Benyamin Lakitan

Beranda » Photography » Culture » Indonesia 115: Perjalanan Kelapa Pasang Surut Sumsel

Indonesia 115: Perjalanan Kelapa Pasang Surut Sumsel


Di lahan rawa pasang surut pantai timur Sumatera Selatan (Sumsel), banyak masyarakat yang berkebun kelapa, karena kelapa dapat tumbuh baik pada kawasan ekosistem rawa pasang surut ini. Pemeliharaan tanaman kelapa juga tidak membutuhkan perhatian yang intensif, sehingga curahan tenaga kerja dan biaya usahatani yang harus dikeluarkan tidak besar. Pada awalnya, lahan tersedia luas untuk membuat kebun kelapa bagi masyarakat lokal maupun transmigran. Namun sekarang kenyataannya semakin sulit mencari lahan untuk usahatani baru di kawasan rawa pasang surut di Sumsel.

Persoalan yang dihadapi untuk pengembangan perkebunan kelapa di lahan rawa Sumsel adalah: [1] aksesibilitasnya masih rendah karena infrastruktur transportasi darat masih belum baik dan jaringan jalan yang ada belum dapat menjangkau seluruh wilayah yang potensial; [2] kesulitan akses dan kondisi infrastruktur jalan yang belum baik menyebabkan ongkos angkut menjadi mahal; sedangkan dari sisi lain harga kelapa tergolong rendah.

Untuk mengurangi ongkos angkut yang mahal, ternyata petani di rawa pasang surut mampu mengembangkan ide kreatifnya, yakni memanfaatkan saluran air untuk mengangkut kelapa. Buah kelapa yang sudah tua akan mengapung di permukaan air. Pasang surut air menimbulkan aliran air dalam saluran. Pada saat laut pasang, air mengalir masuk ke lahan rawa; sebaliknya pada saat laut surut maka air mengalir keluar. Perilaku aliran air dalam saluran ini dimanfaatkan untuk membawa kelapa tua yang mengapung dari kebun kelapa ke lokasi yang dekat dengan jalan darat yang sudah ada. Di lokasi dekat jalan ini, kelapa diangkat dari saluran ke darat. Kemudian dikupas sabutnya untuk mengurangi berat dan volumenya. Pengupasan sabut kelapa ini memberikan lapangan kerja bagi masyarakat desa. Setelah dikupas sabutnya, baru kelapa dimuat ke mobil truk untuk diangkut ke pasar.

SONY DSC
Kelapa tua yang dipanen, dijatuhkan ke saluran air

SONY DSC
Kelapa dihanyutkan dalam saluran air

SONY DSC
Kelapa diangkat dari saluran air, dengan menggunakan alat sejenis tombak

SONY DSC
Di pinggir jalan, kelapa dikupas sabutnya

SONY DSC
Pengupasan sabut dilakukan dengan menggunakan alat sederhana yang dibuat sendiri oleh masyarakat

SONY DSC
Kelapa tanpa sabut diangkut dengan truk ke pasar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: