Benyamin Lakitan

Beranda » Photography » Flora & Fauna » Indonesia 150: Konservasi Hutan Bakau Tarakan

Indonesia 150: Konservasi Hutan Bakau Tarakan


Hutan bakau atau hutan mangrove adalah hutan di lahan rawa payau yang dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini umum dijumpai di pantai teluk yang terlindung dari ombak besar atau di muara sungai di mana sedimentasi lumpur terbentuk. Tidak banyak jenis spesies tumbuhan yang dapat tumbuh baik pada ekosistem hutan bakau ini, karena harus mampu beradaptasi pada kondisi pantai berlumpur (tergenang atau jenuh air, sehingga aerasi tanahnya buruk dan miskin oksigen), pengaruh salinitas tinggi dari air laut, dan terpaan ombak.

Spesies yang umum dijumpai mempunyai karakteristik antara lain mempunyai sistem perakaran tunjang untuk tetap dapat berdiri tegak menghadapi terpaan ombak (Rhizophora spp.), mempunyai akar napas yang muncul dari dalam lumpur ke permukaan sebagai cara menyerap oksigen langsung dari udara (Avicennia spp. dan Sonneratia spp.). Untuk mengatasi salinitas yang tinggi, tumbuhan bakau mengeluarkan kelebihan garam melalui kelenjar di bawah daunnya, mengembangkan sistem perakaran yang hampir tak tertembus air garam, atau garam diakumulasikan di daun tua dan akan terbuang bersama gugurnya daun.

Fungsi utama hutan bakau adalah untuk melindungi pantai dari abrasi atau pengikisan, selain menjadi habitat utama bagi beberapa spesies fauna.

Indonesia mempunyai kawasan hutan bakau terluas di dunia. Luas hutan bakau Indonesia ditaksir antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar atau mencapai 25 persen dari total luas mangrove dunia. Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di pantai timur Sumatera, pantai barat dan selatan Kalimantan, pantai utara Jawa, dan pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.

Namun untuk melihat langsung hutan bakau yang masih alami dan mudah dicapai, maka anda dapat mengunjungi Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan di dalam kota Tarakan. Kendaraan anda bisa parkir langsung di depan pintu gerbang hutan mangrove ini. Beberapa hotel berada pada jarak tempuh berjalan kaki kurang dari 15 menit. Total luas kawasan konservasi ini mencapai sekitar 22 hektar. Selain melihat berbagai spesies tumbuhan hutan bakau, pengunjung juga bisa melihat monyet bekantan di habitat aslinya disini dan beberapa jenis satwa lainnya.

Mangrove Tarakan 1

Mangrove Tarakan 2

Mangrove Tarakan 3

Mangrove Tarakan 4

Mangrove Tarakan 5

Mangrove Tarakan 6

Mangrove Tarakan 7

Mangrove Tarakan 8

Mangrove Tarakan 9

Iklan

1 Komentar

  1. […] Hutan bakau atau hutan mangrove adalah hutan di lahan rawa payau yang dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini umum dijumpai di pantai teluk yang terlindung dari ombak besar atau di muara sungai di mana sedimentasi lumpur terbentuk. Tidak banyak jenis spesies tumbuhan yang dapat tumbuh baik pada ekosistem hutan bakau ini, karena harus mampu beradaptasi pada kondisi pantai berlumpur (tergenang atau jenuh air, sehingga aerasi tanahnya buruk dan miskin oksigen), pengaruh salinitas tinggi dari air laut, dan terpaan ombak. (source: Benyamin Lakitan) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: