Benyamin Lakitan

Beranda » Photography » Indonesia » Indonesia 134 : Usaha Garam Rakyat di Bima

Indonesia 134 : Usaha Garam Rakyat di Bima


Pada kawasan pantai yang landai di Kota Bima banyak dikelola oleh masyarakat untuk memproduksi garam. Banyak masyarakat yang memilih usaha produksi garam antara lain karena biaya investasi lahan dan peralatan serta ongkos produksinya yang relatif kecil sehingga terjangkau oleh kebanyakan masyarakat lokal. Selain itu, usaha produksi garam tradisional ini memiliki resiko yang juga lebih kecil dibandingkan dengan usaha tani. Selain untuk produksi garam, pada hamparan kawasan ini juga banyak masyarakat yang membuat tambak untuk budidaya ikan bandeng.

Hamparan lahan produksi garam tradisional yang luas dapat dilihat di lahan pantai sekitar Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima. Usaha garam rakyat yang intensif dapat dijumpai di Kecamatan Bolo dan Woha, Kabupaten Bima. Pembuatan garam di Bima umumnya menggunakan sistem penguapan air laut dengan
memanfaatkan sinar matahari (Solar Evaporation). Luas kepemilikan lahan garam umumnya kurang dari 1 hektar/petani dengan total produksi sekitar 10-15 ton garam kasar per tahun.

Petani Garam Bima 1

Petani Garam Bima 2

Petani Garam Bima 3

Petani Garam Bima 4

Petani Garam Bima 5

Petani Garam Bima 6

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: