Benyamin Lakitan

Beranda » 2015 » Oktober

Monthly Archives: Oktober 2015

Pengantar Ilmu Pertanian 09 : Persoalan Lahan Pertanian di Indonesia


Ada beberapa persoalan pokok terkait lahan pertanian di Indonesia, yakni: [1] laju konversi lahan-lahan pertanian untuk berbagai kepentingan lainnya; [2] degradasi kualitas lahan akibat salah kelola atau karena tercemar oleh bahan-bahan yang dapat meracuni tanaman; [3] fragmentasi lahan akibat pertambahan penduduk. Luas lahan yang dikelola per keluarga tani terus menyempit; [4] lahan-lahan yang masih tersedia untuk budidaya pertanian saat ini hampir seluruhnya tergolong lahan suboptimal yang membutuhkan tambahan biaya agar dapat dikelola menjadi lahan pertanian yang optimal. Selain itu, isu status kepemilikan lahan yang belum difasilitasi secara menyeluruh, sering memposisikan petani/rakyat sebagai pihak yang dirugikan jika terjadi sengketa kepemilikan lahan.

Konversi fungsi lahan didorong oleh meningkatnya kebutuhan lahan untuk pembangunan infrastruktur, kawasan pemukiman, dan industri. Walaupun sudah ada peraturan perundang-undangan untuk melestarikan lahan pertanian yang sudah ada, namun realitasnya konversi terus berlangsung antara lain karena lahan akan menjadi lebih produktif secara ekonomi jika digunakan untuk kegiatan non-pertanian dibandingkan kegiatan pertanian.

Bahan kuliah untuk topik ini dapat diunduh disini: Materi 09 Persoalan Lahan Pertanian di Indonesia

Iklan

Pengantar Ilmu Pertanian 06 : Pemuliaan Tanaman untuk Masa Depan Pertanian


Pemuliaan tanaman (plant breeding) adalah ilmu atau upaya untuk menghasilkan varietas, kultivar, atau klon tanaman yang mempunyai potensi hasil tinggi (high-yielding variety) atau keunggulan lain atau kombinasi dari beberapa sifat unggul. Sifat unggul lain misalnya mampu beradaptasi pada kondisi lingkungan yang tidak optimal, tahan terhadap serangan hama atau mikroba patogenik, atau memberikan hasil dengan kualitas atau karakteristik yang sesuai preferensi konsumen.

Upaya pemuliaan tanaman secara langsung terkait dengan upaya pengubahan susunan/komposisi genetik individu tanaman, dimana hal ini dapat dilakukan melalui prosedur /teknik: [1] Konvensional, melalui seleksi massal (screening) dari koleksi plasma nutfah yang berhasil dikumpulkan atau melalui persilangan; [2] Rangsangan mutasi genetik (induced genetic mutation), dengan paparan radioaktif atau bahan kimia tertentu; dan [3] Rekayasa genetik (genetic engineering), manipulasi urutan gen, transfer gen, manipulasi regulasi gen.

Kita patut bangga bahwa semua padi yang dibudidayakan di Indonesia adalah hasil kerja pemulia tanaman Indonesia dan dilakukan di Indonesia. Namun demikian, walaupun sudah lebih dari 150 varietas padi yang ‘dilepas’ (released), hanya sedikit (<10 varietas) yang secara meluas digunakan oleh petani Indonesia. Mengapa?

Bahan kuliah untuk topik ini bisa diunduh disini: Materi 06 Pemuliaan Tanaman untuk Masa Depan Pertanian

Dasar-dasar Agronomi 07: Penanaman dan Pola Tanam


Budidaya yang menggunakan benih dapat ditanam langsung di lahan produksi atau melalui proses penyemaian /pembibitan yang kemudian dipindah-tanam (transplanting) ke lahan produksi. Padi merupakan tanaman yang mudah untuk dipindah-tanam, sehingga sudah menjadi prosedur rutin dalam budidaya padi. Beberapa tanaman perkebunan (karet dan sawit) juga melalui tahap pindah-tanam, terutama untuk meningkatkan peluang hidup dan keseragaman tanaman selama di lapangan.

Kegiatan pindah-tanam walaupun umumnya berpedoman pada umur bibit, tetapi mempertimbangkan kondisi fisik bibit, yakni: [1] dilakukan setelah bibit diperkirakan sudah dapat tumbuh baik pada kondisi lapangan; [2] bibit tidak terlalu muda sehingga gampang patah/rusak selama pengangkutan atau penanaman; [3] bibit juga tidak terlalu besar sehingga masih mudah ditangani; dan [4] bibit masih pada fase pertumbuhan vegetatif dan cukup memberikan waktu pemulihan untuk tumbuh bugar sebelum memasuki fase generatif.

Untuk meningkatkan keberhasilan kegiatan pindah-tanam, beberapa hal dapat dilakukan: [1] Minimalisir kerusakan atau stress pada tanaman selama pengangkutan dan penanaman; [2] Sediakan waktu untuk aklimatisasi bagi bibit selama transisi dari pembibitan ke penanaman di lahan produksi; [3] Minimalisir gangguan pada sistem perakaran bibit. Umumnya dengan cara mengangkut bibit yang ditanam dalam kantong plastik (polybag) dan baru dibuang kantongnya saat penanaman; dan [4] Pemilihan waktu yang paling optimal untuk pindah-tanam, yakni saat air tanah tersedia dan transpirasi rendah.

Pertanian primitif belum mengenal pola tanam. Pola tanaman muncul didorong oleh keinginan untuk mengelola lahan secara lebih produktif dan efisien. Sekarang banyak ragam pola tanam yang sudah diaplikasikan dan sebagian sudah dikenal luas. Namun pada prinsipnya pola tanam dikembangkan atas dasar 3 unsur, yakni: penataan ruang, pengaturan waktu (timing) tanam, dan kompatibilitas kombinasi jenis tanaman yang dibudidayakan. Secara garis besar dibedakan menjadi monokultur dan polikultur.

Bahan kuliah untuk topik ini bisa diunduh disini: Materi 07 Dasar-dasar Agronomi

Pengantar Ilmu Pertanian 04: Isu Mutakhir Sektor Pertanian


Banyak dinamika peluang dan persoalan sektor pertanian yang dihadapi Indonesia saat ini. Sebagian besar persoalan merupakan persoalan abadi yang terjadi sejak lama tapi sampai sekarang belum mampu diselesaikan dengan baik, apalagi tuntas. Sementara itu, muncul pula beberapa persoalan baru.

Menyikapi persoalan sektor pertanian ini, maka prioritas upaya penyelesaiannya bukan pada mutakhir atau kunonya persoalan, tetapi perlu diletakkan pada derajat potensial dampak dan tingkat urgensinya.

Persoalan yang perlu diselesaikan segera adalah: (1) kondisi petani yang masih miskin; (2) laju konversi lahan yang sulit dibendung; (3) diversifikasi pangan yang sulit diwujudkan; (4) usaha pertanian yang resiko tinggi tapi marjin keuntungan sangat kecil; (5) kebijakan subsidi yang kurang efektif; (6) kehilangan hasil pasca panen masih tinggi; (7) lahan tersisa umumnya lahan suboptimal; (8) kelembagaan tingkat desa belum efektif; (9) infrastruktur pertanian yang kurang nendapat perhatian; dan (10) banyak hasil riset yang belum relevan dengan kebutuhan petani.

Bahan kuliah ini bisa diunduh disini:Materi 04 Isu Mutakhir Sektor Pertanian

Pengantar Ilmu Pertanian 01: Pengertian dan Ruang Lingkup Ilmu Pertanian


Pengantar Ilmu Pertanian merupakan mata kuliah yang paling awal harus dipahami oleh setiap mahasiswa S1 untuk semua program studi di Fakultas Pertanian. Pertanian adalah kegiatan mengelola lahan atau media tanam lain yang menggantikan fungsi tanah dan upaya modifikasi iklim mikro dalam budidaya tanaman (dan/atau ternak) serta kegiatan lainnya yang terkait langsung dengan proses budidaya dan pengelolaan pascapanennya. Ruang lingkupnya sangat luas, tetapi yang selalu menjadi fokus utamanya adalah kegiatan budidaya tanaman. Kegiatan budidaya ini disebut juga kegiatan on-farm.

Kegiatan pra-budidaya dan pasca-budidaya disebut kegiatan off-farm hulu dan off-farm hilir. Kegiatan off-farm hulu mencakup kegiatan: [1] pemuliaan tanaman baik secara konvensional maupun dengan aplikasi bioteknologi, untuk menghasilkan benih atau bibit unggul; yang diikuti dengan kegiatan produksi benik atau bibit; [2] kegiatan formulasi dan produksi bahan agrokimia, termasuk pupuk, pestisida, dan zat pengatur tumbuh, serta berbagai agrokimia bermanfaat lainnya; [3] kegiatan formulasi dan produksi bahan agrobiologi, termasuk mikroba hidup yang bermanfaat bagi tanaman; [4] rancang bangun dan produksi alat dan mesin pertanian yang dibutuhkan untuk budidaya tanaman.

Kegiatan budidaya dimulai dari kegiatan penyiapan lahan, penanaman benih atau bibit, pemeliharaan tanaman selama siklus hidupnya, dan pemanenan. Kegiatan pemeliharaan tanaman termasuk pemupukan, penyiangan atau pengendalian gulma, pengendalian organisma pengganggu tanaman lainnya, penyediaan kebutuhan air tanaman, dan berbagai bentuk perlakuan fisik terhadap bagian tanaman di atas permukaan tanah.

Kegiatan off-farm hilir atau disebut juga kegiatan pasca panen mencakup kegiatan pengelolaan hasil untuk pasar atau konsumsi segar dan pengolahan hasil panen menjadi produk olahan yang lebih tahan simpan dan/atau mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi. Kegiatan pasca panen juga mencakup distribusi/transportasi produk pertanian dan pemasaran atau bisnis pertanian.

Masing-masing kegiatan pertanian yang spesifik tersebut dan penjelasan ilmiah terkait yang relevan, saat ini telah berkembang menjadi cabang atau bidang ilmu sendiri, yang akan dipelajari selanjutnya oleh mahasiswa pertanian sesuai dengan program studi yang dipilih.

Slide bahan kuliah ini bisa dilihat dan diunduh disini:Materi 01 Pengertian – ruang lingkup dan klasifikasi ilmu pertanian

Landscape Ecology 07: Landscape Ecology and Forest Fire


Forest Fire has been a very serious issue in western region of Indonesia, especially in Sumatera dan Kalimantan Islands, where a huge acreage of forest was burned, both naturally and intentionally. Intentional burning mostly associated with illegal effort in land clearing for establishing new plantations, mainly for oil palm plantations.

Fire has an effect on landscape pattern and vise versa. Fire dictates resulting spatial patterns but preexisting landscape patterns also dictate spread and severity of fire. Wildfires are natural processes that shape landscape, but anthropogenically-altered fire regimes may affect spatial fire extent and patterns.

Forest fire causes many kind of negative impacts, including: [1] Vegetation loss; therefore, less CO2 will be assimilated by plants; [2] Air pollution, increasing CO2 emission and solid particles; creating human health problems, especially breathing problems; [3] Limiting visibility, increasing transportation risks; [4] Reducing effective working hour and productivity; and [5] Less enjoyable social life, especially outdoor activities.

Forest fire probability increase if there are ignition (human activity), fuel sources (dried vegetation), and accelerated by hot and dry weather.

Slide for this session can be downloaded here: Landscape Ecology 07

Dasar-dasar Agronomi 06: Penyiapan Lahan untuk Budidaya Pertanian


Kegiatan penyiapan lahan untuk budidaya pertanian yang utama adalah pengolahan tanah, yang mencakup upaya untuk penggemburan, pemecahan agregat tanah, pengadukan, dan pembalikan permukaan tanah sampai pada kedalaman tertentu, dengan mempertimbangkan kedalaman sistem perakaran tanaman yang akan dibudidayakan. Pengolahan tanah dapat dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana, atau dengan bantuan tenaga hewan, atau dengan menggunakan peralatan dan mesin pertanian. Traktor digunakan pada awal 1900-an. Pilihan cara pengolahan tanah tergantung pada luas lahan yang dikelola, kondisi permukaan lahan, keberadaan bebatuan pada lapisan atas tanah, kemampuan finansial petani, dan derajat konservasi yang diinginkan.

Manfaat pengolahan tanah antara lain adalah [1] untuk memperbanyak atau memperbesar total volume rongga/pori tanah. Dengan demikian maka aerasi tanah dan drainase lahan semakin baik, sehingga pasokan oksigen untuk metabolisme akar menjadi lebih lancar; [2] Mengaduk sisa tanaman secara merata ke dalam tanah sebagai sumber bahan organik dan unsur hara tanaman; [3] Mengurangi resistensi tanah sehingga penetrasi akar dan pembesaran umbi menjadi lebih mudah; dan [4] Mengurangi organ atau bagian jaringan gulma yang tersisa di dalam tanah sehingga mengurangi potensi gangguannya terhadap pertumbuhan tanaman, berarti juga mengurangi biaya untuk pengendalian gulma selama periode budidaya tanaman.

Selain kemanfaatannya, pengolahan tanah jika tidak dilakukan secara tepat juga dapat berdampak negatif. Misalnya: [1] Mempercepat evaporasi dari permukaan tanah dan mengurangi kapasitas tanah dalam menyimpan air, sehingga ketersediaan air tanah cepat berkurang; [2] Berpotensi meningkatkan laju erosi permukaan, terutama pada lahan-lahan miring; dan [3] Berpotensi meningkatkan sebaran residu agrokimia (pestisida dan pupuk) ke lingkungan sekitar melalui surface runoff, termasuk ke perairan sekitarnya.

Bahan lengkap untuk topik ini dapat dilihat dan diunduh disini: Materi 06 Dasar-dasar Agronomi

%d blogger menyukai ini: