Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Paper 09: Pengelolaan Sumberdaya Kelautan berbasis Iptek untuk Kemakmuran Bangsa

Paper 09: Pengelolaan Sumberdaya Kelautan berbasis Iptek untuk Kemakmuran Bangsa


Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan wilayah laut seluas 2/3 dari total luas teritorialnya. Berdasarkan Deklarasi Juanda 1957, wilayah laut NKRI adalah sekitar 3,1 juta kilometer persegi. Setelah diterimanya Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982, wilayah laut NKRI bertambah luas dari tambahan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) sebesar 2,7 juta kilometer persegi, menjadi total sekitar 5,8 juta kilometer persegi. Indonesia mendapatkan hak-hak berdaulat atas kekayaan alam di ZEE sejauh 200 mil dari garis pangkal lurus Nusantara atau sampai ke batas ‘continental margin’ jika masih ada kelanjutan alamiah pulau-pulau Indonesia di dasar samudera.

Masalah pokoknya, apakah setelah berhasil mengklaim teritori wilayah laut ini, kita telah melakukan langkah-langkah konkret untuk mengelolanya, sebagaimana amanah konstitusi -UUD 1945 pasal 33 ayat (3) yang tegas menyatakan bahwa kekayaan sumberdaya alam harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat?

Hari ini (5 Juni 2012), Kompas menampilkan headline tentang ‘Di laut kita kalah’. Tulisan ini mungkin dapat memperkaya informasi dari perspektif iptek tentang mengapa kita kalah …

Silahkan baca makalah lengkapnya disini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: