Benyamin Lakitan

Beranda » 2013 » Mei

Monthly Archives: Mei 2013

Sisipan 17: Bersama Prof Otto Scharmer


????????

Prof Otto Scharmer adalah dosen pada MIT Sloan School of Management. Sejak awal tahun 2000-an, Prof Scharmer mengembangkan ‘Theory U’ bersama-sama dengan koleganya di MIT, yakni Peter Senge, Joseph Jaworski dan Betty Sue Flowers. Teori ini diilhami oleh materi kuliah yang diajarkan oleh Dr. Glasl di Witten/Herdecke University dimana Prof Scharmer pada waktu itu sedang menempuh pendidikan S3-nya. Teori ini merupakan teori proses pembelajaran dan manajemen yang dapat dimanfaatkan oleh para pemimpin, birokrat, atau manajer bisnis dalam mengikis prilaku tidak produktif yang mungkin dimiliki oleh individu pemimpin, birokrat, dan manajer itu sendiri.

Paper 27: Technopreneurship as a Strategic Mechanism for Commercializing University-created Technologies


Higher education institution (HEI) is no longer just a social institution for educating high school graduates, advancing knowledge, and improving skills of human resources. Currently, the HEI is also expected to conduct research and develop technology for directly contributing to economic development. In doing so, in many developed countries, HEI is allowed to create spin-off companies or to receive royalty from its developed technologies which are used by business enterprises for commercial purposes.

Commercialization of technology (and expertise) has become part of HEI activities in developed countries. However, in many developing countries, faculty members and university administrators are still reluctant to involve in commercialization activities …

Full paper can be downloaded here

Planet Earth 33: Harvard University Campus at Cambridge MA, US


Kalo dilihat dari bangunan fisik gedung-gedung yang ada di kampus Universitas Harvard, kayaknya hanya beda-beda tipis dengan kampus perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Bedanya hanya karakteristik arsitektur bangunannya, karena bangunan Universitas Harvard dibangun lebih dari seabad yang lalu. Luas kawasan kampusnya juga tidak lebih luas dari lahan yang dikelola perguruan tinggi di Indonesia. Lalu apa yang berbeda?

Yang berbeda adalah fasilitas riset, intensitas kegiatan riset, dan dedikasi dan kualitas kolektif sivitas akademika. Hal ini tercermin dari produktivitas ilmiahnya (jumlah publikasi, paten, lisensi) dan kualitas dan kemanfaatan hasil-hasil risetnya.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

%d blogger menyukai ini: