Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Publikasi 02: Scientific productivity and the collaboration intensity of Indonesian universities and public R&D institutions

Publikasi 02: Scientific productivity and the collaboration intensity of Indonesian universities and public R&D institutions


Scientific productivity of universities and public R&D institutions in Indonesia is considerably low, but a notable rate of increase has been observed since 2008. This may be associated with the implementation of new regulation to allocate at least 20 percent of national budget for education. Despite favorable government policy and financial incentives to encourage R&D collaboration among Indonesian universities and R&D institutions, there are still some constraints in managing and maintaining the collaboration. A low degree of collaboration among Indonesian researchers from different research organizations, as indicated by the number of co-authored papers, has been observed. On the other hand, Indonesian universities and public R&D institutions showed strong preference for collaboration with foreign institutions. Most articles published in peer-reviewed international journals were results of collaborative research, predominantly with foreign partners. Indonesian researchers at public R&D institutions indicated a higher degree of dependency with their foreign partners than academicians at universities.

Full paper can be viewed here

Iklan

3 Komentar

  1. naradina2013 berkata:

    Om…., kalau anggaran pendidikan nasional bisa mencapai 20 %,
    Apakah bisa anggaran untuk R & D juga ditingkatkan…,
    Peningkatan anggaran R. & D kan sebangun dengan politik ekonomi nasional bidang Litbang..
    Kalau R & D punya power anggaran yang cukup.., kebijakannya lebih mudah distrukturkan..
    Ini hanya opini saya……

    • blakitan berkata:

      Peningkatan anggaran memang dibutuhkan, tetapi juga sekaligus perlu dikelola secara efektif untuk menghasilkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan nyata dan realitas persoalan bangsa. Anggaran R&D harus diperlakukan sebagai investasi, sehingga teknologi yang dihasilkan harus diupayakan secara sungguh-sungguh agar berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi.

  2. […] Dalam obrolan santai maupun dalam forum yang formal, ketika saya mengungkapkan realita ini, lumayan banyak juga akademisi yang kurang berkenan. Kadang obrolan atau diskusi terkait isu ini menjadi sedikit menghangat, tidak sampai ke titik didih, tapi terasa lebih tinggi dari suhu kamar. Untung saya punya data untuk meyakinkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia masih kalah produktif secara akademik di bandingkan perguruan tinggi di beberapa negara tetangga di ASEAN, misalnya Singapura, Malaysia, dan Thailand. Jika penasaran data dimaksud bisa dilihat disini: https://benyaminlakitan.com/2012/08/11/scientific-productivity-and-the-collaboration-intensity-of-ind… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: