Benyamin Lakitan

Beranda » Photography » People

Category Archives: People

Indonesia 156: Oriental Circus Indonesia


Oriental Circus Taman Safari Indonesia sedang mengadakan pertunjukan di Balikpapan, di bulan Desember 2014. Lumayan ramai penontonnya, karena bertepatan waktu dengan libur akhir tahun. Materi pertunjukan relatif beragam, tapi tidak ada yang terlalu spektakuler. Ada badut, ada akrobat, dan ada pertunjukan hewan mulai dari burung, simpanse, harimau, singa, dan gajah. Ada juga tarian api (fire dance) dan trapeze.

Oriental Circus @ Balikpapan 01

Oriental Circus @ Balikpapan 02

Oriental Circus @ Balikpapan 03

Oriental Circus @ Balikpapan 04

Oriental Circus @ Balikpapan 05

Oriental Circus @ Balikpapan 06

Oriental Circus @ Balikpapan 07

Oriental Circus @ Balikpapan 08

Iklan

Indonesia 153: Pantai Batakan, Balikpapan


Pantai Batakan berlokasi dekat (beberapa kilometer) dari Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan. Pantainya landai dengan hamparan pasir putih yang lebarnya tergantung pada pasang surut air laut, sangat lebar saat surut tapi tergenang sampai garis pantai saat pasang. Sayangnya sebagian besar bentang pantai ini merupakan milik pribadi. Ada beberapa restoran pantai yang bagus di kawasan pantai ini. Ada pengembang yang membangun perumahan di kawasan pantai ini. Ada juga perusahaan yang memiliki properti di pantai ini untuk kepentingan bisnis dan rekreasi para karyawannya.

Le Batakan Beach 1

Le Batakan Beach 2

Le Batakan Beach 3

Le Batakan Beach 4

Le Batakan Beach 5

Indonesia 144: Kampung Nelayan Pulau Bungin, Sumbawa


Pulau Bungin merupakan kampung/desa nelayan di Kecamatan Alas, sekitar 2 jam perjalanan darat dari Kota Sumbawa Besar. Pulau Bungin memang adalah pulau kecil yang berada di laut dangkal yang tidak jauh dari garis pantai sebelah utara Pulau Sumbawa. Seluruh wilayah ‘daratan’ pulau ini sudah dibangun rumah, malah rumah tersebut telah melampaui garis pantai semula yang mengelilingi pulau kecil ini. Lahan terbuka yang agak luas di Pulau Bungin adalah halaman Masjid atau sekolah. Saat ini sudah ada jalan akses dari daratan Sumbawa ke Pulau Bungin, dibangun dengan menguruk laut dangkal hanya selebar badan jalan.

Pemukiman di pulai ini sangat padat. Total jumlah penduduk sekitar 3.400 jiwa, menempati kawasan yang luasnya hanya sekitar 8,5 hektar, sehingga sering disebut sebagai kawasan dengan penduduk terpadat di dunia. Karena penduduknya terus tumbuh, sedangkan seluruh lahan sudah dibangun rumah, maka setiap keluarga baru yang akan membangun rumah harus mereklamasi laut dangkal di sekitar pulau, yakni menguruk laut tersebut dengan batu karang yang sudah mati. Masih sering dijumpai juga beberapa keluarga dari kerabat dekat terpaksa hidup dalam satu rumah.

Masyarakat Bungin mayoritas keturunan Suku Bajo yang bekerja sebagai nelayan, menangkap ikan dengan cara memanah langsung ikan hidup di laut, menangkap lobster, atau teripang. Masyarakat nelayan disini membuat sendiri perahunya untuk melaut menangkap ikan.

Pulau Bungin Sumbawa 1

Pulau Bungin Sumbawa 2

Pulau Bungin Sumbawa 3

Pulau Bungin Sumbawa 4

Pulau Bungin Sumbawa 5

Pulau Bungin Sumbawa 6

Indonesia 143: ‘Benhur’ sebagai Sarana Transportasi Rakyat di Bima


Delman di Bima dikenal sebagai ‘benhur’, bentuknya berbeda dengan delman di Jakarta atau di Pulau Jawa pada umumnya. Benhur lebih sederhana desainnya dan menggunakan roda dari ban mobil ukuran kecil dengan rangka badannya dari kayu. Sebutan benhur biasanya hanya untuk delman yang didesain untuk angkutan manusia dan di beri atap untuk melindungi penumpang dari panas dan hujan; sedangkan jenis yang khusus digunakan untuk angkutan barang disebut sebagai ‘gerobak’ yang badannya hanya berupa bak dari kayu tanpa atap.

Sampai saat ini (2014) benhur dan gerobak ini masih menjadi sarana transportasi orang dan barang yang utama di Kota Bima. Pilihan sarana transportasi ini terkait dengan banyaknya kuda yang dapat dimanfaatkan sebagai hewan penarik, biaya pembuatannya tidak rumit dan relatif tidak mahal, dan biaya operasionalnya murah karena tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM), sehingga ongkos yang dibebankan kepada penumpang juga relatif murah dan terjangkau oleh masyarakat. Keuntungan lain adalah lebih akrab lingkungan karena tidak menghasilkan polusi udara. Walaupun demikian, kotoran kuda akan sering terlihat di jalan raya yang dilalui benhur.

Benhur Bima 1

Benhur Bima 2

Benhur Bima 3

Benhur Bima 4

Benhur Bima 5

Indonesia 139: Kampung Nelayan Kolo, Bima


Kampung nelayan Kolo berlokasi di pantai utara Pulau Sumbawa, tidak jauh tapi sudah di luar Teluk Bima. Dekat dengan kampung nelayan ini ada lokasi rekreasi pantai yang banyak dikunjungi masyarakat lokal. Ada juga mercusuar yang posisinya dekat mulut Teluk Bima.

Nelayan Kolo umumnya menggunakan perahu bagan (atau di beberapa tempat lain disebut bagan apung). Karena bagannya dibuat di atas perahu, maka tentunya ia akan mengapung dan bersifat mobil, berbeda dengan bagan tancap yang tiangnya ditancapkan di dasar laut. Secara umum, nelayan menggunakan bagan tancap jika lautnya dangkal dan menggunakan bagan apung atau perahu bagan jika lautnya terlalu dalam sehingga tidak mungkin untuk menancapkan tiang dari bambu. Selain bagan nelayan disini juga menggunakan perahu khusus untuk memancing ikan tongkol, tenggiri, atau tuna.

Masyarakat Kolo sebetulnya tidak semuanya nelayan. Ada juga yang menggunakan perahu untuk berdagang sampai ke Batam dan Kepulauan Riau.

Kampung Nelayan Kolo 1

Kampung Nelayan Kolo 2

Kampung Nelayan Kolo 3

Kampung Nelayan Kolo 4

Kampung Nelayan Kolo 5

Kampung Nelayan Kolo 6

Kampung Nelayan Kolo 7

Kampung Nelayan Kolo 8

Kampung Nelayan Kolo 9

Kampung Nelayan Kolo 10

Kampung Nelayan Kolo 11

Indonesia 136: Lari Warna-warni di Jakarta


Akhir pekan adalah waktunya untuk rekreasi. Enaknya di Jakarta banyak pilihan aktivitas rekreatif yang menyenangkan dan menyehatkan. Sekarang lagi trendi lari pagi yang disertai taburan serbuk warna-warni yang populer dikenal sebagai ‘Color Run’. Foto-foto ini dijepret di lapangan parkir timur Gelora Bung Karno (GBK), minggu pagi, 23 November 2014.

ColorRun 1

ColorRun 2

ColorRun 3

ColorRun 4

ColorRun 5

ColorRun 6

Indonesia 135: Memandikan Kuda Pacu di Bima


Kuda merupakan hewan yang banyak dipelihara di Bima, baik untuk digunakan untuk sarana transportasi sehari-hari sebagai penarik delman (di Bima dikenal sebagai ‘benhur’) atau gerobak barang, maupun untuk pacuan tradisional yang diselenggarakan secara rutin dan berkala di Bima. Pada acara pacuan kuda ini sering juga diikuti oleh kuda dari berbagai pulau lainnya di Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama dari Pulau Sumba dan Flores yang lokasinya berdekatan dengan Pulau Sumbawa. Uniknya, joki pada pacuan kuda tradisional ini adalah anak-anak. Mungkin karena kuda lokal di wilayah NTB dan NTT ini berukuran relatif kecil, sehingga butuh joki yang tidak terlalu berat badannya, tetapi cukup terampil menunggang kuda. Sayang saat saya berkunjung, tidak bertepatan waktunya dengan acara pacuan kuda tersebut.

Mandikan Kuda 0

Mandikan Kuda 1

Mandikan Kuda 2

Mandikan Kuda 3

Mandikan Kuda 4

%d blogger menyukai ini: