Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Jajak Pendapat 02: Dukungan Pemerintah untuk Teknologi Nasional

Jajak Pendapat 02: Dukungan Pemerintah untuk Teknologi Nasional


Mohon keihklasannya untuk berpartisipasi pada jajak pendapat ini … Hanya butuh waktu 1 menit saja

Iklan

9 Komentar

  1. Ernita Sriwahyuni,SP berkata:

    Tehnology yg dicreate di lingkungannya akan lebih baik dari pada di adopsi dari tempat yang berbeda karna belum tentu sesuai

  2. Iswandy berkata:

    Program pemerintah rata2 copy paste dri program2 trdahulu, trutama pemda. Jgnkn inovasi teknologi, kmampuan PNS nya saja sangat miris padahal sdh eselon. Usulan program dluar yg lazim pst dtolak krn yg dhitung bgaimana mendapat SHU. Pningkatan kinerja hmpir tidak ada. Bgaimana mau serius soal teknologi bru kalo sdh bgitu.

    • blakitan berkata:

      Memang banyak sekali yang harus dibenahi, baik dari sisi kapasitas kerja maupun dedikasi terhadap pekerjaan. Mungkin penyebab utamanya antara lain ‘reward’ dan ‘punishment’ tidak dijalankan dengan adil dan terbuka. Lebih parah lagi, sering pula ada yang tidak paham terhadap apa yang harusnya ia kerjakan, tetapi menyanggupi saat ditawari pekerjaan tersebut …

  3. Iswandy berkata:

    Benar sekali Pak, reward dan punishment yg adil dan terbuka.
    Kembali ke prsoalan keseriusan pemerintah trhadap teknologi, Universitas pny peran besar mcipta orang2 spt Bapak. SDM modal awalnya, kemudian wadah brkreasi harus ada.
    Sekarang ini dmana wadah penampung ilmuwan indonesia?
    Pny otak brilian lbh baik msuk STAN or STPDN dripada jd “pemikir” tak brwadah. Dampaknya jd birokrat2 smua calon2 ilmuwan indonesia. Urusan teknologi akhirnya cuma bisa beli or jiplak (untung2 bisa) dr bngsa lain.

  4. Dwi P. Priadi berkata:

    Pertama-tama yg hrs dibenahi adalah posisi DRN. DRN hrs menjadi titik pusat riset. DRD tak perlu ada. Semua dana riset yg berasal dari pemerintah hrs lewat DRN, hrs direview dan disetujui DRN. Saat sekarang ini banyak pintu, Dikti ngatur anggaran sendiri, Litbang kementerian ngatur dana riset sendiri. Termasuk juga DRN mensyaratkan dan menentukan kualitas publikasi hanya di jurnal yg diterbitkan oleh himpunan ilmiah nasional. Namun, DRN hrs punya legitimasi utk mendukung kewenangan yg besar ini. Pengisian anggota DRN tak boleh spt sekarang yg sangat subjektif, hanya oleh pejabat di Kementrian Ristek. Sering timbul cemoohan, lho kok dia jadi anggota DRN. Jadi, anggota DRN hrs diusulkan oleh himpunan ilmiah nasional. Salah satu agenda kongres himpunan ilmiah adalah menentukan siapa dari himpunan itu yg akan diusulkan menjadi anggota DRN. Dari sekian banyak usulan itu, barulah menteri ristek memutuskan siapa yg diterima jadi anggota DRN. Semoga DRN lebih berperan kuat dlm memajukan iptek dan riset

  5. blakitan berkata:

    Reblogged this on Benyamin Lakitan and commented:

    Silahkan ikuti kata hati anda, sesuai dengan apa yang anda rasakan atau apa yang anda ketahui. Apapun pendapat anda akan sangat kami hargai …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: