Benyamin Lakitan

Beranda » Photography » Landscape

Category Archives: Landscape

Indonesia 155: Hutan Mangrove Margomulyo, Balikpapan


Hutan mangrove Margomulyo ini berada dalam wilayah Kota Balikpapan, sehingga mudah untuk dikunjungi. Wilayah ini merupakan wilayah konservasi untuk melestarikan ekosistem hutan bakau tropis dengan segala spesies flora dan fauna yang terdapat didalamnya. Wilayah hutan mangrove ini belum sepenuhnya terbuka untuk publik, sehingga jika akan memasuki hutan ini perlu melapor kepada petugas penjaga pintu masuk ke kawasan konservasi ini. Sebetulnya belum ada tarif resmi bagi pengunjung, tetapi sepatutnya pengunjung memberikan kontribusinya baik dengan cara tidak merusak atau mencemari ekosistem ini dengan tidak membuang sampah plastik atau sampah yang sulit terurai secara alami. Jika ikhlas, dapat juga memberikan kontribusi berupa sumbangan semampunya untuk pemeliharaan kawasan ini.

Pada saat kami berkunjung, kami bisa melihat ada beberapa monyet bekantan (Nasalis larvatus) di kawasan konservasi ini.

Mangrove Balikpapan 1

Mangrove Balikpapan 2

Mangrove Balikpapan 3

Mangrove Balikpapan 4

Mangrove Balikpapan 5

Mangrove Balikpapan 6

Mangrove Balikpapan 7

Mangrove Balikpapan 8

Indonesia 154: Pantai Banua Patra, Balikpapan


Kota Balikpapan berada di semenanjung. Di titik paling ujung semenanjung Balikpapan inilah posisi Pantai Banua Patra. Lahan wilayah pantai ini merupakan bagian dari aset Pertamina, tetapi terbuka akses bagi publik, masyarakat Balikpapan dan pengunjung lainnya. Dari Pantai ini pengunjung bisa menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset). Pada hari libur dan pada akhir pekan, lokasi pantai ini ramai dikunjungi, terutama oleh para remaja. Berbeda dengan umumnya pantai di pesisir Kota Balikpapan lainnya yang terdiri dari hamparan pasir, di Pantai Banua Patra banyak dijumpai batu-batu alam yang berukuran besar, yang melindungi garis pantai di ujung semanjung Balikpapan dari abrasi laut.

Pantai Banua Patra Balikpapan 1

Pantai Banua Patra Balikpapan 2

Pantai Banua Patra Balikpapan 3

Pantai Banua Patra Balikpapan 4

Pantai Banua Patra Balikpapan 5

Indonesia 140: Makam Sultan Bima di Dana Taraha


Makam beberapa sultan dan keturunan sultan Bima teletak di atas bukit di tengah kota Bima, hanya 1 kilometer dari Terminal Bus Kota Bima. Lokasi makam ini disebut Dana Taraha yang artinya adalah tanah tinggi. Saat ini jalan akses ke lokasi pemakaman ini sudah diaspal sehingga dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat. Di depan kompleks pemakaman ini ada pelataran parkir. Dari pelataran parkir ini pengunjung dapat menikmati pemandangan kota Bima. Salah satu lokasi yang banyak dikunjungi untuk menikmati pemandangan saat matahari tenggelam.

Di kompleks pemakaman ini, bisa dilihat makam Sultan Bima Pertama yaitu Sultan Abdul Kahir, Sultan Bima kedua yaitu Sultan Abdul Khair Sirajuddin, Sultan Nurdin, Sultan Abdul Kahir II, dan perdana menteri Kesultanan Bima Abdul Sama Ompu Lamuni. Berdasarkan sejarahnya, Sultan Bima Pertama yang membawa ajaran Islam ke bagian timur pulau Sumbawa yang menjadi wilayah Kesultanan Bima.

Pemakaman Dana Taraha 1

Pemakaman Dana Taraha 2

Pemakaman Dana Taraha 3

Pemakaman Dana Taraha 4

Indonesia 138: Sunset at Takat Segele, Moyo


Takat Segele merupakan undakan pecahan karang keras (hard coral) yang sudah mati berada di tengah laut, namun tidak terlalu jauh dari Desa Labuhan Aji. Hanya sekitar 15 menit dengan perahu nelayan. Bentuk ‘pulau’ karang ini berubah-ubah setiap hari tergantung pada arus dan pasang-surut laut. Pada saat saya berkunjung, bentuknya memanjang seperti punggung ikan paus. Panjangnya hanya sekitar 20 meter dan lebarnya sekitar 2 meter pada sisi terlebar. Karena posisinya di sebelah barat Pulau Moyo, maka Takat Sagele merupakan tempat yang menarik untuk menikmati suasana saat matahari tenggelam (sunset).

Sunset at Takat Sagele 1

Sunset at Takat Sagele 2

Sunset at Takat Sagele 3

Sunset at Takat Sagele 4

Indonesia 137: Air Terjun Mata Jitu, Moyo


Obyek wisata alam yang menjadi ikon Pulau Moyo adalah Air Terjun Mata Jitu. Air terjun ini tersembunyi di tengah hutan tetapi tidak terlalu sulit dijangkau dari Desa Labuan Aji yang menjadi pintu masuk utama Pulau Moyo. Desa Labuan Aji terletak di sebelah utara Pulau Moyo. Butuh waktu sekitar 2,5 jam naik perahu nelayan dari Desa Ai Bari di daratan Sumbawa.

Untuk mencapai air terjun Mata Jitu, bisa dilakukan dengan berjalan kaki langsung dari Desa Labuan Aji buat mereka yang secara fisik memungkinkan. Perjalannya sedikit mendaki, tetapi tidak terlalu terjal. Pilihan lainnya adalah dengan naik sepeda motor (bisa disewa di Desa Labuhan Aji) separuh jalan, kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki. Perjalanan ini akan melalui kebun jambu mente (cashew) yang ditanam masyarakat dan selanjutnya mengikuti jalan setapak di bawah kanopi/tajuk pohon hutan alami.

Saya sempat berenang di kolam alami di bawah air terjun ini. Airnya jernih dan sejuk menyegarkan, tidak dingin karena saat berkunjung masih musim kemarau. Namun, debit airnya relatif kecil sehingga tidak seluruh bidang air terjun dilalui air.

Mata Jitu 1

Mata Jitu 2

Mata Jitu 3

Mata Jitu 4

Indonesia 132: Sunrise at Tanjung Pasir, Moyo


Tanjung Pasir merupakan salah satu lokasi yang menarik di Pulau Moyo, sekaligus juga merupakan lokasi terdekat dari daratan Sumbawa. Dari kampung nelayan Ai Bari (di daratan Sumbawa) hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk mencapai Tanjung Pasir yang terletak diujung selatan Pulau Moyo. Secara visual, anda bisa melihat Pantai Tanjung Pasir ini dari Kampung Ai Bari. Sedangkan dari Kota Sumbawa Besar butuh waktu sekitar 1 jam jalan darat untuk mencapai Kampung Air Bari.

Di Tanjung Pasir ini hanya ada bangunan pos Balai Konservasi Sumber Daya Alam, tidak ada bangunan lain. Menurut info masyarakat, sebelumnya ada pihak yang membuat fasilitas akomodasi di lokasi ini tetapi sekarang sudah tidak ada lagi bekasnya.

Waktu yang paling pas untuk mengunjungi lokasi ini adalah sebelum matahari terbit, sehingga bisa menikmati momen matahari terbit (sunrise) dari pantai ini dengan silhuet Gunung Tambora.  Saat saya berada disini, ada bonus bulan yang kesiangan 🙂

Sunrise - Tanjung Pasir Moyo 1

Sunrise - Tanjung Pasir Moyo 2

Sunrise - Tanjung Pasir Moyo 3

Sunrise - Tanjung Pasir Moyo 4

Sunrise - Tanjung Pasir Moyo 5

Indonesia 129: Gunung Bromo, Jawa Timur


Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, berada dalam wilayah Propinsi Jawa Timur. Status sebagai taman nasional ditetapkan pada tahun 1982 dengan luas kawasan lebih dari 50 ribu hektar. Taman nasional ini merupakan kawasan perbatasan antara Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo, sehingga untuk memasuki wilayah ini dapat melalui salah satu dari 4 kabupaten tersebut.

Saya sudah pernah dua kali mengunjungi Gunung Bromo. Pertama melalui Malang dan menginap di Cemoro Lawang. Kedua melalui Pasuruan dan menginap di kota Pasuruan. Kelihatannya pintu masuk yang paling ideal adalah melalui Pasuruan karena sudah ada jalan aspal langsung ke Penanjakan, tempat favorit bagi wisatawan untuk menikmati matahari terbit dan sekaligus juga untuk menikmati pemandangan ke arah Gunung Batok, Gunung Bromo, dan Gunung Semeru di latar belakang.

Ada beberapa catatan penting jika ingin maksimal menikmati keindahan Gunung Bromo. Pertama, sebaiknya memesan terlebih dahulu kendaraan untuk memasuki wilayah ini, yakni kendaraan 4×4, karena butuh kendaraan ‘double gardan’ untuk jalanan yang terjal mendaki dan tutunan yang curam. Kendaraan biasa tidak diperkenankan memasuki wilayah ini. Kendaraan ini dapat disewa di Pasuruan, Probolinggo, maupun Malang. Sewa kendaraan tersebut adalah beserta sopirnya. Sebaiknya anda tidak mencoba menyetir sendiri walaupun mobil anda juga double gardan karena kondisi jalannya yang sempit, banyak tikungan tajam, dan ditepi jurang.

Kedua, pastikan bahwa anda akan sudah sampai ke puncak tempat melihat matahari terbit di bukit Penanjakan sebelum jam 5.00 pagi. Jika anda terlambat maka anda akan kehilangan kesempatan untuk menikmati matahari terbit dan kadang setelah matahari terbit kabut akan mulai menyelimuti kawasan ini sehingga menghalangi pandangan atau mengurangi visibilitas.

Ketiga, urutan spot yang dikunjungi adalah pertama ke Penanjakan, setelah itu melihat kawah Gunung Bromo, baru kemudian mengeksplorasi spot-spot yang lainnya. Untuk melihat kawah Bromo, dari tempat parkir mobil, dapat memilih untuk langsung berjalan kaki atau naik kuda (sewa) sampai ke pangkal tangga mendaki ke bibir kawah.

Keempat, jangan lupa bawa jaket atau baju hangat karena udara pada subuh hari di kawasan ini lumayan dingin, tapi kemudian lumayat panas pada saat matahari sudah bersinar terik. Wilayah ini tergolong gersang oleh sebab itu suhunya akan dingin pada malam hari tapi panas pada tengah hari.

Kelima, tidak perlu bawa bekal makanan karena di Penanjakan banyak warung jajanan dan di spot-spot yang lain juga ada masyarakat yang menjajakan makanan dan minuman.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

%d blogger menyukai ini: