Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Paper 21: Meneropong Masa Depan Bahan Bakar Nabati Indonesia

Paper 21: Meneropong Masa Depan Bahan Bakar Nabati Indonesia


Kebijakan Energi Nasional (KEN) merupakan ungkapan niat Pemerintah Indonesia untuk mendorong pengembangan bahan bakar nabati (BBN). Kebijakan ini jika diimplementasikan dengan cermat dan konsisten maka akan sangat membantu Indonesia dalam mengurangi ketergantungan sumber energi (terutama untuk sektor transportasi) pada bahan bakar minyak (BBM), mengurangi emisi gas rumah kaca (sebagai bentuk kepedulian Indonesia terhadap masalah perubahan iklim yang menjadi isu global saat ini), dan membuka peluang bagi petani untuk membudidayakan tanaman pada lahan-lahan sub-optimal, terutama lahan kering.

Kontribusi BBN pada saat ini belum signifikan (5% kontribusi BBN dalam bauran energi nasional pada tahun 2025. Melihat kemajuan yang dicapai pada saat ini, maka target 5% tersebut kelihatannya akan sulit untuk tercapai.

Saat harga BBM meroket pada awal tahun 2008 yang lalu, semangat memacu pengembangan BBN dalam negeri juga menggelora. Akademisi ramai-ramai melakukan seminar tentang BBN dan beberapa mulai melakukan riset ke arah ini. Pemerintah menerbitkan KEN yang pro-pengembangan BBN. Politisi sebagaimana biasa, ikut arus kebijakan yang populis. Akan tetapi, semangat ini kemudian mereda saat harga BBM menjadi relatif normal kembali.

Makalah lengkap bisa dibaca atau download disini

Iklan

3 Komentar

  1. Tri Wahyudi berkata:

    salam kenal Prof Benyamin,..saya setuju dengan tulisannya. Kebetulan saat ini saya sdang menyusun tesis mengenai biodiesel (ester sawit-solar). Dan dari artikel yang ada teryata penelitian biodiesel sdh dilakukan sejak thn 1994 namun sampe sekarang belum melihat gebrakan yang signifikan. Pemakaian minyak nabati pun masih dibawah 10%, bahkan di eropa masih max 5%. menurut saya kerjasama dgn pabrikan mesin kndaran perlu dilakukan supaya harmoni program ini..

    • blakitan berkata:

      Kebijakan pemerintah mensubsidi BBM dan tidak memberikan subsidi pada BBN merupakan salah satu hambatan terhadap perkembangan industri BBN (baik bioethanol maupun biodiesel).

      Pilihan kebijakan: cabut subsidi BBM atau harus memberikan subsidi juga ke BBN, sehingga BBN menjadi kompetitif terhadap BBM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: