Benyamin Lakitan

Beranda » Article » My Opinion 26: Persoalan Pangan Tidak Pernah Tuntas

My Opinion 26: Persoalan Pangan Tidak Pernah Tuntas

About Author

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 5.444 pengikut lainnya

Iklan

Persoalan pangan selalu menghantui kita. Seolah telah ditakdirkan sebagai persoalan abadi yang selamanya akan dihadapi bangsa ini. Padahal, negara ini mempunyai lahan yang sangat luas dan lautan yang membentang menyimpan berbagai sumber bahan pangan, tetapi mengapa garampun masih perlu mengimpor? Mengapa kebutuhan semua bahan pangan pokok masih belum mampu dipenuhi dari produksi sendiri, kecuali mungkin beras?

Pemerintah kelihatannya telah melakukan banyak upaya untuk menuntaskan persoalan ini. Cukup signifikan juga dana yang sudah dialokasikan dari tahun ke tahun untuk mengatasi permasalah pangan, baik yang langsung disalurkan melalui departemen teknis yang menanganinya, maupun melalui kementerian/lembaga lain yang mendukung pembangunan pangan nasional.

Memang ada beberapa kemajuan yang telah dilaporkan, terutama terkait dengan peningkatan kemampuan memproduksi beras. Akan tetapi persoalan pangan tak dapat direduksi hanya menjadi persoalan beras. Gandum nyaris 100 persen masih impor dan komoditas pangan pokok lainnya juga masih bergantung pada impor.

Persoalan pangan merupakan persoalan nyata dan serius. Namun pernahkah terpikir bahwa mungkin ada persoalan fundamental yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam memformulasikan kebijakan, mengatur strategi, menetapkan program, dan mengeksekusi kegiatan yang terkait dengan pembangunan pangan nasional?

Lengkapnya bisa dibaca disini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: