Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Course Materials » Pengantar Ilmu Pertanian 10: Pengelolaan Lahan dan Air untuk Pertanian

Pengantar Ilmu Pertanian 10: Pengelolaan Lahan dan Air untuk Pertanian


Pengelolaan sumberdaya lahan adalah proses mengelola penggunaan sumberdaya lahan untuk berbagai kepentingan, termasuk untuk produksi pangan dan budidaya pertanian. Pengelolaan lahan untuk tujuan ekonomi sekarang perlu diselaraskan dengan upaya pelestarian fungsi ekologis lingkungan dan memberi peluang bagi masyarakat untuk berperan aktif serta ikut menikmati kemanfaatannya. Dorongan untuk meningkatkan produktivitas lahan harus selalu mempertimbangkan aspek keberlanjutan (sustainability) dan inklusivitas sosial.

Walaupun teknologi telah memungkinkan budidaya tanaman tanpa menggunakan lahan atau media tanah, sebagaimana halnya budidaya tanaman dengan sistem hidroponik dan aeroponik. Namun dengan rendahnya harga produk pertanian (terutama tanaman pangan) dan untuk menghemat ongkos produksi, maka pada saat ini pertanian di Indonesia masih sangat bergantung pada ketersediaan lahan.

Lahan subur semakin habis digunakan, lahan yang tersedia umumnya adalah lahan-lahan suboptimal sehingga memerlukan perbaikan kualitas lahannya. Perbaikan lahan bisa bersifat: [1] Perbaikan Kimia Tanah: pemupukan (penambahan ketersediaan unsur hara), pengapuran (menetralkan pH tanah), dan penyiraman/irigasi (meningkatkan kelembaban/ketersediaan air); [2] Perbaikan Fisika Tanah: perbaikan tekstur tanah (memperbaiki densitas dan aerasi tanah), perbaikan sistem drainase tanah (agar tidak tergenang atau jenuh-air/waterlogged), alterasi permukaan lahan (untuk mengurangi resiko erosi permukaan); dan [3] Perbaikan Biologi Tanah: meningkatkan populasi mikroba dan fauna tanah yang bermanfaat dan mengurangi mikroba patogenik.

Pengelolaan sumberdaya air adalah aktivitas perencanaan, pengembangan, distribusi, dan pengaturan agar sumberdaya air digunakan secara optimum dalam memenuhi berbagai keperluan. Sumberdaya air dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, termasuk untuk kebutuhan air minum, aktivitas rumah tangga, industri, rekreasi, transportasi, pembangkit listrik, dan yang paling besar adalah untuk budidaya pertanian (termasuk perikanan dan peternakan).

Upaya utama pemeliharaan sumberdaya air adalah [1] Optimalisasi atau penghematan penggunaan air untuk berbagai kepentingan; dan [2] Menjaga agar sumberdaya air tidak tercemari oleh berbagai sumber polutan sebagai akibat dari aktivitas manusia.

Bahan kuliah ini dapat diunduh disini: Materi 10 Pengelolaan Lahan dan Air untuk Pertanian

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: