Benyamin Lakitan

Beranda » Article » Slide Presentation

Category Archives: Slide Presentation

Slide 64: Prasyarat Memberhasilkan Pengabdian


Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh sivitas akademika belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Mungkin ini juga disebabkan karena secara institusional kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan unsur tridharma perguruan tinggi yang dianggap kurang penting. Tercermin dari kredit poin yang ‘asal-ada’ untuk promosi jabatan fungsional akademik dan alokasi anggaran yang minimal untuk kegiatan ini. Walaupun secara tegas dan jelas bahwa konstitusi telah mengamanahkan bahwa pembangunan iptek (termasuk yang dilakukan oleh perguruan tinggi) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan pemajuan peradaban bangsa.

Secara substansial juga ada persoalan, kebanyakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh sivitas akademika lebih merupakan upaya untuk berbagi ilmu dan pengenalan teknologi yang diketahui oleh komunitas akademik tersebut, bukan apa yang diharapkan oleh masyarakat, serta sangat jarang dalam pemilihan iptek yang akan dibagi dan diperkenalkan tersebut mempertimbangkan aspek kapasitas adopsi masyarakat, keuntungannya bagi masyarakat, dan aspek preferensi dan kebiasaan masyarakat. Akibatnya, banyak kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ‘berlalu-tanpa-kesan’

Slide bahan diskusi ini bisa diunduh disini:20170331 Prasyarat Memberhasilkan Pengabdian

Landscape Ecology 11-12: Ecology of Arid Landscape


Indonesia is mostly known as an Archipelagic country or a maritime continent with tropical humid climate. However, there is part of Indonesia, i.e. East Nusa Tenggara islands, can be classified as an arid ecosystem. Annual rainfall in this area is very low with very long dry period. Natural vegetation is limited and biodiversity is much less than typical tropical humid ecosystem. This course covers definition and description of arid landscape, aridity index and its use for classification of the arid zones, types of natural vegetation commonly observed in the arid climate, agricultural activities and animal husbandry, survival mechanisms of xerophytic plants, and classification of arid landscaped based on natural vegetation.

Slides for this course can be downloaded here: landscape-ecology-11-12

Slide 63: Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi Agroekoteknologi


Program studi agroekoteknologi atau agroteknologi merupakan program studi di lingkungan fakultas pertanian yang ‘diciptakan’ sebagai respon terhadap semakin merosotnya minat lulusan SMA yang berminat untuk mendaftar pada program-program studi konvensional yang ditawarkan oleh fakultas-fakultas pertanian di Indonesia setelah memasuki era abad ke 21. Namun pada tahun 2015 mulai banyak PTN yang ‘menghidupkan kembali’ program-program studi yang sebelumnya menjadi pilar penopang Program Studi Agroekoteknologi, yakni Program Studi Agronomi, Program Studi Ilmu Tanah, dan Program Studi Hama dan Penyakit Tumbuhan. Dengan adanya dinamika ini dan keharusan untuk minimal 60 persen matakuliah harus berbeda antara program studi yang ada dalam institusi yang sama, maka kurikulum S1 Program Studi Agroekoteknologi perlu ditata ulang.

Berikut ini bahan lokakarya dalam kaitan dengan revisi kurukulum tersebut. Bahan presentasi dapat diunduh disini: Lokakarya Revisi Kurikulum AET 2016

Slide 61: Menelusuri Realitas Kebutuhan Petani Menggunakan Grounded Theory dan Pengembangan Teknologi Berbasis Kebutuhan dengan Pendekatan Transdisciplinary


Pengembangan teknologi pertanian harusnya berbasis pada kebutuhan petani, sehingga akan lebih berpeluang untuk digunakan. Oleh sebab itu, sebelum kegiatan riset dan pengembangan dimulai, maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah memahami kebutuhan petani. Upaya memahami petani dan pertanian dapat menggunakan grounded theory.

Grounded theory bukan merupakan pendekatan atau metodologi baru. Giat dianjurkan oleh Glaser and Strauss di era tahun 1960-an. Grounded theory Grounded Theory merupakan metodologi kualitatif yang bersifat generik, dapat digunakan untuk berbagai disiplin ilmu atau topik riset.

Berdasarkan pemahaman ini, teknologi dikembangkan. Memperhatikan bahwa persoalan dan pertimbangan dalam pengembangan teknologi yang semakin kompleks, maka pendekatan transdisiplin merupakan pilihan yang pas.

Secara lengkap slide presentasi ini bisa dilihat dan diunduh disini: 20151008 Grounded Theory & Transdisciplinary

Slide 60: Innovation System as an Avenue for Translating S&T Advancement into Economic Development


Contribution of indigenous technologies to economic growth and social welfare improvement in Indonesia has been insignificant, or at least far below expectation.

Technology will only contribute to economic growth or prosperity of the people if it is used in economic or business activities. National Innovation System (NIS) is a system designed for increasing interaction and communication between technology developers and users. Main objective is to drive technology developers (academicians, researchers) to create relevant, affordable, competitive, and profitable technologies as demanded by potential users.

However, there are still huge challenges in establishing NIS in Indonesia. Details on these issues can be read and downloaded here: 20151007 Innovation System as an Avenue

Diklat PPD-RPJMD: Perumusan Program


Secara umum, program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh suatu organisasi untuk mencapai sasaran dan tujuan serta untuk digunakan sebagai dasar untuk pertimbangan alokasi anggaran. Untuk kasus pembangunan daerah, maka organisasi pelaksananya untuk kegiatan yang bersifat spesifik adalah SKPD; sedangkan yang bersifat umum atau dilakukan oleh/bersama masyarakat, maka pelaksananya adalah Bappeda.

Lima ciri program yang baik adalah: [1] diformulasikan berdasarkan realitas kebutuhan masyarakat atau secara spesfik dirancang untuk menjadi solusi bagi permasalahan daerah (demand-driven); [2]
memberikan peluang yang luas bagi stakeholders untuk dapat berperan aktif (socially Inclusive); [3] secara langsung atau tidak langsung mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan rakyat (economic growth and prosperity of the people); [4] sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development); dan [5] realistis untuk dilaksanakan secara mandiri (realistic and affordable).

Secara lengkap slide untuk materi diklat ini bisa dilihat dan diunduh disini: 2015 Diklat PPD-RPJMND – BenyaminLakitan – Perumusan Program

Diklat PPD-RPJMD: Perumusan Strategi dan Arah Kebijakan


Perencanaan pembangunan daerah perlu dilakukan dengan bijak, terutama pada kondisi Indonesia saat ini dimana keterbatasan anggaran pembangunan yang semakin dirasakan dan tuntutan masyarakat agar pembangunan yang dilakukan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat awam (publik). Oleh sebab itu, Pemerintah daerah perlu menetapkan arah kebijakan yang tepat dan diikuti dengan strategi yang jitu agar dapat merancang program yang tepat dan merealisasikannya melalui kegiatan-kegiatan yang secara konsisten selaras dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah, strategi didefinisikan sebagai langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi; sedangkan kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh pemerintah daerah untuk mencapai tujuan.

Secara lengkap slide yang digunakan sebagai bahan diklat ini dapat dilihat dan diunduh disini: 2015 Diklat PPD-RPJMND – BenyaminLakitan – Perumusan Strategi dan Arah Kebijakan

%d blogger menyukai ini: