Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Pertanian Berbasis Sumberdaya & Kearifan Lokal 05 – Pembibitan Padi Terapung

Pertanian Berbasis Sumberdaya & Kearifan Lokal 05 – Pembibitan Padi Terapung


Salah satu contoh kearifan lokal dalam budidaya pertanian di lahan rawa lebak adalah pengunaan rakit untuk pembibitan padi. Pembibitan padi secara terapung ini menggunakan rakit yang dibuat dari rumput ‘berondong’ (nama lokal untuk daerah Pemulutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Rumput ini dapat mengapung di permukaan air karena pada bagian pangkal daunnya yang tebal terbentuk rongga-rongga udara. Bahan biomaterial pembuat rakit tersedia secara lokal, karena tumbuh dengan subur pada ekosistem rawa lebak. Media tanam untuk pembibitan padi ini menggunakan tumbuhan air yang juga banyak tumbuh liar di dalam air rawa lebak setempat. Petani lokal menyebut tumbuhan air ini sebagai “reamun”. Biomassa tumbuhan reamun ini mudah terdekomposisi, menyerap air, sehingga media dari bahan alami ini selalu dalam keadaan lembab jika bersentuhan langsung dengan permukaan air. Rumput berondong dan tumbuhan reamun ini cepat membusuk, sehingga rakit hanya digunakan dalam waktu kurang dari satu bulan. Bibit padi sudah dipindah tanam pada umum 2-3 minggu. Dengan demikian maka rumput berondong dan reamun yang terdekomposisi dalam waktu 1 bulan merupakan suatu keuntungan, karena setelah bibit dipindah tanam, maka rakit pembibitan juga dapat segera dibenamkan ke dalam tanah sebagai sumber bahan organik.

Bahan kuliah kelima ini bisa diunduh disini: pertanian-berbasis-sumberdaya-kearifan-lokal-05

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: