Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Slide Presentation » Slide 50: Jakstrabangnas iptek Untuk Mendukung Daya Saing Perekonomian Bangsa

Slide 50: Jakstrabangnas iptek Untuk Mendukung Daya Saing Perekonomian Bangsa


Semua setuju bahwa iptek dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing perekonomian bangsa manapun, termasuk Indonesia tentunya. Akan tetapi, agar dapat berkontribusi positif terhadap daya saing tersebut, teknologi terlebih dahulu harus digunakan dalam proses pembangunan di berbagai sektor, terutama digunakan dalam proses produksi barang maupun jasa yang dibutuhkan konsumen. Jadi iptek tidak bersifat otomatis akan meningkatkan daya saing perekonomian bangsa.

Akademisi, peneliti, dan perekayasa sering menggerutu karena alokasi anggaran untuk riset dan pengembangan teknologi yang sangat kecil di Indonesia. Tetapi dari sisi lain, kelompok pengembang teknologi ini tidak mau fokus pada pengembangan teknologi yang sesuai atau relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, ataupun pemerintah (khususnya untuk teknologi hankam dan teknologi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik); sehingga sebagaimana terlihat sekarang hanya sedikit sekali teknologi yang dikembangkan di dalam negeri yang digunakan. Gerutuan tentang alokasi anggaran yang rendah ini tidak salah, tetapi gerutuan tersebut akan lebih besar peluang untuk mendapat perhatian pihak pengelola keuangan negara jika dibarengi dengan kinerja pengembang teknologi dalam menghasilkan teknologi-teknologi yang memang kemudian digunakan oleh masyarakat, industri, dan pemerintah.

Ada tiga prasyarat yang harus dipenuhi agar teknologi digunakan, yakni: [1] Secara substansi, teknologi yang dikembangkan sesuai dengan realita kebutuhan; [2] Teknologi yang dikembangkan sepadan dengan kapasitas adopsi pengguna potensialnya, sehingga mampu digunakan; dan [3] Kompetitif terhadap teknologi yang sudah tersedia di pasar.

Persoalannya sekarang, walaupun banyak pihak (terutama dari kelompok pengembang teknologi, yakni akademisi, peneliti, dan perekayasa) mengklaim bahwa banyak teknologi yang telah ‘berhasil’ dikembangkan (dalam bentuk prototipe, model, dll); tetapi sesungguhnya sangat sedikit yang memenuhi tida prasyarat di atas.

Slide untuk presentasi dihadapan peserta Program Pemantapan Pimpinan Daerah (P3DA) VIII Lemhannas yang diselenggarakan pada tanggal 23 Juni 2014 ini secara utuh bisa dilihat disini.

Iklan

3 Komentar

  1. Roza berkata:

    materi yang bagus sekali pak.. saya unduh ya pak..
    saya rasa bukan hanya pejabat yang merakyat.. tapi “teknologi juga merakyat”..alias mudah diadopsi oleh para pengguna dan bersaing.. (berdaya guna dan berdaya saing sehingga dapat membuat negara ini berdaya)

  2. Hary Budiarto berkata:

    Terima kasih pak telah memberikan pencerahan di Lemhannas PPRA 51, ada satu pertanyaan pak, Bagaimanakah persiapan Menristek dg adanya UU Minerba yang baru dalam peningkatan kapasitas IPTEK sistem produksi untuk SMELTER ?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: