Benyamin Lakitan

Beranda » Photography » Culture » Indonesia 143: ‘Benhur’ sebagai Sarana Transportasi Rakyat di Bima

Indonesia 143: ‘Benhur’ sebagai Sarana Transportasi Rakyat di Bima


Delman di Bima dikenal sebagai ‘benhur’, bentuknya berbeda dengan delman di Jakarta atau di Pulau Jawa pada umumnya. Benhur lebih sederhana desainnya dan menggunakan roda dari ban mobil ukuran kecil dengan rangka badannya dari kayu. Sebutan benhur biasanya hanya untuk delman yang didesain untuk angkutan manusia dan di beri atap untuk melindungi penumpang dari panas dan hujan; sedangkan jenis yang khusus digunakan untuk angkutan barang disebut sebagai ‘gerobak’ yang badannya hanya berupa bak dari kayu tanpa atap.

Sampai saat ini (2014) benhur dan gerobak ini masih menjadi sarana transportasi orang dan barang yang utama di Kota Bima. Pilihan sarana transportasi ini terkait dengan banyaknya kuda yang dapat dimanfaatkan sebagai hewan penarik, biaya pembuatannya tidak rumit dan relatif tidak mahal, dan biaya operasionalnya murah karena tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM), sehingga ongkos yang dibebankan kepada penumpang juga relatif murah dan terjangkau oleh masyarakat. Keuntungan lain adalah lebih akrab lingkungan karena tidak menghasilkan polusi udara. Walaupun demikian, kotoran kuda akan sering terlihat di jalan raya yang dilalui benhur.

Benhur Bima 1

Benhur Bima 2

Benhur Bima 3

Benhur Bima 4

Benhur Bima 5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: