Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Working Visit » Working Visit 06: Lund University

Working Visit 06: Lund University


Lund University didirikan pada tahun 1666 di Kota Lund, Swedia, yang pada awalnya merupakan bagian dari wilayah Denmark. Saat ini merupakan salah satu universitas terkemuka dan terbesar di Swedia dengan jumlah mahasiswa mencapai 47.000 orang, mempunyai profesor sekitar 820 orang, dan memperkerjakan sekitar sekitar 7.000 pegawai. Karena Lund merupakan kota kecil, maka wilayah kampus Lund University mencakup sekitar wilayah kota Lund. Anggaran yang dikelola universitas ini mencapai sekitar USD 1 milyar, dimana 1/3 untuk kegiatan pendidikan dan 2/3 untuk riset. Lund University mengelola 8 fakultas, yakni teknik, sains, hukum, ilmu sosial, ekonomi dan manajemen, kedokteran, kemanusiaan dan teologi, serta seni murni dan pertunjukan.

Delegasi Ristek yang berkunjung ke Lund University adalah Mulyanto, Benyamin Lakitan, Shidki Wahab, Malikuz Zahar, dan Vemmie D. Koswara didampingi pejabat/staf Kedubes RI Stockholm yakni Iskandar Hadrianto dan Agustin Arijanti. Kunjungan ini diterima langsung oleh President of Lund University, Prof Per Eriksson didampingi Kristina Eneroth (Vice President for International Relations), Richard Stenelo (Deputy Executive Director of External Relations), Marie Lowegren (Director of SKJ Center for Entrepreneurship). Juga turut hadir Annika Annerby Jansson (President of the Skane Regional Council) dan Sven-Thore Holm (General Manager Lundavision). Pertemuan dilakukan pada tanggal 31 Oktober 2013, jam 9.30 s/d 11.00 bertempat di Kantor President of Lund University.

SONY DSC

SONY DSC
Iskandar Hadrianto

SONY DSC
Prof Per Eriksson (kiri) dan Annika Annerby Jansson (kanan)

Beberapa informasi yang menarik yang diperoleh dari pertemuan tersebut adalah:

[1] Berdasarkan Rencana Strategis 2012-2016, strategi utama dalam pengelolaan dan pengembangan Lund University adalah kolaborasi lintas-batas, internasionalisasi, peningkatan kualitas akademik, serta peningkatan kapasitas pimpinan, dosen, dan karyawan;

[2] Dengan penuh kerendahan hati Prof Per Eriksson menyatakan:“We would like to become Wolrd Class University” dan pada kesempatan berikutnya beliau sekali lagi mengungkapkan:“We are trying to become World Class University”. Ungkapan ini datang dari seorang presiden universitas yang didirikan pada abad ke 17 dan telah menempati peringkat di sekitar 80 terbaik di dunia oleh berbagai lembaga pemeringkat perguruan tinggi. Oleh sebab itu, Lund Universiti menetapkan ada 4 area pembenahan yang diprioritaskan, yakni memperbaiki lingkungan belajar agar menjadi lebih atraktif, ekosistem yang lebih kondusif/suportif untuk kegiatan riset dan inovasi, memperbaiki infrastruktur akademik dan fasilitas riset, dan meningkatkan ‘visibility’ (dikenal luas secara global. Dalam konteks visibility, Prof Per Eriksson berkeyakinan bahwa sebuah universitas tidak hanya harus hebat tetapi juga harus dikenal luas oleh berbagai kalangan;

[3] Pihak Lund University menyadari betul bahwa semua keberhasilan hanya dapat dicapai jika berkolaborasi, terutama kerjasama antara universitas, dunia usaha, dan pemerintah (triple helix). Lund University menjalankan ‘Knowledge Triangle’, yakni interaksi antara tiga aktivitas yang saling terkait, yakni pendidikan, riset, dan inovasi.

[4] Dalam perspektif Lund University, sistem inovasi adalah mengkonversi riset menjadi produk atau jasa yang memberikan kemanfaatan bagi masyarakat (Lund University’s innovation system converts research into products and services that are benefit to society). Selama tahun 2012 Lund University memunculkan 104 ide, melaksanakan 70 proyek riset, menghasilkan 22 patent, 16 perusahaan, dan 6 investasi LUIS AB.

Pelajaran bagi Indonesia: [1] Universitas yang hebat tidak hanya mampu menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga mampu secara nyata berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan, terutama pembangunan perekonomian bangsa, disamping juga memperbaiki nilai-nilai sosial dan budaya bangsa; [2] sebaiknya perguruan tinggi di Indonesia tidak perlu repot membangun citra dan latah untuk menjadi world class university pada kondisi saat ini, lebih baik fokus pada upaya-upaya nyata untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional dan lokal; [3] Keberhasilan perguruan tinggi hanya akan dicapai jika mampu menjalin dan melaksanakan kerjasama yang efektif, efisien, dan mutualistik dengan berbagai aktor inovasi lainnya, yakni dunia usaha dan pemerintah.

SONY DSC

(Naskah oleh Benyamin Lakitan; Foto oleh Iskandar Hadrianto, Benyamin Lakitan, dan Agustin Arijanti)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: