Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Paper 19: Kebijakan dan Strategi Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam rangka Meningkatkan Daya Saing Bangsa Indonesia

Paper 19: Kebijakan dan Strategi Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam rangka Meningkatkan Daya Saing Bangsa Indonesia


Sebelum mengulas secara komprehensif tentang kebijakan dan strategi yang tepat untuk pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) agar dapat secara nyata berkontribusi terhadap peningkatan daya saing bangsa, maka perlu terlebih dahulu dipahami bahwa daya saing suatu bangsa tidak hanya tergantung pada kemajuan ipteknya semata, tetap banyak faktor lain yang akan juga ikut menentukan, termasuk faktor-faktor yang terkait dengan kebutuhan dasar pembangunan, yakni: [1] eksistensi kelembagaan yang sesuai dengan kebutuhan dengan kinerja yang baik serta berpedoman pada prinsip-prinsip good governance; [2] kualitas dan jaringan infrastruktur fisik maupun non-fisik yang efektif, efisien, dan ekstensif; [3] kondisi makroekonomi yang kondusif; dan [4] ketersediaan tenaga kerja terampil, terdidik, dan produktif.

Selain empat faktor kebutuhan dasar, daya saing suatu bangsa akan pula ditentukan oleh berbagai faktor lainnya yang dibutuhkan agar pembangunan dapat dilaksanakan secara efisien, termasuk: [1] kualitas institusi pendidikan tinggi dan lembaga pelatihan yang baik dengan kapasitas tampung yang sesuai kebutuhan; [2] mekanisme pasar barang dan jasa yang efisien; [3] ketersediaan, keterjangkauan, dan keamanan layanan jasa-jasa keuangan; [4] kesiapan teknologis, terutama untuk dukungan kelancaran aliran informasi dan komunikasi, serta proses transfer dan adopsi teknologi; dan [5] kapasitas pasar domestik yang besar.

Selanjutnya ada dua faktor lagi yang menjadi kunci daya saing suatu bangsa, yakni [1] kapasitas inovasi, dan [2] kecanggihan bisnis. Kapasitas inovasi tercermin dari eksistensi lembaga riset dan pengembangan teknologi yang berkualitas dan berkelas, belanja riset yang relatif besar yang dialokasikan oleh industri, kerjasama yang intensif dan produktif antara pengembang dan pengguna teknologi, perlindungan terhadap Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI), dan beberapa indikator lainnya. Sedangkan kecanggihan bisnis tercermin dari kuantitas dan kualitas pebisnis lokal/nasional, kecanggihan proses produksi, jaringan distribusi yang luas dan mampu dikuasai, menunjukkan keunggulan kompetitif, profesionalisme pelaku bisnis, dan lain-lain.

Dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa, maka iptek selayaknya memberikan kontribusi langsung melalui paling tidak tiga faktor, yakni: [1] meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga terampil, terdidik, dan berdedikasi tinggi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional; [2] meningkatkan kesiapan teknologis dengan tidak hanya terkait ketersediaan dan jangkauan jaringan infrastruktur telekomunikasi, transportasi, dan energi; tetapi juga melalui penyiapan tenaga-tenaga operatornya serta peningkatan kandungan nasional pada teknologi-teknologi yang dibutuhkan tersebut; dan [3] meningkatkan kapasitas inovasi nasional.

Makalah lengkap bisa dibaca disini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: