Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Course Materials » Dasar-dasar Agronomi 07: Penanaman dan Pola Tanam

Dasar-dasar Agronomi 07: Penanaman dan Pola Tanam


Budidaya yang menggunakan benih dapat ditanam langsung di lahan produksi atau melalui proses penyemaian /pembibitan yang kemudian dipindah-tanam (transplanting) ke lahan produksi. Padi merupakan tanaman yang mudah untuk dipindah-tanam, sehingga sudah menjadi prosedur rutin dalam budidaya padi. Beberapa tanaman perkebunan (karet dan sawit) juga melalui tahap pindah-tanam, terutama untuk meningkatkan peluang hidup dan keseragaman tanaman selama di lapangan.

Kegiatan pindah-tanam walaupun umumnya berpedoman pada umur bibit, tetapi mempertimbangkan kondisi fisik bibit, yakni: [1] dilakukan setelah bibit diperkirakan sudah dapat tumbuh baik pada kondisi lapangan; [2] bibit tidak terlalu muda sehingga gampang patah/rusak selama pengangkutan atau penanaman; [3] bibit juga tidak terlalu besar sehingga masih mudah ditangani; dan [4] bibit masih pada fase pertumbuhan vegetatif dan cukup memberikan waktu pemulihan untuk tumbuh bugar sebelum memasuki fase generatif.

Untuk meningkatkan keberhasilan kegiatan pindah-tanam, beberapa hal dapat dilakukan: [1] Minimalisir kerusakan atau stress pada tanaman selama pengangkutan dan penanaman; [2] Sediakan waktu untuk aklimatisasi bagi bibit selama transisi dari pembibitan ke penanaman di lahan produksi; [3] Minimalisir gangguan pada sistem perakaran bibit. Umumnya dengan cara mengangkut bibit yang ditanam dalam kantong plastik (polybag) dan baru dibuang kantongnya saat penanaman; dan [4] Pemilihan waktu yang paling optimal untuk pindah-tanam, yakni saat air tanah tersedia dan transpirasi rendah.

Pertanian primitif belum mengenal pola tanam. Pola tanaman muncul didorong oleh keinginan untuk mengelola lahan secara lebih produktif dan efisien. Sekarang banyak ragam pola tanam yang sudah diaplikasikan dan sebagian sudah dikenal luas. Namun pada prinsipnya pola tanam dikembangkan atas dasar 3 unsur, yakni: penataan ruang, pengaturan waktu (timing) tanam, dan kompatibilitas kombinasi jenis tanaman yang dibudidayakan. Secara garis besar dibedakan menjadi monokultur dan polikultur.

Bahan kuliah untuk topik ini bisa diunduh disini: Materi 07 Dasar-dasar Agronomi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: