Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Sisipan » Sisipan 33: Tenun dan Batik Sasambo, Produk Kreatif Masyarakat Kota Bima

Sisipan 33: Tenun dan Batik Sasambo, Produk Kreatif Masyarakat Kota Bima


Indonesia kaya akan ragam kain tenun, sebagian masih dirajut secara manual dengan hanya menggunakan alat tenun sederhana, atau lebih populer dikenal sebagai ATBM (alat tenun bukan mesin). Alat tenun ini umumnya dibuat sendiri oleh masyarakat dengan rangka kayu. Kain tenun yang dihasilkan oleh masing-masing daerah pada awalnya biasanya sangat spesifik corak dan warnanya, tetapi kemudian menjadi lebih beragam baik warna maupun coraknya (kadang karena dipengaruhi oleh pemintaan pasar).

Di Bima, saya melihat masih ada juga masyarakat yang menenun dengan ATBM ini. Disamping itu juga mulai dikembangkan batik khas Bima. Tenun dan batik ini dikenal sebagai tenun dan batik ‘Sasambo’. Pusat Pengembangan Industri Kreatif Tenun dan Batik Sasambo ini berlokasi di sebelah Hotel Muthmainnah Kota Bima, yang sekaligus juga menjadi pusat pemasaran tenun dan batik ini.

Untuk menyelesaikan kain tenun sepanjang 6 meter dibutuhkan waktu sekitar satu bulan. Bahan kain ini kemudian bisa dibuat menjadi kemeja atau jenis pakaian lainnya. Kemeja dengan menggunakan bahan kain tenun Bima ini pernah dipakai oleh presiden RI periode yang lalu, sehingga populer dikenal sebagai kemeja tenun dengan nama presiden yang dimaksud.

Tenun Bima 1

Tenun Bima 2

Tenun Bima 3

Tenun Bima 0

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: