Benyamin Lakitan

Beranda » Photography » Culture » Indonesia 101: Pendaratan Ikan di Tahuna

Indonesia 101: Pendaratan Ikan di Tahuna


Nelayan tradisional di Tahuna menggunakan ‘pump boat’ (peraku kecil bercadik dengan mesin modifikasi dari mesin pompa air). Perahunya dibuat dari bahan kayu lapis (triplex) yang diberi rangka. Informasinya bahan pembuatan perahu ini didatangkan dari Filipina. Bukan cuma bahan kayu untuk pembuatan kapal, banyak juga perahu ini diawaki oleh nelayan Filipina walaupun kapalnya secara legal dimiliki oleh orang Tahuna. Pump boat ini beragam ukurannya, ada yang cuma diawaki oleh dua orang nelayan dan ada yang lebih besar. Ada juga nelayan yang menggunakan perahu kecil tanpa mesin untuk satu orang, cuma didayung. Nelayan tradisional ini menangkap ikan dengan cara memancing yang menggunakan beragam jenis pancing, tergantung pada jenis ikan yang akan ditangkap.

Penangkapan ikan dengan kapal yang besar juga dilakukan dengan menggunakan jaring yang dikenal oleh masyarakat setempat sebagai ‘pajeko’. Kapal besar ini dimiliki oleh pemodal dengan awak dari nelayan lokal. Pajeko menangkap ikan lebih jauh dari garis pantai.

Baik nelayan tradisional yang menggunakan perahu tanpa mesin atau pump boat; dan nelayan yang menggunakan pajeko melakukan kegiatan penangkapan pada malam hari dan mendaratkan hasil tangkapannya pada subuh sampai pagi hari (sampai sekitar jam 9 pagi).

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

????????

????????

Iklan

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: