Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Working Visit » Working Visit 05: Svenska Aeroplan Aktiebolaget (SAAB)

Working Visit 05: Svenska Aeroplan Aktiebolaget (SAAB)


SAAB Group merupakan perusahaan Swedia yang bergerak di bidang pertahanan dan keamanan, termasuk pembuatan pesawat tempur/militer. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1937. Antara tahun 1947 s/d 1990 pernah juga memproduksi mobil sebagai spin-off nya. Pernah merger dengan perusahaan Scania-Vabis (produsen kendaraan komersial) membentuk SAAB-Scania pada tahun 1968 s/d 1995. Bisnis utama SAAB saat ini mencakup pembuatan pesawat terbang (terutama pesawat militer), sistem sensor, komponen/peralatan elektronik untuk kepentingan militer, simulasi dan training, sistem persenjataan, sistem keamanan, pengendalian lalu lintas penerbangan, kendaraan selam, dan lain-lain.

Pertemuan Delegasi Ristek (Mulyanto, Benyamin Lakitan, Shidki Wahab, Malikuz Zahar, dan Vemmie D. Koswara) didampingi staf Kedubes RI Stockholm (Agustin Arijanti) dengan pihak SAAB dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2013, jam 10.00 s/d 11.30 bertempat di Kantor SAAB di Bromma. Pihak SAAB diwakili oleh oleh Orjan Borgefalk (Vice President, Industrial Cooperation for Market Area Asia Pacific) dan Jan Thornqvist (Manager, Head of National Security, Business Area Security and Defence Solutions).

SONY DSC
Orjan Borgefalk (kiri) dan Jan Thornqvist (kanan)

Beberapa informasi yang menarik antara lain:

[1] Kegiatan litbang secara simultan terus dilakukan selama proses pengembangan produk, dimulai pada tahan identifikasi kebutuhan produk (define), proses spesifikasi (specify), pengembangan (develop), produksi (maintain), dan penghentian produksi (phase-out). Berdasarkan kebutuhan produk dimunculkan berbagai ide/gagasan dengan hal-hal yang dibutuhkan untuk merealisasikannya, kemudian dilakukan seleksi terhadap gagasan-gagasan tersebut. Pada proses seleksi ini dilakukan diskusi dengan para pengguna potensialnya sehingga spesifikasi produk yang akan dekembangkan menjadi lebih jelas. Baru dilakukan kegiatan produksi, pemasaran, dan penjualan. Tahap phasing-out dilakukan jikan permintaan pasar terhadap produk tersebut telah menurun dan secara komersial sudah sulit untuk dipertahankan;

SAAB R&D Funnel

[2] Untuk menjaga agar produk yang dihasilkan tetap kompetitif, maka proporsi anggaran yang dialokasikan oleh SAAB untuk kegiatan R&D mencapai lebih dari 20% dari pendapatan dari penjualan produk dan kecenderungannya terus meningkat. Misalnya pada tahun 2010 baru 20%, 2011 naik menjadi 22%, dan pada 2012 menjadi 25%;

[3] Fokus dan strategi SAAB terkait R&D adalah dengan (a) kegiatan R&D dilakukan dengan berkolaborasi erat dengan (calon) pembeli/pengguna, (b) mendirikan pusat-pusat R&D di berbagai wilayah (mendekatkan diri pada pengguna potensial), (c) bekerjasama dengan perguruan tinggi, (d) mengembangkan program-program inovasi, dan (e) membentuk SAAB Venture untuk spin-in dan spin-out produk;

[4] SAAB Venture merupakan platform untuk percepatan pengembangan produk melalui: (a) investasi pada perusahaan kecil yang berpotensi untuk menjadi bisnis masa depan (spin-in), (b) pembuatan anak perusahaan baru untuk pengembangan produk yang bukan menjadi bisnis utama SAAB tetapi punya potensi komesial tinggi (spin-out), (c) membuat inkubator untuk mewadahi ide-ide inovatif dari internal SAAB, dan (d) investasi dalam bentuk Venture Capital di pasar (negara/wilayah) yang menjadi target; dan

[5] SAAB telah menjanjikan untuk memberikan beasiswa kepada Indonesia untuk pendidikan S2 sebanyak 200 orang. Saat ini sedang dimatangkan proses seleksinya. Bidang studi yang dipilih tidak harus sejalan dengan ruang lingkup bisnis SAAB.

Pelajaran bagi Indonesia: [1] Keberhasilan mewujudkan inovasi tidak dapat hanya terbatas pada penelitian untuk menghasilkan ide, gagasan, teori, prototipe, model, atau produk-antara lainnya, karena R&D tetap dibutuhkan selama proses pengembangan produk malah sampai tahap phasing-out produk komesial yang telah dihasilkan; [2] Untuk berhasil, dunia usaha perlu berkolaborasi erat dengan perguruan tinggi untuk teknis pengembangan produk dan sekaligus berkolaborasi erat dengan (calon) pengguna potensial produk yang akan dikembangkan. Pemahaman ini merupakan justifikasi bahwa dunia usaha berada pada posisi sentral dan strategis dalam mewujudkan sistem inovasi.

Catatan: tawaran beasiswa SAAB perlu direspon secara positif, segera, dan cerdas agar dapat menghasilkan sumberdaya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia, bukan sekedar menambah angka statistik penduduk Indonesia yang bergelar S2 saja.

(Naskah dan Foto oleh Benyamin Lakitan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: