Benyamin Lakitan

Beranda » 2012 » Desember

Monthly Archives: Desember 2012

Indonesia 39: Enclosure Beruang Madu Balikpapan


Beruang Madu (Helarctos malayanus) merupakan maskot Kota Balikpapan, Propinsi Kalimatan Timur. Beruang ini terkesan sangat lucu dan menggemaskan, merupakan hewan herbivora pemakan buah-buahan. Beberapa dari beruang madu ini tertangkap manusia dan sering dicoba diperdagangkan, serta kadang juga diperlakukan secara kurang baik. Ada enam ekor beruang yang berhasil disita oleh aparatur penegak hukum yang kemudian diserahkan ke Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH), yang sekaligus berfungsi sebagai tempat penampungan dan perawatan beruang di Balikpapan. Masyarakat yang berkunjung ke kawasan wisata pendidikan ini tidak dikenakan tarif/karcis masuk, tetapi sudah sepatutnya ikut memberikan donasi untuk meringankan beban biaya pengelolaan kawasan ini. Atraksi yang umumnya ditunggu adalah saat beruang-beruang tersebut diberi makan, yakni jam 9.00 pagi. Beruang-beruang yang dirawat di Enclosure Beruang Madu Balikpapan umumnya dalam kondisi cacat fisik.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Iklan

Publikasi 06: Dimensi Non Teknologi Sistem Inovasi


Teknovasi Indonesia I-1 webUpaya mewujudkan sistem inovasi yang produktif dan berkelanjutan tidak mungkin dilakukan dengan hanya terfokus pada riset dan pengembangan teknologi, tetapi perlu secara komprehensif mempertimbangkan berbagai dimensi lain yang ikut menentukan, termasuk dimensi ekonomi, sosial, regulasi dan kebijakan publik, serta politik. Berbagai dimensi ini dapat menjadi faktor pemengaruh langsung dalam proses pengembangan teknologi dan dapat pula merupakan unsur pembentuk ekosistem inovasi. Kelambanan dalam mewujudkan sistem inovasi di Indonesia disinyalir karena selama ini pengembangan teknologi nasional lebih berorientasi supply‐push dan sering mengabaikan berbagai dimensi non‐teknologi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan perubahan mindset agar strategi baru dapat diformulasikan dan diimplementasikan secara efektif. Ada tiga perubahan mindset yang dibutuhkan, yakni: (1) pengembangan teknologi perlu lebih berorientasi pada realita kebutuhan dan persoalan (demand‐driven); (2) dimensi ekonomi, sosial, regulasi dan kebijakan publik, serta dinamika politik perlu diintegrasikan dalam skenario membangun sistem inovasi; (3) sistem inovasi Indonesia perlu lebih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar domestik dan berbasis pada potensi sumberdaya dalam negeri agar lebih inklusif dan mandiri.

Naskah lengkap bisa dilihat disini

Indonesia 38: Melompat dengan Enggrang Berpegas


Dulu ‘enggrang’ merupakan alat permainan tradisional berupa sepasang tongkat kayu atau bambu yang ditambah dengan tempat pijakan kaki pada ketinggian tertentu, umumnya sekitar 50 cm, dipakai untuk berjalan atau maksimal berlari jika sudah sangat terampil. Sekarang dibuat enggrang modern terbuat dari bahan metal/logam yang dilengkapi dengan pegas, sehingga bisa digunakan untuk melompat tinggi di udara. Tentu untuk pengaman, pengguna enggrang berpegas ini perlu melengkapi diri dengan pengaman pada kaki dan tangan, terutama pada bagian dengkul dan siku agar tidak cedera jika terjatuh.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Indonesia 37: Langit Jakarta


Langit saat matahari terbit dan terbenam merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh para penikmat keindahan alam dan para fotografer, tapi mungkin banyak juga yang kurang memperhatikan bahwa moment indah itu umumnya hanya berlangsung dalam waktu yang sangat singkat …

Ini rekaman saat matahari terbit di langit kota Jakarta pada musim hujan, tanggal 18 Desember 2012, antara pukul 5:25 sampai 5:35 pagi. Keindahan itu hanya berlangsung sekitar 10 menit … Buat yang jarang bangun pagi mungkin selalu kehilangan moment indah ini ….

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Indonesia 36: Sayuran Lembang


Lembang sejak dulu merupakan sentra produksi sayuran Indonesia, sebagai pemasok utama kebutuhan sayuran Jawa Barat dan juga Jakarta. Pusat penelitian sayuran Indonesiapun lokasi-nya berada di Lembang, tentunya khusus untuk sayuran dataran tinggi. Memang ada jenis sayuran yang dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi di daerah tropis, tapi ada pula jenis sayuran yang hanya tumbuh baik di dataran tinggi. Sayangnya semakin banyak lahan yang dulu digunakan sebagai lahan produksi sayuran di Lembang, kini sudah dialih-fungsikan menjadi bangunan villa oleh orang-orang kota, demikian tutur petani yang saya jumpai di Lembang …

Sebagai kompensasinya, sekarang kebun sayuran merambah sampai ke puncak-puncak bukit …

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Indonesia 35: Musik Marjinal


Mereka menamakan diri sebagai kelompok musik ‘marjinal’. Menarik mendengarkan lirik lagu yang ditembang pada acara ‘car free day’ minggu pagi 16 Desember 2012 di Bunderan HI Jakarta. Panggungnya hanya di atas bak truk. Peralatan sound systemnya minimalis. Tapi menarik. Bener sungguh menarik. Sebuah sajian alternatif di tengah maraknya boy dan girl band yang larut nyontek K-pop.

SONY DSC

S

S

S

S

S

Paper 24: Kebijakan, Strategi, dan Upaya Pengembangan SINas Indonesia


Masalah fundamental yang berkaitan dengan ketidakpaduan antara teknologi yang dikembangkan dengan kebutuhan industri (sebagai pengguna teknologi) perlu diselesaikan terlebih dahulu sebelum langkah-langkah lain diambil, karena solusi yang tepat untuk masalah ini merupakan ‘faktor kunci keberhasilan’ pengembangan SINas.

Secara akademik, ada dua alternatif yang bisa ditempuh, yakni dengan pendekatan ‘supply-push’ (mengembangkan teknologi terlebih dahulu, baru kemudian menawarkannya kepada pengguna) atau ‘demand-driven’ (memahami terlebih dahulu kebutuhan pengguna, baru kemudian mengembangkan teknologi yang sesuai).
Pendekatan supply-push yang selama ini secara dominan dilakukan, secara faktual terbukti tidak mampu mengalirkan teknologi yang dikembangkan tersebut, sehingga SINas menjadi mandul dan teknologi tidak mampu memberikan kontribusi yang berarti terhadap pembangunan nasional. Fakta ini menuntut perlunya dilakukan reorientasi pendekatan, yakni menggeser pendekatan dari yang lebih dominan supply-push, menjadi lebih dominan demand-driven.

Pendekatan demand-driven membutuhkan perubahan mendasar dalam prilaku kerja para akademisi dan periset ….

Selanjutnya naskah orasi ilmiah ini secara lengkap bisa dilihat disini

%d blogger menyukai ini: