Benyamin Lakitan

Beranda » 2014 » Juni

Monthly Archives: Juni 2014

Indonesia 127: Pantai Nusa Dua, Bali


Pantai Nusa Dua Bali merupakan salah satu pantai pasir putih terindah di Indonesia. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika di sepanjang pantai ini berjajar hotel atau resort mewah. Laut di kawasan ini relatif tenang, apalagi di laut di depan garis pantai sudah banyak dibuat tumpukan batu atau balok semen secara masif sebagai pemecah ombak, sehingga ombak yang mencapai pantai pasir lebih tenang dan abrasi menjadi minimal.

Pantai ini menghadap ke timur, sehingga lebih indah pada saat matahari terbit (sunrise).

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Indonesia 126: Masjid At Taqwa Balikpapan


Masjid At Taqwa ini dibangun tahun 1922 M, berlokasi di pusat kota Balikpapan. Posisinya berdekatan dengan pasar Klandasan dan kegiatan bisnis lainnya, serta juga dekat dengan kantor pemerintahan, termasuk Kantor Walikota dan Gedung DPRD Kota Balikpapan.

Masjid ini terdiri dari 3 lantai, dimana lantai dasar dipergunakan untuk berbagai acara keagamaan; sedangkan lantai 1 dan 2 digunakan untuk melaksanakan sholat berjamaah. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keislaman di Balikpapan. Sebagaimana umumnya arsitektur masjid di Indonesia, masjid ini memiliki sebuah kubah besar di bagian tengahnya. Ada 4 bangunan menara di keempat sisi bangunan utama masjid ini.

Foto-foto ini diambil pada malam hari dengan menggunakan ISO tinggi karena tidak menggunakan tripod.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Indonesia 125: Terminal Baru Bandara Balikpapan


Gedung terminal baru Bandara Sepinggan Balikpapan resmi dioperasikan pada hari Sabtu tanggal 22 Maret 2014. Bandara berkonsep futuristik dikombinasikan dengan interior bernuansa etnik Kalimantan ini dilengkapi sarana pengamanan transportasi udara kelas dunia. Total luas bangunan adalah 17 ribu meter persegi dan ditaksir mampu menampung 10 juta penumpang setahun.

Bandara ini pada awalnya dibangun pada masa sebelum kemerdekaan dan telah beberapa kali direnovasi dan diperluas. Saat ini, fisik terminal Bandara Sepinggan telah mengalami peningkatan hingga delapan kali lipat dibandingkan ukuran sebelumnya. Lokasi kawasan bandara diperuntukan bagi prasarana seperti area parkir, menara pemantau, penambahan garbarata yang sekarang mencapai 11 unit, dan juga airport boutique mall seluas 20 ribu meter persegi.

Bandara ini diberi nama Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, tetapi tetap lebih populer dikenal sebagai Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Slide 50: Jakstrabangnas iptek Untuk Mendukung Daya Saing Perekonomian Bangsa


Semua setuju bahwa iptek dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing perekonomian bangsa manapun, termasuk Indonesia tentunya. Akan tetapi, agar dapat berkontribusi positif terhadap daya saing tersebut, teknologi terlebih dahulu harus digunakan dalam proses pembangunan di berbagai sektor, terutama digunakan dalam proses produksi barang maupun jasa yang dibutuhkan konsumen. Jadi iptek tidak bersifat otomatis akan meningkatkan daya saing perekonomian bangsa.

Akademisi, peneliti, dan perekayasa sering menggerutu karena alokasi anggaran untuk riset dan pengembangan teknologi yang sangat kecil di Indonesia. Tetapi dari sisi lain, kelompok pengembang teknologi ini tidak mau fokus pada pengembangan teknologi yang sesuai atau relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, ataupun pemerintah (khususnya untuk teknologi hankam dan teknologi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik); sehingga sebagaimana terlihat sekarang hanya sedikit sekali teknologi yang dikembangkan di dalam negeri yang digunakan. Gerutuan tentang alokasi anggaran yang rendah ini tidak salah, tetapi gerutuan tersebut akan lebih besar peluang untuk mendapat perhatian pihak pengelola keuangan negara jika dibarengi dengan kinerja pengembang teknologi dalam menghasilkan teknologi-teknologi yang memang kemudian digunakan oleh masyarakat, industri, dan pemerintah.

Ada tiga prasyarat yang harus dipenuhi agar teknologi digunakan, yakni: [1] Secara substansi, teknologi yang dikembangkan sesuai dengan realita kebutuhan; [2] Teknologi yang dikembangkan sepadan dengan kapasitas adopsi pengguna potensialnya, sehingga mampu digunakan; dan [3] Kompetitif terhadap teknologi yang sudah tersedia di pasar.

Persoalannya sekarang, walaupun banyak pihak (terutama dari kelompok pengembang teknologi, yakni akademisi, peneliti, dan perekayasa) mengklaim bahwa banyak teknologi yang telah ‘berhasil’ dikembangkan (dalam bentuk prototipe, model, dll); tetapi sesungguhnya sangat sedikit yang memenuhi tida prasyarat di atas.

Slide untuk presentasi dihadapan peserta Program Pemantapan Pimpinan Daerah (P3DA) VIII Lemhannas yang diselenggarakan pada tanggal 23 Juni 2014 ini secara utuh bisa dilihat disini.

Indonesia 124: Lebak Ogan Ilir, Sumatera Selatan


Di sisi kiri dan kanan jalan raya Palembang-Inderalaya terlihat cukup luas terhampar rawa lebak. Lebak ini dulu pernah dikembangkan saluran drainasinya, tapi terlihat tidak berfungsi atau difungsikan secara optimal. Saat ini, rawa lebak ini belum dikelola secara optimal dan tidak produktif. Ada beberapa spot dalam luasan terbatas pada lebak pematang di kawasan ini ditanami tanaman sayur (cabai, kacang panjang) dan kelihatannya berproduksi dengan baik. Atau juga ditanami dengan tanaman buahan (timun suri atau belewa dalam bahasa lokal setempat, semangka, pepaya). Budidaya tanaman hortikultura ini dilakukan pada musim kemarau, yakni saat lahan tidak tergenang. Namun, demikian umumnya kawasan ini masih belum produktif. Kendalanya terkesan tidak hanya persoalan teknis-agronomis, tetapi juga persoalan terkait dengan status kepemilikan lahan (lahan dikuasai oleh pemilik yang berprofesi non-petani dan tidak tertarik untuk melakukan kegiatan usahatani). Selain itu kendala juga mungkin terkait dengan pertimbangan keekonomiannya jika dimanfaatkan untuk kegiatan usahatani.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Indonesia 123: Reklamasi Teluk Jakarta


Reklamasi pantai dan laut menjadi fenomena yang semakin banyak dilakukan di Indonesia dan juga dunia. Tujuan utamanya adalah untuk perluasan lahan daratan untuk wilayah perkotaan. Pertimbangan ekonomi umumnya lebih dominan dibandingkan dengan pertimbangan ekologis. Namun demikian, upaya reklamasi pantai dan laut ini perlu secara serius mengupayakan agar dampak negatifnya terhadap ekosistem perairan menjadi seminimal mungkin. Selain di Teluk Jakarta, kegiatan reklamasi ini sudah dilakukan di Manado dan Balikpapan.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Indonesia 122: Pasar Tradisional di Lantai Bawah Hotel Berbintang


Belum pernah saya melihat ada pasar basah tradisional yang menjual ikan, daging, ayam, dan sayuran yang terintegrasi dalam satu bangunan dengan hotel berbintang, kecuali di Balcony City, Balikpapan. Selain itu di komplek bangunan ini ada juga mall. Namun mall-nya sepi pengunjung dan banyak toko yang tutup. Beberapa restoran masih buka, tersebar di berbagai lantai, tidak mengumpul di satu lantai.

Saya lebih fokus untuk melakukan observasi pada bagian pasar tradisional yang menjual ikan dan pangan laut lainnya. Di pasar ini dijual berbagai jenis ikan basah, sebagian juga ada yang dalam kondisi hidup, tetapi sangat terbatas yang menjual produk ikan olahan. Ada yang menjual potongan sirip ikan pari yang diasap. Jenis ikan yang dijual termasuk ikan laut hasil tangkapan (tenggiri, bawal, ikan karang, udang, kepiting, dan cumi); ikan budidaya air payau (bandeng); dan ikan air tawar (gabus, lele).

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

%d blogger menyukai ini: