Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Course Materials » Manajemen Produksi Tanaman 05 – Pengelolaan Produksi Tanaman Berbasis Agroklimat

Manajemen Produksi Tanaman 05 – Pengelolaan Produksi Tanaman Berbasis Agroklimat


Pengelolaan produksi tanaman tentu harus mempertimbangkan kondisi lahan dan agroklimat setempat. Wilayah Indonesia yang luas menyebabkan adanya keragaman kondisi lahan dan agroklimat. Berdasarkan topografinya, lahan di Indonesia bervariasi dari lahan dataran tinggi atau pegunungan, dataran rendah, sampai lahan basah yang dipengaruhi langsung oleh pasang surut air laut. Kondisi geografisnya yang diapit oleh dua benua dan dua samudera, menyebabkan mayoritas wilayah Indonesia beriklim lembab/basah, tetapi ada sebagian yang tergolong kering.

Ragam agroklimat di Indonesia termasuk: (1) Iklim Tropika Lembab (Humid Tropics); (2) Iklim Tropika Kering (Arid Tropics); (3) Dataran Tinggi Tropis (Tropical Highlands): (4) Lahan Basah (Wetlands); (5) Lahan Kering Masam (Acidic Dry Lands): dan (6) Lahan Suboptimal Lainnya (Other Suboptimal Lands). Masing-masing mempunyai karateristik sendiri-sendiri.

Strategi dalam pengelolaan produksi tanaman berbasis agroklimat ini yang utama adalah: (1) Memahami potensi dan kendala yang dihadapi untuk masing-masing kondisi lahan dan agrokilmatnya; (2) Menganalisis praktek budidaya yang telah dilakukan oleh petani lokal, termasuk kearifan lokal yang menjadi panduan petani setempat; (3) Mempertimbangkan kapasitas teknis dan finansial petani setempat sebagai kandidat pengadopsi teknologi yang dikembangkan; dan (4) Menyerasikan kepentingan ekonomi, ekologi, dan sosial.

Upaya pokok untuk peningkatan produktivitas tanaman mencakup: (1) Membenahi kondisi lahan sebagai substrat tempat tumbuh tanaman, yang menyediakan air, hara, dan penopang tegaknya tanaman; (2) Memodifikasi iklim mikro agar lebih optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman; dan/atau (3) Meningkatkan daya adaptasi tanaman terhadap kondisi spesifik lahan dan agroklimat dimana aktivitas budidaya akan dilakukan, melalui pemuliaan konvensional atau aplikasi bioteknologi.

Perlu selalu diingat bahwa aktor utama yang secara langsung akan mengeksekusi semua program pengelolaan produksi tanaman adalah petani, oleh sebab itu dalam setiap paket program tersebut harus selalu ada upaya untuk meningkatkan peran aktif petani (social inclusiveness). Langkah nyata yang perlu diprioritaskan untuk tujuan ini adalah: (1) Memposisikan kearifan lokal dan praktek budidaya yang dilakukan petani sebagai referensi untuk pengembangan teknologi yang relevan kebutuhan dan persoalan petani; (2) Memadu-serasikan antara kepakaran pengembang dengan preferensi pengguna dalam proses pengembangan teknologi; dan (3) Memberikan apresiasi (akademik dan finansial) kepada para pihak yang berhasil mengembangkan teknologi yang digunakan dalam proses produksi atau pengolahan hasil oleh petani dan/atau pelaku usaha.

Keberlanjutan proses produksi tanaman hanya mungkin diwujudkan jika tiga pilar utama yang menopangnya mendapat perhatian seimbang dan menyeleluruh, yakni: (1) Memperbaiki pendapatan bersih petani dalam rangka meningkatkan motivasinya dalam meningkatkan produksi tanaman (dimensi ekonomi); (2) Menekan dampak negatif dari kegiatan budidaya dan pengolahan hasil pertanian terhadap ekosistem setempat (dimensi ekologi); dan (3) Membuka peluang yang seluas-luasnya bagi petani dan masyarakat perdesaan untuk berperan aktif dalam kegiatan budidaya dan pengolahan hasil tanaman (dimensi sosial).

Slide lengkap sebagai bahan kuliah ini bisa diunduh disini: Materi 05 – Pengelolaan Produksi Tanaman Berbasis Agroklimat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: