Benyamin Lakitan

Beranda » 2015 » September

Monthly Archives: September 2015

Dasar-dasar Agonomi 04: Pertimbangan dalam Pemilihan Komoditas


Pemilihan jenis tanaman untuk dibudidayakan pada suatu lokasi perlu mempertimbangkan: (1) Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dipengaruhi oleh kondisi iklim (faktor iklim); (2) Sebagian besar unsur hara yang dibutuhkan tanaman bersumber dari tanah (faktor tanah); (3) Masing-masing tanaman mempunyai rentang adaptasi/toleransi yang spesifik terhadap dinamika iklim, kondisi tanah, dan ketersediaan/kelimpahan air (faktor tanaman); (4) Ukuran tanaman menentukan luas ruang tumbuhnya (faktor ruang); dan (5) Tujuan petani dalam membudidayakan tanaman akan mempengaruhi jenis tanaman yang dipilihnya (faktor petani).

Rincian penjelasan tentang 5 faktor pertimbangan tersebut dapat dibaca atau diunduh disini: Materi 04 Dasar-dasar Agronomi

Landscape Ecology 04: Landscape ecology and biodiversity in agricultural landscapes


Agriculture is mainly seen as a threat for biodiversity of agroecosystems. Intensification of agriculture and its expansion into marginal lands has substantially modified the physiognomy of rural landscapes through fragmentation and homogenization, promoting the loss of both natural habitats and biodiversity (Benton et al., 2003). Nevertheless, agricultural landscapes harbor an important range of biodiversity, both within crops and in non-crop habitat (Storkey et al., 2012).

This kind of contrasting arguments have been long associated to debate on increasing contribution of agriculture on supplying global food demand and environmental cost of intensifying agricultural production system.

Landscape ecology’s perspective on this issue can be read and downloaded here: Landscape Ecology 04

Landscape Ecology 03: Sustainability and Landscape Ecology


Although traditional ecology has been successful in tackling a particular class of problems that are relatively well defined and stable, it is suggested that the traditional ecology is not really appropriate for dealing with the more ‘messy’ situations and issues that arise out of problems of organized complexity. It is argued that the integrative landscape ecology is more appropriate when dealing with the type of policy related research that arises in the context of sustainability.

Landscape approach offers holistic assessment and planning tools to define and develop the interface between nature and culture. Hence, landscape, as the place of human interaction with nature appears to be at the heart of sustainability.

More arguments and limitations of Landscape Ecology in context of sustainability can be read and downloaded here: Landscape Ecology 03

Landscape Ecology 02: Urgency and History


The emergence of landscape ecology was driven by many factors, including: (1) Growing awareness of broad-scale environmental issues requiring a landscape perspective; (2) Increasing recognition of the importance of scale in studying and managing pattern-process relationships; (3) Emergence of the dynamic view of ecosystems /landscapes, and (4) Technological advances in remote sensing, computer hardware and software.

Historically, Landscape ecology has been developed since more than 2 centuries ago in European countries. It can be traced to works of Von Humboldt in 1807; eventhough the term of “Landscape ecology” was first coined by Troll in 1939. European’s Landscape Ecology emphasizes on typology, classification, nomenclature and deals mostly with human dominated systems.

On the other hand, Landscape Ecology is relatively a new field of science in North American. It was effectively launched at the Allerton Park, Illinois in 1983. North American’s Landscape Ecology deals more with statistics, models, technology, and theory.

More detail information can be read and downloaded here: Landscape Ecology 02

Manajemen Produksi Tanaman 14: Pengelolaan Hasil dan Pemasaran


Setelah organ hasil dipanen, maka ada 2 alternatif yang perlu dilakukan dalam pengelolaan pascapanen, yakni: [1] dipasarkan dalam bentuk segar, [2] diawetkan atau diolah menjadi produk olahan sebelum dipasarkan. Pengelolaan untuk hasil segar (fresh market) umumnya termasuk: (a) Pencucian & perapihan (washing & trimming); (b)Pemilahan & penggradasian (sorting & grading); (c) Pelapisan lilin (waxing), untuk komoditas tertentu; dan (d) Pengepakan (packing/packaging).

Pengawetan (preserving) didefinisikan sebagai: “Preservation is a process of treating fresh agricultural products to decelerate spoilage, physical appearance drop, taste alteration, or nutritional value; thus, allowing longer period of availability.” Pada prinsipnya, tindakan pengawetan adalah untuk menghambat proses katabolisme organ hasil tanaman setelah dipanen (proses internal) dan mencegah kerusakan akibat aktivitas hama dan mikroba (faktor eksternal). Setelah diawetkan, konsumen/pengguna masih dapat mengenali hasil tanaman tersebut; baik karena bentuk, warna, aroma, atau citarasa asalnya.

Pengolahan (processing) didefinisikan sebagai: “Processing is an act of transforming fresh agricultural product (as raw material) into one or many secondary products that have significantly different physical appearance compared to the original product.” Pada dasarnya pengolahan juga merupakan upaya memperpanjang perioda ketersediaan hasil tanaman. Pengolahan membuka peluang untuk menghasilkan lebih banyak ragam produk dari satu jenis hasil tanaman. Pengolahan dapat juga dilakukan untuk tujuan agar lebih mudah dikonsumsi (pangan) atau lebih praktis digunakan (non-pangan). Produk olahan umumnya masih membawa aroma atau citarasa dari hasil tanaman asalnya.

Secara lengkap slide bahan kuliah ini dapat diunduh disini: Materi 14 – Manajemen Produksi Tanaman

Dasar-Dasar Agronomi 03 – Tanaman dan Lingkungan Tumbuhnya


Metabolisme, pertumbuhan, perkembangan, dan hasil tanaman sangat dipengaruhi oleh proses interaksinya dengan faktor eksternal, yakni tanah dan iklim.

Tanah mempunyai paling tidak 4 fungsi penting bagi tanaman, yakni: (1) sebagai penyangga berdirinya tanaman; (2) sebagai penyedia unsur hara; (3) sebagai penyimpan dan penyedia air; dan sebagai penyaluran oksigen untuk metabolisme akar. Oleh sebab itu tanah perlu dikelola agar optimal dalam mendukung proses produksi tanaman.

Selain itu, metabolisme, pertumbuhan, dan hasil tanaman dipengaruhi oleh unsur-unsur iklim, termasuk intensitas cahaya, panjang hari, total dan intensitas hujan, suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Namun demikian upaya untuk menyesuaikan kondisi unsur-unsur iklim agar optimal untuk tanaman hanya dapat dilakukan pada skala mikro.

Secara lengkap slide bahan kuliah ini bisa diunduh disini:Materi 03 Dasar-dasar Agronomi

Dasar-dasar Agronomi 02: Urgensi, Peran, dan Profesi Agronomi serta Persepsi Masyarakat


Kecenderungan saat ini baik pada tingkat global, nasional, maupun lokal adalah pertumbuhan penduduk yang terus berlangsung, berkurangnya ketersediaan lahan untuk pertanian, peningkatan kesejahteraan secara umum, dan perubahan ‘gaya hidup’, termasuk pola konsumsi pangan. Dalam pola kecenderungan yang seperti ini, para agronomis menghadapi tantangan yang tidak ringan, termasuk: peningkatan kebutuhan pangan dan energi, tuntutan untuk peningkatan produktivitas lahan, meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan, dan peningkatan kualitas dan keamanan pangan.

Ekspektasi publik kepada para agronomis antara lain: membantu upaya peningkatan ketersediaan pangan sesuai dengan kepakarannya, ikut berkontribusi terhadap upaya pemenuhan kebutuhan energi dengan meningkatkan produksi bahan baku untuk produksi bio-energi, menyediakan produk pertanian non-pangan sesuai kebutuhan, dan memelihara fungsi ekosistem dan keindahan lingkungan agar hidup lebih nyaman.

Untuk menjawab tantangan dan ekspektasi publik ini, maka para agronomis bersama pakar lain yang terkait diharapkan mampu mengembangkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas lahan-lahan pertanian dengan tetap memelihara fungsi ekosistem, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memberi peluang bagi semua pihat terkait untuk berperan aktif agar proses produksi tanaman dapat berkelanjutan.

Slide lengkap untuk sesi kuliah ini dapat diunduh disini: Materi 02 Dasar-dasar Agronomi

%d blogger menyukai ini: