Benyamin Lakitan

Beranda » 2013 » Desember

Monthly Archives: Desember 2013

Planet Earth 72: Rural Scotland


Sesungguhnya tinggal di perdesaan tidaklah terlalu buruk, bahkan bisa sangat menyenangkan, terutama jika lansekapnya indah, masyarakatnya ramah bersahabat, akses baik untuk transportasi dan komunikasi lancar, tersedia layanan kesehatan dan sekolah untuk anak-anak, terjangkau jaringan listrik, air sungainya masih jernih dan bebas cemaran sehingga layak minum, udaranya sudah pasti lebih segara dan bebas polusi, serta ada sumber pendapatan yang memadai dari sektor pertanian (termasuk peternakan atau perikanan) atau sektor pariwisata alam.

Seperti mimpi? Memang di negara-negara berkembang kondisi tersebut masih menjadi impian. Oleh sebab itu, banyak penduduk desa yang berurbanisasi ke kota-kota besar. Akibatnya, antara lain, kota seperti Jakarta menjadi penuh sesak. Mungkin kalau pembangunan perdesaan lebih diperhatikan dan diprioritaskan, maka persoalan urbanisasi akan selesai dengan sendirinya, sehingga tidak perlu ada razia pendatang ke kota setiap habis libur lebaran atau akhir tahun.

Masyarakat kota juga banyak yang rindu suasanya perdesaan, tapi tidak mungkin tinggal lama-lama di desa, karena tidak banyak yang bisa dikerjakan di desa karena sarana-prasarana ekonomi dan sosial yang terbatas. Mungkin suatu saat –siapa tahu- perdesaan di Indonesia akan sama seperti di Scotland …

????????
Jalannya bagus, busnya bagus …

SONY DSC
Beberapa kota kecil terjangkau jaringan kereta api …

SONY DSC
Rumah-rumah tidak besar tapi sangat layak huni …

SONY DSC
Koperasi pangan masuk ke desa-desa …

SONY DSC
Sekolah untuk anak tak jauh beda dengan sekolah di kota …

SONY DSC
Alamnya masih terpelihara dan indah …

SONY DSC
Walau tak mewah, tapi ada restoran untuk bersosialisasi …

????????
Hidup sederhana kayaknya lebih mudah bahagia …

SONY DSC
Jika suasana perdesaan lebih menarik, maka tidak heran jika raja dan orang kaya bikin kastil di kawasan perdesaan …

Planet Earth 71: Amazing Landscape of Glencoe, Scotland


Glencoe merupakan salah satu lokasi wisata yang sangat popular di Skotlandia, antara lain karena lansekapnya yang sangat menakjubkan indahnya, juga karena sejarahnya, serta karena akses menuju ke lokasi ini yang relatif mudah karena berada pada jalur utama ke utara Skotlandia dari Glasgow, yakni melalui jalan A82. Pengunjung ke lokasi ini selain wisatawan umum dengan tujuan untuk menikmati keindahan alamnya, juga banyak para pendaki yang tertantang untuk memanjat tebing dan bukit batu yang banyak terdapat di kawasan ini.

Secara geologis, kawasan ini dulunya merupakan sebuah gunung berapi yang sangat besar (super volcano) yang terakhir kali meletus pada 420 juta tahun yang lalu pada perioda Silurian dan sekarang sama sekali sudah tidak aktif lagi. Lansekap yang sekarang terbentuk selain akibat letusan gunung berapi tersebut, juga akibat proses glasiasi selama zaman es 10 ribu tahun yang lalu.

Saat ini, kawasan Glencoe ini merupakan bagian dari National Scenic Area of Ben Nevis and Glencoe yang dimiliki dan dikelola oleh National Trust for Scotland (NTS). Lahan kawasan ini dibeli oleh NTS pada tahun 1930-an dengan menggunakan dana sumbangan dari Scottish Mountaineering Club (SMC) yang ternyata sebagian besar dana ini berasal dari uang pribadi Percy Unna.

Percy Unna mengajukan beberapa harapan tentang bagaimana NTS hendaknya mengelola kawasan ini, terutama terkait pengaturan akses dan pemeliharaan agar kawasan ini tetap terjaga kealamiannya. Prinsip pengelolaan kawasan ini kemudian dikenal sebagai the Unna Principles, yang sampai sekarang masih dipegang teguh oleh NTS. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika kawasan ini tetap terpelihara kealamiannya. Selain sedikit lahan pertanian (umumnya pengembalaan ternak), satu-satunya pemukiman dalam wilayah ini adalah desa Glencoe yang berada di ujung barat kawasan, berdekatan dengan Invercoe yang terletak di muara Sungai Coe ke danau Leven atau Loch Leven.

Glencoe juga menyimpan sejarah kelam di masa lalu, yang dikenal sebagai pembunuhan massal Glencoe terhadap 38 pria anggota Clan MacDonald of Glencoe oleh tamu yang telah dijamu dan menginap di rumah-rumah mereka di tiga lokasi (Invercoe, Inverrigan, dan Achnacon) secara berbarengan pada subuh tanggal 12 Februari 1692. Selain para pria itu, 40 wanita dan anak-anak juga meninggal karena rumah mereka yang dibakar saat pembunuhan massal tersebut terjadi. Pembunuhan massal ini dilatarbelakangi karena Clan MacDonald tersebut terlambat menyampaikan secara langsung sumpah setianya kepada William dan Mary sebagai monarki baru pada waktu itu.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

????????

Planet Earth 70: The Royal Mile in Edinburgh


The Royal Mile merupakan poros jalan utama yang berada di tengah kawasan kota tua Edinburgh. Jalan ini menanjak mulai dari Queen Palace atau disebut juga Palace of Holyroodhouse pada ujung yang paling rendah menanjak menuju Edinburgh Castle yang berada di atas bukit. Jalan ini secara tradisi selama sekitar 500 tahun terakhir merupakan rute prosesi raja atau ratu, oleh sebab itu dinamakan The Royal Mile.

Sepanjang jalan ini banyak terdapat dan masih terpelihara baik bangunan-bangunan bersejarah, termasuk Gladstone’s Land, Writers’ Museum, Mary King’s Close, John Knox House, dan Museum Edinburgh. Sepanjang sisi kiri dan kanan jalan ini banyak terlihat gang sempit atau tangga yang merupakan akses menuju jalan ini. Sangat mengesankan suasana kota tua. Di sisi jalan ini juga terdapat St Giles Cathedral yang berdiri kokoh dan megah dengan bagian atapnya terdapat ornament berbentuk mahkota. Katedral ini dibangun pada masa King David I tahun 1120-an. Di depan katedral terhampar plaza yang berbentuk hati.

Gedung Parlemen Skotlandia yang baru dengan gaya arsitektur modern dan unik dirancang oleh Enric Miralles, juga terdapat di sisi jalan ini pada posisi dekat dengan Queen Palace.

Saat ini the Royal Mile merupakan kawasan yang paling banyak dikunjungi turis yang berkesempatan berkunjung ke Edinburgh (merupakan ibukota Skotlandia). Lokasi ini tergolong mudah dijangkau karena stasiun kereta api Waverley dan stasiun bus Saint Andrew’s Square juga tak jauh dari sini, masih dalam jangkauan untuk berjalan kaki. Selain banyak tempat bersejarah, di sepanjang the Royal Mile banyak dijumpai restoran dan toko cinderamata khas Skotlandia. Menurut saya the Royal Mile merupakan kawasan yang wajib dikunjungi jika berkesempatan berkunjung ke Edinburgh.

Sepanjang jalan ini juga sering dijumpai orang meyajikan pertunjukan tradisional, misalnya meniup bagpipe, berpakaian tradional skotlandia, atau pertunjukan lainnya. Jika berkenan, anda dipersilahkan untuk memberi koin ke tempat yang mereka sediakan sebagai bentuk apresiasi.

SONY DSC
Queen Palace atau Palace of the Holyroodhouse

SONY DSC
Cafe di depan Queen Palace

SONY DSC
Saint Giles Cathedral

SONY DSC
The Hub

SONY DSC
Peniup Bagpipe

SONY DSC
The Scotch Whisky Experience

SONY DSC
Suasana jalan The Royal Mile

SONY DSC
Edinburgh Castle

Planet Earth 69: The Shard London – The Tallest Building in Western Europe


Gedung The Shard di London ini sempat menjadi gedung tertinggi di Benua Eropah pada saat selesai dibangun (Juli 2012), tetapi kemudian kalah tinggi dibanding Mercury City Tower di Moscow yang pada saat topped out pada tanggal 1 November 2012 telah mencapai 339 meter.

Membangun proyek raksasa hampir selalu menimbulkan kontroversi, termasuk pembangunan pencakar langit ini. Pihak yang tidak setuju khawatir bahwa kehadiran menara dengan arsitektur modern ini akan mengalahkan keindahan arsitektur bangunan-bangunan peninggalan sejarah dan budaya Inggris, termasuk dikhawatirkan akan menutupi pandangan ke arah Saint Paul’s Cathedral.

Rencana awalnya, tinggi menara ini ditargetkan 1.200 kaki terdiri dari 87 lantai dengan taksiran biaya pembangunannya mencapai £600,000,000; tetapi kemudian dirancang ulang sehingga tingginya menjadi 310 meter atau 1.016 kaki. The Shard menggunakan konstruksi yang berbeda dengan kebanyakan gedung tinggi yang menggunakan rangka baja pada bagian atas dan beton di bagian bawah, yakni dengan melakukan sebaliknya, yakni rangka baja di bagian bawah dan beton di bagian atas. Pertimbangan utamanya adalah penggunaan rangka baja pada bagian bawah agar dapat membangun ruang yang lebih luas untuk perkantoran dengan tanpa perlu banyak tiang (longer column-free spans); sedangkan penggunaan beton di bagian atas untuk hunian akan mampu mengurangi kebisingan dan agar lebih stabil ketika diterpa angin kencang.

Eksterior bangunan dilapisi dengan kaca ‘extra white’ agar mampu memantulkan cahaya dan citra langit lebih jelas dibandingkan dengan bahan lain. Efek dari penggunakan jenis kaca ini adalah pada kondisi cuaca tertentu bagian puncak menara ini memiliki warna yang sangat mirip dengan warna langit sehingga nyaris tak terlihat. Efek lainnya penampilan luar menara ini berubah-ubah sesuai perubahan iklim.

Proses perizinan membangun The Shard mulai diajukan bulan Maret 2001, tetapi pembangunannya baru dimulai pada bulan Februari 2009, antara lain karena adanya kontroversi dan persoalan pendanaan. Konstruksi selesai dikerjakan pada tahun 2012 dan dilakukan inaugurasi pada bulan Juli 2012. Pembangunan menara ini menghabiskan biaya sekitar £450,000,000.

Rancangan The Shard dilakukan oleh arsitek Renzo Piano.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Planet Earth 68: X-mas Market at Thames Southbank, London


Setiap tahun menjelang natal ada tradisi baru yang sudah berlangsung selama 6 tahun terakhir, yakni pasar natal bernuasa Jerman yang diselenggarakan di tepian selatan Sungai Thames antara London Eye sampai ke jembatan Waterloo atau sepanjang ‘Queen Walk’. Pasar natal ini dimulai tanggal 15 November sampai 24 Desember setiap tahun. Aktivitas dimulai jam 11.00 sampai jam 21.00 pada hari kerja; sedangkan pada akhir pekan dimulai 1 jam lebih awal, yakni jam 10.00 pagi.

Sebanyak sekitar 80 kios yamg dibuat dari kayu dengan dekorasi yang unik dan beragam. Pada kios-kios ini dijual berbagai ragam makanan tradisional Jerman, produk kerajinan tangan, dan hadiah natal yang unik, termasuk beragam mainan yang terbuat dari kayu atau kain, perhiasan yang unik, sabun buatan rumah tangga, dan produk lainnya yang berkaitan dengan kebutuhan musim dingin. Makanan dan minuman yang khas Jerman, misalnya ‘mulled wine’, bratwurst, roti jahe, berbagai jenis kacang yang disangrai (roasted nuts).

Selain itu juga untuk memeriahkan suasana dan mewujudkan suasana menjelang natal, ada juga permainan untuk anak-anak, misalnya carousel, seperti permainan di pasar malam kalau di Indonesia.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Planet Earth 67: The London Eye


London Eye merupakan roda raksasa yang menyerupai bentuk roda sepeda (giant ferris wheel) yang berputar perlahan. Butuh waktu 30 menit untuk menyelesaikan 1 putaran. Pada sisi luar lingkaran roda, dilekatkan sebanyak 32 kapsul transparan untuk penumpang/pengunjung. Berat tiap kapsul sekitar 10 ton dan dapat menampung 25 penumpang yang boleh bergerak bebas, walaupun di bagian tengah kapsul disediakan tempat duduk. Kapsul ini ikut berputar dengan arah berlawanan secara tersinkronisasi dengan akurat sehingga posisi lantai di dalamnya, tempat penumpang berdiri selalu datar. Dengan demikian maka penumpang tidak menyadari bahwa kapsul tersebut sesungguhnya ikut berputar menyesuaikan dengan laju perputaran roda raksasa ini. Karena putaran rodanya yang lambat, maka roda terus berputar saat penumpang naik maupun turun.

Tinggi struktur London Eye ini secara keseluruhan (struktur penyangga + roda raksasa + kapsul pada saat mencapai posisi tertinggi) adalah 135 meter; sedangkan diameter rodanya sendiri adalah 120 meter. Pada saat didirikan (1999), London Eye merupakan ferris wheel tertinggi di dunia, tetapi saat ini hanya berada pada urutan ketiga, setelah Star of Nanchang (didirikan tahun 2006) yang mempunyai tinggi 160 meter dan Singapore Flyer (didirikan tahun 2008) dengan tinggi 165 meter. Namun demikian, London Eye masih memegang rekor tertinggi di Eropah.

London Eye tetap menjadi atraksi rekreasi yang banyak dikunjungi, yakni mencapai lebih dari 3,5 juta pengunjung per tahun. Daya tarik ini antara lain karena lokasinya yang berada di pusat kota London, di tepi selatan Sungai Thames, persisnya diantara Westminster Bridge dan Hungerford Bridge, serta berdekatan dengan banyak bangunan bersejarah dan penting (iconic buildings), sehingga memberi kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati panorama kota London yang spektakuler pada siang maupun malam hari. Sampai tanggal 1 Februari 2013, London Eye merupakan titik tertinggi dimana publik bisa menikmati kota London, sebelum lantai observasi (observation deck) di Lantai 72 gedung The Shard dibuka untuk publik, yang berada pada ketinggian 245 meter.

London Eye sempat beberapa kali berganti nama sesuai dengan pemilik/pengelola/sponsornya, yakni Millennium Wheel, British Airways London Eye, Merlin Entertainments London Eye, dan sejak 20 Januari 2011 menjadi EDF Energy London Eye.

Tim arsitek yang merancang London Eye terdiri dari Frank Anatole, Nic Bailey, Steve Chilton, Malcolm Cook, Mark Sparrowhawk, dan pasangan suami-istri Julia Barfield dan David Marks. Komponen London Eye dibuat atau berasal dari 6 negara Eropah, yakni UK (komponen listrik), Belanda (fabrikasi komponen baja), Itali (seling, kabel), Jerman (bearing ), Ceko (spindle and hub), Perancis (kapsul; dengan bahan kacanya dari Italia).

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Planet Earth 66: The Tower of London


Tidak dapat dipastikan secara tepat kapan Tower of London mulai dibangun, tetapi yang pasti adalah bahwa pada tahun 1070-an, fase awal ‘White Tower’ yang merupakan bagian utama kompleks bagunan ini mulai dikerjakan. Batu untuk pembangunannya diimpor dari Normandy, tetapi pengerjaan pembangunan dilakukan dengan tenaga orang Inggris. Tada tahun 1100, White Tower selesai dibangunan.

Pada masa itu, Menara London ini merupakan ‘mega structure’ dengan dimensi 36 m x 32,5 m dan pada sisi selatan (dengan permukaan tanah yang paling rendah), tinggi menara ini mencapai 27,5 m. Bangunan Menara London ini terlihat sangat dominan menguasai cakrawala kota London pada waktu tersebut.

Menara London sebetulnya tidak dirancang untuk tempat tinggal raja/ratu Inggris, walaupun beberapa raja sempat menjadikannya tempat kediamannya. Bangunan ini lebih dirancang sebagai benteng. Oleh sebab itu disekeliling bangunan ini dibangun tembok pada sisi selatan dan timur; sedangkan pada sisi utara dan barat digali kanal selebar mencapai 7,5 m dan kedalaman mencapai 3,4 m. Fungsi Menara London sebagai benteng pertahanan berlangsung sampai akhir abad ke 19. Pada abad ke 14, di sekitar Menara London ditambah dengan beberapa bangunan tambahan yang terpisah dari bangunan menara, sehingga fungsinya sebagai benteng menjadi lebih kuat.

Pada tahun 1845, kanal yang gali untuk melindungi Menara London dikeringkan sehingga hanya menjadi parit kering. Pengeringan kanal ini dilakukan karena bau kurang sedap dari air yang menggenangi kanal tersebut. Selanjutnya pada tahun 1850-an, arsitek Anthony Salvin ditugaskan untuk merenovasi kompleks Menara London ini sekaligus menata rancangan bangunannya agar lebih bernuansa ‘medieval’ dan lebih indah dipandang. Hal ini dilakukan lebih untuk tujuan agar Menara London menjadi lebih menarik bagi para pengunjung. Pada penghujung era kekuasaan Ratu Victoria, tahun 1901, tercatat tidak kurang dari 1 juta pengunjung telah menapakkan kakinya di Menara London dalam setahun.

Sekarang Menara London telah menjadi obyek wisata yang dikenal secara luas. Pengunjungnya sudah lebih dari 2 juta setahun, berdatangan dari seluruh penjuru dunia. Menara London ini terletak persis bersebelahan dengan Tower Bridge.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

%d blogger menyukai ini: