Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Pertanian Berbasis Sumberdaya & Kearifan Lokal 06 – Budidaya Sayuran Terapung

Pertanian Berbasis Sumberdaya & Kearifan Lokal 06 – Budidaya Sayuran Terapung


Kearifan lokal punya paling tidak tiga keunggulan yang sudah teruji, yakni: (1) merupakan solusi bagi realitas persoalan yang dihadapi masyarakat; (2) masyarakat mampu untuk mengaplikasikannya; dan (3) akrab lingkungan karena sudah terbukti dapat diimplementasikan secara berkelanjutan turun-temurun. Berdasarkan keunggulan-keunggulan tersebut, kearifan lokal bisa menjadi inspirasi atau referensi dalam mengembangkan teknologi yang relevan dengan realitas kebutuhan atau persoalan masyarakat. Teknologi dapat dirancang agar kinerja kearifan dapat ditingkatkan, misalnya menjadi lebih produktif, lebih efisien, atau digunakan untuk kepentingan yang lebih beragam.

Pembibitan padi secara terapung menggunakan rakit rumput rawa (berondong) telah menjadi inspirasi bagi saya dibantu oleh beberapa mahasiswa untuk mengembangkan sistem budidaya terapung untuk tanaman sayuran. Karena umur tanaman sayuran lebih lama dibandingkan bibit padi, maka diperlukan bahan yang lebih tahan lama dibandingkan biomaterial rumput berondong yang hanya bertahan sekitar 1 bulan. Pilihan jatuh pada pemanfaatan daur ulang botol plastik kemasan air minum yang dikumpulkan dari sampah padat perkotaan, atau bisa beli dari pemulung dengan harga yang super murah. Botol bekas ini diikat dan ‘dibalut’ dengan anyaman kawat nyamuk sehingga sulit untuk tercerai-berai. Agar bentuk rakit menjadi lebih kokoh digunakan rangka dari pipa PVC. Rakit yang dibuat dengan menggunakan 69 botol plasti bekas berukuran 1,5 liter mampu menahan beban sekitar 120 kg. Dengan demikian rakit bisa menahan beban 24 polibeg yang telah diisi media tanam seberat 5 kg, 15 polibeg dengan berat media 8 kg, atau 12 polibeg dengan berat media 10 kg.

Uji coba kinerja rakit sudah dilakukan untuk budidaya cabai terapung dan telah memberikan hasil yang memuaskan. Berbagai aspek teknis yang lebih rinci akan diberikan pada kuliah yang ke enam ini. Bahan materi kuliah bisa diunduh disini: pertanian-berbasis-sumberdaya-kearifan-lokal-06

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: