Benyamin Lakitan

Beranda » 2013 » Maret

Monthly Archives: Maret 2013

Publikasi 07: Connecting All The Dots: Identifying the “Actor Level” Challenges in Establishing Effective Innovation System in Indonesia


Establishing an effective innovation system is a gigantic effort for Indonesia and surely will
face many and diverse challenges. The challenges can be found at all three levels (core,
ecosystem, and anatomy) within the innovation system. At the core level, communication
and interaction between domestic technology developers and users have to be intensified.
At the ecosystem level, it is more complicated for creating a favorable atmosphere for
nurturing an effective and productive innovation system which will significantly
contribute to economic growth and social welfare improvement. Hard challenges at the
ecosystem level are to harmonize all regulations and public policies such that they are
more in favor of innovation system development; and to synchronize prioritized programs
and activities of all related public and private institutions. Deeper insight into each actor of
innovation system and the challenges faced is required for advancing innovation. This
analysis uses case methodology to identify these challenges. Scientific collaboration among
technology developers is low; therefore, it could cause inefficient use of national R&D
budget. In-house R&D activities and technology absorptive capacity of domestic industries
are also low. Finally, the role of an intermediation agency is not yet significant.

Full paper can be viewed and downloaded here

Innovation system

Innovation ecosystem

Tridharma - SINas1

Iklan

Planet Earth 30: China Quanzhou Marionette


Kalau Indonesia ada wayang golek, maka Cina punya juga pertunjukan dengan memperagakan ketrampilan dalam memainkan boneka. Tetapi ada bedanya, kalau wayang golek dikendalikan geraknya dengan menggunakan stik kayu/bambu dari bawah; boneka ‘wayang’ Cina ini dikendalikan dengan tali dan dari atas. Kalau wayang Indonesia ada rombongan panakawan (Semar, Cepot, Gareng, dkk) yang lucu, maka wayang Cina juga punya karakter biksu (monk) yang jenaka.

Foto-foto ini dijepret ketika Rombongan ‘Quanzhou Marionette’ atau dalam bahasa Mandarin disebut ‘Xuan Si Kui Lei’ tampil di Crown Plaza Hotel, Jakarta, 24-25 Maret 2013. Quanzhou Marionette Troupe ini sudah melakukan pertunjukan di berbagai Negara dan memenangkan banyak perhargaan pada festival pertunjukan boneka (puppet show) di berbagai negara. Kelompok pertunjukan boneka ini juga tampil pada acara pembukaan Beijing Plympic Games 8 Agustus 2008.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Indonesia 47: Jajanan Tradisional di Metropolitan Jakarta


Pada saat car-free day (CFD) banyak pedagang jajanan tradisional yang jualan di Jalan Thamrin-Sudirman. Ternyata masih ada yang jualan es goyang, kue pukis, dan lain-lain. Anak-anak yang biasanya cuma jalan-jalan ke mall dan tidak pernah ‘blusukan’ ke kampung-kampung mungkin tidak pernah melihat cara tradisional jajanan ini dijajakan …

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Indonesia 46: Gedung Bersejarah di Kawasan Kota Tua Jakarta


Ini beberapa bangunan tua di kawasan Jakarta Kota. Sebagian besar gedung-gedung in telah dijadikan museum, tapi sebagian masih digunakan sebagai tempat usaha, misalnya restoran dan galeri.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Indonesia 45: Sepeda di Jakarta


Dulu di zaman Batavia, banyak orang naik sepeda dan juga merasa bergengsi kalo mampu punya sepeda. Sepeda diimpor dari Belanda.

Lalu orang mulai malu naik sepeda di Jakarta, merasa lebih bergengsi kalau naik sepeda motor, apalagi kalo naik mobil, apalagi kalo naik mobil mewah. Selain malu mungkin juga sudah tidak aman lagi kalo bersepeda di jalan raya, karena tidak ada jalur khusus sepeda.

Lalu ada yang mulai merasa rindu untuk naik sepeda. Sepeda onthel pun dicari lagi, diperbaiki, dipercantik. Lalu muncul kesadaran bahwa naik sepeda itu lebih sehat dan bersahabat dengan lingkungan. Naik sepeda tidak menyebabkan polusi.

Lalu ada kebijakan ‘Hari Bebas Kendaraan Bermotor’ di Jakarta, atau populer dikenal sebagai ‘Car Free Day’ (bukan ‘care free day’ ya!). Mulai dari 1 hari minggu dalam sebulan, lalu 2 hari minggu, dan sekarang setiap hari minggu. Hasrat orang untuk naik sepeda di jalan raya tersalurkan. Sekarang berbondong-bondong orang bersepeda di jalan protokol Thamrin-Sudirman. Muncul beberapa komunitas pencinta sepeda. Sepeda onthel, sepeda pixie yang warna-warni, sepeda jangkung/tinggi, sepeda untuk kendaraan ke kantor (atau ‘bike to work’), dan komunitas sepeda lainnya.

Anak-anak naik sepeda, remaja naik sepeda, orang dewasa naik sepeda, orang tua naik sepeda, orang sangat tua juga naik sepeda. Laki-laki dan perempuan, mungkin juga yang trans-gender. Ada sepeda yang jelek sudah mulai berkarat, ada pula sepeda mewah (harganya hampir sama dengan harga mobil sederhana).

Semua orang naik sepeda. Semua jenis sepeda ada. Mari bersepeda …SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Indonesia 44: Sundial terbesar di Indonesia


Sundial (jam matahari) di gerbang masuk kawasan Kota Baru Parahyangan adalah jenis sundial yang berfungsi sebagai sundial jenis horizontal dan vertikal terpadu yang terbesar di Indonesia (Sertifikat Museum Rekor Indonesia: Mei 2002). Juga diyakini sebagai sundial terbesar di Asia Tenggara. Sedangkan sumdial terbesar di dunia adalah sundial yang dibangun di Jaipur, India. Sundial kuno banyak ditemukan di Yunani, Mesir, dan Italia.

Saat ini, dengan majunya perkembangan teknologi, sundial tidak lagi digunakan sebagai penunjuk waktu yang utama. Sundial sekarang lebih dihadirkan sebagai bagian dari arsitektur kawasan, sebagai simbol perhatian atau apresiasi terhadap perkembangan teknologi dan dapat juga ditafsirkan sebagai upaya pencitraan agar terkesan modern dan akrab-teknologi (technologically-friendly).

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Indonesia 43: Masjid Al Irsyad di Padalarang


Masjid Al Irsyad dirancang oleh Ridwan Kamil, seorang arsitek Indonesia yang sudah sangat dikenal. Bentuk masjid yang menyerupai kubus, terilhami dari bentuk ka’bah. Masjid ini diresmikan penggunaannya pada tahun 2010. Banyak elemen yang menarik dari arsitektur bangunan masjid ini. Sebagian ditampilkan pada foto-foto di bawah ini. Saya langsung sangat terkesan saat pertama kali masuk ke dalam bangunan masjid ini.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

%d blogger menyukai ini: