yang memadai.

Ketiga, pada beberapa negara, termasuk Cina, padi hibrida lebih peka terhadap hama dan penyakit, sehingga mendorong penggunaan pestisida yang lebih tinggi.

Hasil kajian yang dilakukan oleh Peking University, menunjukkan bahwa peningkatan hasil dengan penggunaan padi hibrida berkaitan erat dengan peningkatan aplikasi agrokimia, aplikasi pupuk pada padi hibrida 43% lebih tinggi dibandingkan dengan pada padi inbrida. Aplikasi pestisida pada padi hibrida juga dilaporkan 31% lebih tinggi. Bandingkan dengan potensi peningkatan hasilnya yang berkisar antara 15-20% ….

Artikel lengkapnya bisa dibaca disini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: