Benyamin Lakitan

Beranda » Photography » Planet Earth

Category Archives: Planet Earth

Planet Earth 75: Kyonggi Folk Song Performance in Jakarta


Pertujukan nyanyian tradisional Korea dengan kelompok penyanyi yang berasal dari Provinsi Kyonggi. Nyanyian tradisional Korea yang mendayu berbeda banget dengan K-pop yang enerjik yang sekarang banyak digemari remaja Indonesia. Gerakan penyanyi tradisional saat tampil sangat minimalis dan lamban, mengenakan baju tradisional dengan rok panjang menggembung sampai menyentuh lantai.

Kyonggi Folk Song 01

Kyonggi Folk Song 02

Kyonggi Folk Song 03

Kyonggi Folk Song 04

Kyonggi Folk Song 05

Kyonggi Folk Song 06

Kyonggi Folk Song 07

Kyonggi Folk Song 08

Iklan

Planet Earth 74: Modern Buildings in London


London adalah kota tua penuh sejarah. Banyak sekali bangunan tua yang menjadi ikon kota London, tetapi agar tidak lupa bahwa London juga tidak imun terhadap pengaruh arsitektur modern. Selain itu, peningkatan kebutuhan ruang kerja dan hunian yang terus bertambah, tidak memungkinkan bagi kota metropolitan sebesar London untuk terus mengandalkan batu alam dan kayu sebagai bahan bangunan.

Ekploitasi sumberdaya alam sudah semakin terbatas dan dibatasi. Desakan untuk membuat bangunan yang lebih berwawasan ekologis (green building) karena lebih hemat dalam pemakaian energi di satu sisi; dan dari sisi lain, kemajuan teknologi telah mampu menghasilkan bahan bangunan sintetis atau hasil fabrikasi yang lebih kuat, lebih mudah diolah, relatif lebih murah di bandingkan bahan alam, dan ekologis telah bermuara pada transformasi arsitektur bangunan dari goethic yang kaya ornamen ke gaya minimalis yang lebih mengutamakan aspek fungsional bangunan. Dimulailah periode gedung berbentuk geometris dengan dinding luar didominasi bahan kaca. Dinding kaca untuk negara empat musim akan lebih hemat energi untuk pemanas udara dan penerangan, terutama pada musim dingin, karena kaca dapat berfungsi memerangkap energi dari cahaya matahari (greenhouse effect).

Gedung-gedung dalam foto-foto ini berlokasi di pinggir Sungai Thames antara London Bridge dan Tower Bridge dan pada satu kawasan dengan The Shard, menara tertinggi di London dan Eropah Barat.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Planet Earth 73: Big Ben, Parliament Building, and Westminster Abbey


Tiga bangunan bersejarah yang sekaligus menjadi ikon kota London yang dikenal luas di wilayah Westminster adalah Big Ben, Parliament Building, dan Westminster Abbey. Nama Big Ben yang sekarang dikenal sebagai jam ‘gadang’ London ini, semula sebetulnya diberikan hanya untuk lonceng utama atau great bell seberat 13,5 ton sebagai komponen jam gadang tersebut disamping ada 4 lonceng lainnya yang lebih kecil. Namun sekarang nama tersebut diasosiasikan dengan keseluruhan bangunan menara berikut 4 jam di bagian atasnya. Selain itu, secara resmi atas keputusan parlemen, sejak 2012 nama menara ini dinamakan the Elizabeth Tower, dalam rangka merayakan diamond jubilee Ratu Elizabeth II.

Tinggi menara jam Big Ben ini mencapai 96 meter, namun demikian tidak lagi menjadi menara jam tertinggi di dunia. Selesai dibangun pada tahun 1858. Big Ben merupakan bagian dari Gedung Parlemen Inggris atau Palace of Westminster. Walaupun arsitek utama untuk pembangunan ulang gedung parlemen yang bergaya Neo-gothic ini (karena terbakar pada malam 16 Oktober 1834) adalah Charles Barry, tapi khusus untuk Big Ben, rancangannya diserahkan kepada Augustus Pugin. Ironisnya, Big Ben merupakan karya Pugin yang terakhir sebelum menjadi gila dan meninggal.

Walaupun Big Ben merupakan salah satu atraksi utama kota London, namun interior Big Ben tidak terbuka untuk turis asing, hanya dizinkan untuk penduduk Inggris dengan pengaturan khusus melalui anggota parlemen dari wilayah masing-masing. Untuk naik menara Big Ben ini tidak ada lift, jadi harus mendaki sebanyak 334 anak tangga. Perlu juga diketahui bahwa menara Big Ben sekarang diketahui mulai agak miring ke arah barat laut (north west).

Westminster Abbey secara formal dinamakan Collegiate Church of St Peter at Westminster dan berlokasi di seberang jalan dari Gedung Parlemen. Westminster Abbey menjadi terkenal antara lain karena menjadi tempat koronasi raja dan ratu kerajaan Inggris serta tempat pelaksanaan pernikahan keluarga kerajaan. Pengukuhan (koronasi) raja dan ratu Inggris di gereja ini dimulai sejak Raja Harold tahun 1066. Hanya Raja Henry III yang awalnya koronasinya tidak dilakukan disini tetapi di Gloucester Cathedral, karena pada waktu itu London dikuasai oleh Pangeran Louis dari Perancis, tetapi kemudian prosesi koronasi dilakukan ulang di Westminster Abbey. Keluarga kerajaan yang menikah di gereja ini tidak kurang dari 16 pasangan, mulai dari Raja Henry I pada tanggal 11 November 1100 dan terakhir pernikahan Pangeran William dengan Catherine (Kate) Middleton tanggal 29 April 2011.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

????????

SONY DSC

SONY DSC

Planet Earth 72: Rural Scotland


Sesungguhnya tinggal di perdesaan tidaklah terlalu buruk, bahkan bisa sangat menyenangkan, terutama jika lansekapnya indah, masyarakatnya ramah bersahabat, akses baik untuk transportasi dan komunikasi lancar, tersedia layanan kesehatan dan sekolah untuk anak-anak, terjangkau jaringan listrik, air sungainya masih jernih dan bebas cemaran sehingga layak minum, udaranya sudah pasti lebih segara dan bebas polusi, serta ada sumber pendapatan yang memadai dari sektor pertanian (termasuk peternakan atau perikanan) atau sektor pariwisata alam.

Seperti mimpi? Memang di negara-negara berkembang kondisi tersebut masih menjadi impian. Oleh sebab itu, banyak penduduk desa yang berurbanisasi ke kota-kota besar. Akibatnya, antara lain, kota seperti Jakarta menjadi penuh sesak. Mungkin kalau pembangunan perdesaan lebih diperhatikan dan diprioritaskan, maka persoalan urbanisasi akan selesai dengan sendirinya, sehingga tidak perlu ada razia pendatang ke kota setiap habis libur lebaran atau akhir tahun.

Masyarakat kota juga banyak yang rindu suasanya perdesaan, tapi tidak mungkin tinggal lama-lama di desa, karena tidak banyak yang bisa dikerjakan di desa karena sarana-prasarana ekonomi dan sosial yang terbatas. Mungkin suatu saat –siapa tahu- perdesaan di Indonesia akan sama seperti di Scotland …

????????
Jalannya bagus, busnya bagus …

SONY DSC
Beberapa kota kecil terjangkau jaringan kereta api …

SONY DSC
Rumah-rumah tidak besar tapi sangat layak huni …

SONY DSC
Koperasi pangan masuk ke desa-desa …

SONY DSC
Sekolah untuk anak tak jauh beda dengan sekolah di kota …

SONY DSC
Alamnya masih terpelihara dan indah …

SONY DSC
Walau tak mewah, tapi ada restoran untuk bersosialisasi …

????????
Hidup sederhana kayaknya lebih mudah bahagia …

SONY DSC
Jika suasana perdesaan lebih menarik, maka tidak heran jika raja dan orang kaya bikin kastil di kawasan perdesaan …

Planet Earth 71: Amazing Landscape of Glencoe, Scotland


Glencoe merupakan salah satu lokasi wisata yang sangat popular di Skotlandia, antara lain karena lansekapnya yang sangat menakjubkan indahnya, juga karena sejarahnya, serta karena akses menuju ke lokasi ini yang relatif mudah karena berada pada jalur utama ke utara Skotlandia dari Glasgow, yakni melalui jalan A82. Pengunjung ke lokasi ini selain wisatawan umum dengan tujuan untuk menikmati keindahan alamnya, juga banyak para pendaki yang tertantang untuk memanjat tebing dan bukit batu yang banyak terdapat di kawasan ini.

Secara geologis, kawasan ini dulunya merupakan sebuah gunung berapi yang sangat besar (super volcano) yang terakhir kali meletus pada 420 juta tahun yang lalu pada perioda Silurian dan sekarang sama sekali sudah tidak aktif lagi. Lansekap yang sekarang terbentuk selain akibat letusan gunung berapi tersebut, juga akibat proses glasiasi selama zaman es 10 ribu tahun yang lalu.

Saat ini, kawasan Glencoe ini merupakan bagian dari National Scenic Area of Ben Nevis and Glencoe yang dimiliki dan dikelola oleh National Trust for Scotland (NTS). Lahan kawasan ini dibeli oleh NTS pada tahun 1930-an dengan menggunakan dana sumbangan dari Scottish Mountaineering Club (SMC) yang ternyata sebagian besar dana ini berasal dari uang pribadi Percy Unna.

Percy Unna mengajukan beberapa harapan tentang bagaimana NTS hendaknya mengelola kawasan ini, terutama terkait pengaturan akses dan pemeliharaan agar kawasan ini tetap terjaga kealamiannya. Prinsip pengelolaan kawasan ini kemudian dikenal sebagai the Unna Principles, yang sampai sekarang masih dipegang teguh oleh NTS. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika kawasan ini tetap terpelihara kealamiannya. Selain sedikit lahan pertanian (umumnya pengembalaan ternak), satu-satunya pemukiman dalam wilayah ini adalah desa Glencoe yang berada di ujung barat kawasan, berdekatan dengan Invercoe yang terletak di muara Sungai Coe ke danau Leven atau Loch Leven.

Glencoe juga menyimpan sejarah kelam di masa lalu, yang dikenal sebagai pembunuhan massal Glencoe terhadap 38 pria anggota Clan MacDonald of Glencoe oleh tamu yang telah dijamu dan menginap di rumah-rumah mereka di tiga lokasi (Invercoe, Inverrigan, dan Achnacon) secara berbarengan pada subuh tanggal 12 Februari 1692. Selain para pria itu, 40 wanita dan anak-anak juga meninggal karena rumah mereka yang dibakar saat pembunuhan massal tersebut terjadi. Pembunuhan massal ini dilatarbelakangi karena Clan MacDonald tersebut terlambat menyampaikan secara langsung sumpah setianya kepada William dan Mary sebagai monarki baru pada waktu itu.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

????????

Planet Earth 70: The Royal Mile in Edinburgh


The Royal Mile merupakan poros jalan utama yang berada di tengah kawasan kota tua Edinburgh. Jalan ini menanjak mulai dari Queen Palace atau disebut juga Palace of Holyroodhouse pada ujung yang paling rendah menanjak menuju Edinburgh Castle yang berada di atas bukit. Jalan ini secara tradisi selama sekitar 500 tahun terakhir merupakan rute prosesi raja atau ratu, oleh sebab itu dinamakan The Royal Mile.

Sepanjang jalan ini banyak terdapat dan masih terpelihara baik bangunan-bangunan bersejarah, termasuk Gladstone’s Land, Writers’ Museum, Mary King’s Close, John Knox House, dan Museum Edinburgh. Sepanjang sisi kiri dan kanan jalan ini banyak terlihat gang sempit atau tangga yang merupakan akses menuju jalan ini. Sangat mengesankan suasana kota tua. Di sisi jalan ini juga terdapat St Giles Cathedral yang berdiri kokoh dan megah dengan bagian atapnya terdapat ornament berbentuk mahkota. Katedral ini dibangun pada masa King David I tahun 1120-an. Di depan katedral terhampar plaza yang berbentuk hati.

Gedung Parlemen Skotlandia yang baru dengan gaya arsitektur modern dan unik dirancang oleh Enric Miralles, juga terdapat di sisi jalan ini pada posisi dekat dengan Queen Palace.

Saat ini the Royal Mile merupakan kawasan yang paling banyak dikunjungi turis yang berkesempatan berkunjung ke Edinburgh (merupakan ibukota Skotlandia). Lokasi ini tergolong mudah dijangkau karena stasiun kereta api Waverley dan stasiun bus Saint Andrew’s Square juga tak jauh dari sini, masih dalam jangkauan untuk berjalan kaki. Selain banyak tempat bersejarah, di sepanjang the Royal Mile banyak dijumpai restoran dan toko cinderamata khas Skotlandia. Menurut saya the Royal Mile merupakan kawasan yang wajib dikunjungi jika berkesempatan berkunjung ke Edinburgh.

Sepanjang jalan ini juga sering dijumpai orang meyajikan pertunjukan tradisional, misalnya meniup bagpipe, berpakaian tradional skotlandia, atau pertunjukan lainnya. Jika berkenan, anda dipersilahkan untuk memberi koin ke tempat yang mereka sediakan sebagai bentuk apresiasi.

SONY DSC
Queen Palace atau Palace of the Holyroodhouse

SONY DSC
Cafe di depan Queen Palace

SONY DSC
Saint Giles Cathedral

SONY DSC
The Hub

SONY DSC
Peniup Bagpipe

SONY DSC
The Scotch Whisky Experience

SONY DSC
Suasana jalan The Royal Mile

SONY DSC
Edinburgh Castle

Planet Earth 69: The Shard London – The Tallest Building in Western Europe


Gedung The Shard di London ini sempat menjadi gedung tertinggi di Benua Eropah pada saat selesai dibangun (Juli 2012), tetapi kemudian kalah tinggi dibanding Mercury City Tower di Moscow yang pada saat topped out pada tanggal 1 November 2012 telah mencapai 339 meter.

Membangun proyek raksasa hampir selalu menimbulkan kontroversi, termasuk pembangunan pencakar langit ini. Pihak yang tidak setuju khawatir bahwa kehadiran menara dengan arsitektur modern ini akan mengalahkan keindahan arsitektur bangunan-bangunan peninggalan sejarah dan budaya Inggris, termasuk dikhawatirkan akan menutupi pandangan ke arah Saint Paul’s Cathedral.

Rencana awalnya, tinggi menara ini ditargetkan 1.200 kaki terdiri dari 87 lantai dengan taksiran biaya pembangunannya mencapai £600,000,000; tetapi kemudian dirancang ulang sehingga tingginya menjadi 310 meter atau 1.016 kaki. The Shard menggunakan konstruksi yang berbeda dengan kebanyakan gedung tinggi yang menggunakan rangka baja pada bagian atas dan beton di bagian bawah, yakni dengan melakukan sebaliknya, yakni rangka baja di bagian bawah dan beton di bagian atas. Pertimbangan utamanya adalah penggunaan rangka baja pada bagian bawah agar dapat membangun ruang yang lebih luas untuk perkantoran dengan tanpa perlu banyak tiang (longer column-free spans); sedangkan penggunaan beton di bagian atas untuk hunian akan mampu mengurangi kebisingan dan agar lebih stabil ketika diterpa angin kencang.

Eksterior bangunan dilapisi dengan kaca ‘extra white’ agar mampu memantulkan cahaya dan citra langit lebih jelas dibandingkan dengan bahan lain. Efek dari penggunakan jenis kaca ini adalah pada kondisi cuaca tertentu bagian puncak menara ini memiliki warna yang sangat mirip dengan warna langit sehingga nyaris tak terlihat. Efek lainnya penampilan luar menara ini berubah-ubah sesuai perubahan iklim.

Proses perizinan membangun The Shard mulai diajukan bulan Maret 2001, tetapi pembangunannya baru dimulai pada bulan Februari 2009, antara lain karena adanya kontroversi dan persoalan pendanaan. Konstruksi selesai dikerjakan pada tahun 2012 dan dilakukan inaugurasi pada bulan Juli 2012. Pembangunan menara ini menghabiskan biaya sekitar £450,000,000.

Rancangan The Shard dilakukan oleh arsitek Renzo Piano.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

%d blogger menyukai ini: