Benyamin Lakitan

Beranda » Photography » Architecture » Indonesia 141: Asi Mbojo, Bima

Indonesia 141: Asi Mbojo, Bima


Pada awal abad ke 17, masyarakat Bima masih memeluk agama Hindu. Kemudian setelah Raja Bima XXVII menikah dengan adik dari isteri Sultan Makassar Alauddin bernama Daeng Sikontu, ia memeluk agama Islam pada tahun 1640. Setelah memeluk agama Islam, ia diberi gelar Sultan, dan sejarah mencatatnya sebagai Sultan Bima I atau dikenal juga sebagai Sultan Abdul Kahir. Sejak itu, ajaran agama Islam menyebar luas di Bima dan sekarang menjadi agama mayoritas yang dianut masyarakat Bima.

Jejak perkembangan peradaban Islam di Bima terlihat dari keberadaan masjid di lingkungan istana Kesultanan Bima yang dibangun oleh Sultan Abdul Kadim Muhammad Syah, Sultan Bima VII pada tahun 1737. Masjid ini masih ada sampai sekarang, walaupun mungkin dengan berjalannya waktu masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Sekarang masjid ini dikenal sebagai Masjid Sultan Muhammad Salahuddin.

Istana Kesultanan Bima juga disebut Asi Mbojo, yang dalam bahasa lokal berarti tempat keluarnya sesuatu, yakni berupa hukum pemerintahan aturan-aturan dalam bermasyarakat dan sebagainya, semuanya terpusat di dalam Asi, bisa dikatakan istana sebagai pusat pemeritahan, sedangkan Mbojo adalah nama suku yang ada di Bima.

Istana ini sekarang sudah berubah fungsi menjadi museum, yang dulunya sempat tidak terwat, dan diambil alih oleh pemerintah pada tahun 1986 Bupati Bima H. Umar Harun, kemudian dijadikan museum, peninggalan kesultanan bima dapat dilihat juga di Istana, beberapa koleksi kesultanan Bima, yaitu mahkota emas Sultan, Keris Sultan, dan lain-lain.

Salah satu jejak peradaban Islam di Bima adalah Masjid Kesultanan Bima yang terletak di pusat Kota Bima. Masjid berusia tiga abad yang masih berdiri kokoh di tepi alun-alun kota, yang disebut warga setempat sebagai Lapangan Sera Suba, itu Pembangunan selanjutnya dilakukan oleh putranya, Sultan Abdul Hamid, yang mengubah bentuk atap rumah ibadah itu menjadi atap bersusun tiga, mirip atap Masjid Menara Kudus di Jawa Tengah.

Asi Mbojo 1

Asi Mbojo 2

Asi Mbojo 4

Asi Mbojo 5

Asi Mbojo 6

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: