Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Course Materials » Pengantar Ilmu Pertanian 11: Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman

Pengantar Ilmu Pertanian 11: Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman


Secara garis besar, organisme pengganggu tanaman dipilah menjadi hama, pathogen, dan gulma. Hama tanaman adalah serangga atau hewan lainnya yang menyebabkan gangguan pertumbuhan, kerusakan morfologis, atau kematian tanaman dan menyebabkan kerugian bagi petani atau pemelihara tanaman. Hama tanaman terdiri dari invertebrata (serangga, nematoda, gastropoda) dan vertebrata (mamalia, burung). Hama pada ternak lebih sering disebut sebagai parasit.

Pathogen tanaman adalah mikroorganisme atau agen biologi yang menyebabkan infeksi atau penyakit pada tanaman. Pathogen tanaman antara lain virus, bakteri, jamur/fungi, atau parasit. Pathogenisitas dan virulensi merupakan ukuran kemampuan (kapasitas) pathogen untuk menyebabkan penyakit.

Gulma adalah tumbuhan liar yang menjadi kompetitor bagi tanaman budidaya dalam mendapatkan unsur hara, air, serta ruang untuk tumbuh dan mendapatkan cahaya matahari, sehingga tidak dikehendaki keberadaannya di lahan budidaya tanaman. Semakin invasif, gulma semakin tidak dikehendaki keberadaannya karena sulit untuk dikendalikan.

Hama, pathogen, dan gulma dapat dikendalikan secara kimia, fisika, maupun biologi. Pengendalian secara kimia dengan menggunakan pestisida (insektisida, fungisida, bakterisida, herbisida). Pengendalian secara fisik dengan menggunakan perangkap, pelindung fisik, dan penangkapan langsung. Sedangkan pengendalian secara biologi dengan memanfaatkan musuh alami hama dan pathogen tanaman.

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) adalah pengendalian populasi organisme pengganggu tanaman dengan pendekatan ekologis memadukan beberapa cara yang kompatibel satu sama lain sehingga lebih efektif dan berdampak (negatif yang) minimal terhadap lingkungan. PHT diawali dengan pemilihan varietas tanaman yang sehat dan tahan terhadap beberapa hama dan pathogen, mengutamakan pengendalian hayati menggunakan musuh alami, serta melakukan pengamatan secara rutin dan melakukan tindakan segera. PHT mengedepankan pendekatan ekologis dan menghindari penggunaan pestisida.

Bahan kuliah ini bisa diunduh disini: Materi 11 Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: