Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Working Visit » Working Visit 01: Indonesian Embassy in Stockholm

Working Visit 01: Indonesian Embassy in Stockholm


Republik Indonesia dan Kerajaan Swedia telah menandatangani Letter of Intent (LoI) di Stockholm tanggal 27 Mei 2013 untuk menjalin kerjasama dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (disamping juga untuk bidang kesehatan dan lingkungan). Pihak Indonesia diwakili oleh Dewa Made Juniarta Sastrawan (Duta Besar RI untuk Swedia) dan dari pihak Swedia diwakili oleh Ewa Polano (Duta Besar Swedia untuk Indonesia). LoI belum merupakan kesepakatan yang secara hukum mengikat. Sebagai tindak lanjut dari LoI ini, maka sebelum MoU atau bentuk kesepakatan yang lebih formal diambil, perlu dilakukan penjajakan untuk memahami lebih teknis tentang kemungkinan jenis, sifat, dan ruang lingkup kegiatan atau program bersama yang bersifat mutualistik dapat diformulasikan.

Working visit oleh tim kecil dari Kementerian Riset dan Teknologi (Mulyanto, Benyamin Lakitan, Shidki Wahab, Malikuz Zahar, dan Vemmie D. Koswara) diawali dengan pertemuan diskusi di Kedutaan Besar RI di Stockholm, tanggal 28 Oktober 2013, jam 10.30 s/d 12.30; dihadiri langsung oleh Bapak Dubes Dewa Made Juniarta Sastrawan dengan didampingi Iskandar Hadrianto dan staf yang terkait, bertempat di ruang tamu Duta Besar dan dilanjutkan sambil makan siang.

SONY DSC

SONY DSC

Beberapa butir penting yang dapat dipetik dari diskusi ini adalah:

[1] peran swasta sangat dominan (sekitar 3/4 bagian) dalam membiayai kegiatan riset dan pengembangan di Swedia;

[2] Peranan swasta yang paling menonjol dalam pembiayaan riset ini adalah oleh The Knut and Alice Wallenberg Foundation. Yayasan ini telah mengeluarkan dana sekitar 5 milliar SEK untuk membiayai riset terutama untuk perguruan tinggi di Swedia selama 5 tahun terakhir. Riset yang dibiayai adalah [a] riset yang potensi ilmiahnya tinggi, [b] riset untuk mendukung kepentingan nasional, dan [c] riset yang dilakukan oleh peneliti/ilmuwan terkemuka; sedangkan bidang penelitian yang banyak mendapat dukungan adalah ilmu alamiah (natural sciences), pengembangan teknologi, dan kesehatan. Dana yang diberikan dapat digunakan untuk pengadaan peralatan dan biaya kegiatan;

[3] Riset di Swedia lebih fokus untuk mengembangkan teknologi yang dibutuhkan untuk memproduksi barang atau jasa yang memang dibutuhkan. Karena Swedia adalah negara yang jumlah penduduknya kecil, maka pengembangan teknologi Swedia diorientasikan pada kebutuhan global (sebagai pasar sasarannya) agar secara ekonomi feasible. Pengembangan teknologi yang berorientasi kebutuhan (demand-driven) ini tercermin juga dari jumlah paten yang didaftarkan dalam setahun dapat mencapai sekitar 2.600 paten; dan

[4] Spektrum teknologi yang dikembangkan sangat lebar, dari teknologi untuk mendukung produksi baran-barang kebutuhan sehari-hari yang sederhana (korek api, ritsleting, kemasan pangan/produk) sampai pada teknologi untuk pengembangan pesawat tempur.

Pelajaran untuk Indonesia: [1] Teknologi yang dikembangkan dapat di bidang apapun, dari teknologi sederhana sampai yang sangat maju, namun yang lebih penting adalah teknologi yang dikembangkan tersebut harus berbasis pada kebutuhan nyata (bukan cuma berdasarkan hasrat pribadi peneliti), serta harus pula berbasis pada sumberdaya nasional; dan [2] berbeda dengan Swedia yang lebih berorientasi pada pasar global karena pasar domestiknya yang sangat kecil, Indonesia saat ini perlu lebih fokus pada upaya pemenuhan kebutuhan dalam negeri karena pasar domestik Indonesia yang sedemikian besar yang sampai sekarang masih dibanjiri oleh teknologi dan produk teknologi asing.

(Naskah oleh Benyamin Lakitan; Foto oleh Malikuz Zahar)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: