Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Working Visit » Working Visit 07: Ideon Science Park

Working Visit 07: Ideon Science Park


Ideon Science Park didirikan pada tahun 1983 atau baru 30 tahun yang lalu dan merupakan science park yang pertama di Swedia. ‘First sod cutting’ (penanda simbolis dimulainya pembangunan dengan bersama-sama menggali tanah dengan sekop) dilakukan oleh Gun Hellsvik, Nils Horjel, dan Nils Stjernquist. Merupakan awal dari proses joint venture antara universitas dengan industri. Inspirasinya bersumber dari apa yang berhasil dilakukan di Amerika Serikat tetapi disesuaikan dengan kondisi Swedia. Pendirian Ideon SP memanfaatkan kepakaran yang ada di Lund University untuk mendorong usaha baru yang berbasis sumberdaya lokal dan diharapkan akan menciptakan lapangan pekerjaan baru di wilayah setempat.

Pada tahun 1983, Ideon SP dimulai hanya dengan 5 perusahaan yang menempatinya, tetapi hanya dalam kurun waktu lima tahun telah meningkat menjadi sekitar 100 perusahaan (1988), tetapi kemudian stagnan sampai tahun 1996. Ketika Ericsson dengan 750 karyawannya pindah ke lokasinya sendiri di daearh Brunnshog, banyak yang memprediksi bahwa Ideon SP akan segera tamat riwayatnya, tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Setelah disediakan gedung untuk perusahaan kecil, jumlah perusahaan di Ideon SP meningkat dari 110 menjadi 160 perusahaan hanya dalam kurun waktu 3 tahun. Sekarang (2013), jumlah perusahaan telah mencapai 345 perusahaan yang mempekerjakan sebanyak sekitar 2.700 orang menempati ruang kantor dan laboratorium seluas 120.000 meter persegi. Sekitar 76% perusahaan di Ideon SP mempunyai hubungan kerja dengan Lund University. Hanya sekitar 30 perusahaan yang pernah menempati Ideon SP yang tutup selama periode 30 tahun tersebut.

Kunjungan delegasi Ristek ke Ideon Science Park tetap selalu lengkap terdiri dari Mulyanto, Benyamin Lakitan, Shidki Wahab, Malikuz Zahar, dan Vemmie D. Koswara dan dengan setia didampingi pejabat/staf Kedubes RI Stockholm yakni Iskandar Hadrianto dan Agustin Arijanti. Dalam kunjungan ke Ideon ini kami dijamu makan siang di restoran dalam kawasan Ideon (yang merupakan tempat bertemu yang ideal antara para akademisi dari Lund University dengan pelaku bisnis yang berkantor di Ideon Science Park karena lokasinya di antara kampus dan kawasan Ideon). Selain itu juga mendapat pencerahan dari Dr. Sven-Thore Holm (yang pernah menyampaikan orasi inovasi pada Hakteknas ke 16 tahun 2011), Hans Moller (CEO Ideon Science Park), dan Prof Marie Lowegren (Director SKJ Center for Entrepreneurship, Lund University)

SONY DSC
Sven-Thore Holm (atas), Hans Moller (kiri) dan Prof Marie Lowegren (kanan)

Beberapa catatan penting yang direkam dari presentasi yang disampaikan maupun melalui obrolan santai adalah:

[1] Untuk dapat mewujudkan science park yang efektif dan produktif diperlukan pemahaman dan keyakinan para pihak terkait bahwa science park merupakan: (a) infrastruktur yang mutlak dibutuhkan agar kolaborasi tiga pihak akademisi, pelaku bisnis, dan pemerintah (triple helix) dapat diwujudkan; (b) komitmen politik dari eksekutif dan legislatif untuk mewujudkannya; dan (c) adanya tim profesional yang berdedikasi penuh untuk pengelolaannya;

[2] Pemilihan lokasi yang tepat untuk membangun science park adalah secara fisik dekat dengan perguruan tinggi ternama (sebagai sumber kepakaran) dan kawasan industri yang sudah ada atau kawasan terbuka yang dapat dikembangkan menjadi kawasan industri; dan

[3] Tidak ada formula science park yang sesuai untuk semua situasi dan kondisi. Oleh sebab itu, perlu disesuaikan dengan kondisi negara atau daerah dimana science park tersebut akan dibangun dan difungsikan. Sebaiknya sejak awal, pihak pelaku bisnis dilibatkan dalam proses pembentukan science park.

Pelajaran untuk Indonesia: [1] Konsepsi science park yang dipahami dan dianut oleh banyak pihak selama ini terkesan terlalu mengedepankan peran institusi pengembang teknologi dalam upaya mewujudkannya; sebaliknya dalam realitanya keberhasilan sebuah science park lebih ditentukan oleh peran dan partisipasi pelaku bisnis. Oleh sebab itu, dalam rencana pembangunan science park perlu sejak awal melibatkan dan mengakomodir kepentingan para pelaku bisnis; dan [2] Sebaiknya untuk saat ini, mitra bisnis potensial untuk membangunan science park adalah kelompok usaha/industri kecil dan menengah.

(Naskah oleh Benyamin Lakitan; Foto oleh Benyamin Lakitan dan Agustin Arijanti)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: