Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Hasil Jajak Pendapat 04: Meningkatkan Alokasi APBN untuk Penelitian

Hasil Jajak Pendapat 04: Meningkatkan Alokasi APBN untuk Penelitian


Pada Jajak Pendapat 04 (JP4) ditanyakan:

Menurut dugaan anda, mengapa pemerintah belum mau meningkatkan alokasi anggaran untuk penelitian di Indonesia?

Berdasarkan jawaban dari 115 (seratus lima belas) responden (voter), maka rekapitulasi hasilnya adalah:

Poll 04

Dari total responden, 32,17% menduga bahwa pemerintah belum meningkatkan alokasi anggaran untuk penelitian karena banyak sektor pembangunan lain yang lebih perlu diprioritaskan. Ungkapan ini merupakan cara lain untuk mengatakan bahwa pemerintah menganggap bidang iptek belum perlu diprioritaskan saat ini. Hal ini kontradiktif dengan apa yang dicantumkan dalam dokumen formal yang menjadi panduan kebijakan dan peraturan perundangan yang telah diterbitkan pemerintah, misalnya MP3EI yang menempatkan secara jelas pembangunan SDM dan iptek sebagai salah satu dari 3 strategi utama untuk percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. Demikian pula dalam RPJP 2025.

Secara hakiki, tidak ada yang dapat membantah bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas dan kuantitas SDM yang dimiliki serta relevansi dan kualitas iptek yang dikuasai. Namun demikian, keengganan pemerintah menaikkan alokasi anggaran penelitian dalam konteks saat ini adalah karena penelitian yang dilakukan (di masa lalu dan sampai saat ini terkesan) tidak relevan dengan realita persoalan dan kebutuhan sehingga tidak berdampak nyata pada pembangunan perekonomian, sebagaimana yang diduga oleh 38,26% responden pada jajak pendapat ini.

Tak terlalu banyak responden yang menduga bahwa keengganan pemerintah menaikkan anggaran tersebut terkait dengan kualitas ilmiah hasil penelitian yang rendah, sehingga tidak nyata berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan (15.65%) maupun karena pemerintah tidak yakin kementerian/lembaga/universitas mampu mengelola anggaran yang lebih besar (13.91%).

Berdasarkan hasil jajak pendapat ini maka diduga keengganan pemerintah untuk menaikkan anggaran lebih disebabkan karena belum dirasakan kemanfaatan dan kontribusi iptek terhadap pembangunan dibandingkan karena persoalan kualitas ilmiah dan kapasitas pengelolaan kelembagaan iptek.

Rekomendasi logisnya adalah komunitas pengembang iptek perlu lebih memperhatikan realita kebutuhan dan persoalan nyata pembangunan bangsa sebagai referensi dalam memilih dan memfokuskan kegiatan penelitian di masa yang akan datang. Tentu dengan tetap berpegang teguh pada kaedah ilmiah dan etika akademik, sehingga kegiatan penelitian tidak hanya bermutu tinggi secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dan persoalan bangsa sehingga akan lebih bermanfaat bagi pembangunan.

Jika komunitas iptek berkontribusi nyata dan signifikan terhadap kemajuan peradaban bangsa dan kesejahteraan rakyat, maka sangat diyakini aliran anggaran penelitian akan juga lebih lancar dan signifikan. Hanya saja hubungan sebab-akibat ini layaknya harus dimulai dari pihak pengembang iptek dan mulai dari sekarang.

Ucapan Terima Kasih: [Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh 115 responden (voters) yang telah meluangkan waktunya untuk berpartisipasi pada jajak pendapat ini. Semoga apa yang telah kita lakukan bersama melalui jajak pendapat ini bisa memperkaya pengetahuan kita dan teman-teman lainnya yang tertarik dengan pengelolaan iptek]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: