Benyamin Lakitan

Beranda » Posts tagged 'Indonesia'

Tag Archives: Indonesia

Iklan

Landscape Ecology 11-12: Ecology of Arid Landscape


Indonesia is mostly known as an Archipelagic country or a maritime continent with tropical humid climate. However, there is part of Indonesia, i.e. East Nusa Tenggara islands, can be classified as an arid ecosystem. Annual rainfall in this area is very low with very long dry period. Natural vegetation is limited and biodiversity is much less than typical tropical humid ecosystem. This course covers definition and description of arid landscape, aridity index and its use for classification of the arid zones, types of natural vegetation commonly observed in the arid climate, agricultural activities and animal husbandry, survival mechanisms of xerophytic plants, and classification of arid landscaped based on natural vegetation.

Slides for this course can be downloaded here: landscape-ecology-11-12

Iklan

Slide 61: Menelusuri Realitas Kebutuhan Petani Menggunakan Grounded Theory dan Pengembangan Teknologi Berbasis Kebutuhan dengan Pendekatan Transdisciplinary


Pengembangan teknologi pertanian harusnya berbasis pada kebutuhan petani, sehingga akan lebih berpeluang untuk digunakan. Oleh sebab itu, sebelum kegiatan riset dan pengembangan dimulai, maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah memahami kebutuhan petani. Upaya memahami petani dan pertanian dapat menggunakan grounded theory.

Grounded theory bukan merupakan pendekatan atau metodologi baru. Giat dianjurkan oleh Glaser and Strauss di era tahun 1960-an. Grounded theory Grounded Theory merupakan metodologi kualitatif yang bersifat generik, dapat digunakan untuk berbagai disiplin ilmu atau topik riset.

Berdasarkan pemahaman ini, teknologi dikembangkan. Memperhatikan bahwa persoalan dan pertimbangan dalam pengembangan teknologi yang semakin kompleks, maka pendekatan transdisiplin merupakan pilihan yang pas.

Secara lengkap slide presentasi ini bisa dilihat dan diunduh disini: 20151008 Grounded Theory & Transdisciplinary

Slide 59: Indonesian Universities: Change Agents in ASEAN ?


Jika ingin mengambil posisi sebagai agen perubahan di wilayah ASEAN, maka ada hal-hal yang sangat mendasar yang perlu dipenuhi oleh universitas di Indonesia, yakni harus mampu menyediakan solusi yang implementable bagi berbagai persoalan yang dihadapi negara-negara di ASEAN dan mampu menyediakan pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan oleh negara-negara ASEAN untuk lebih lebih maju. Agen perubahan hanya akan efektif jika dapat memposisikan dirinya menjadi pihak yang dibutuhkan. Mampukah universitas-universitas di Indonesia secara cepat mentransformasikan dirinya menjadi institusi yang secara de facto dibutuhkan?

Merupakan suatu kehormatan bagi saya diminta untuk menyampaikan keynote speech pada event yang sangat penting dan bergengsi seperti perayaan ulang tahun ke 25 DAAD ini, yang dihadiri oleh ribuan alumni perguruan tinggi Jerman dari seluruh Indonesia.

Slide lengkap presentasi ini bisa dilihat dan diunduh Keynote 25 tahun DAAD

Sisipan 35: Kuliah Umum di Universitas Teknologi Sumbawa


Selalu sangat menyenangkan bagi saya untuk berbagi ilmu terutama jika peserta yang hadir terlihat sangat antusias. Kali ini saya menyampaikan tentang peran riset dalam mewujudkan ketahanan pangan di kampus Universitas Teknologi Sumbawa, dihadapan dosen dan mahasiswa.

Materi yang disampaikan bisa dilihat atau diunduh DISINI

BL-UTS 05a

BL-UTS 05c

BL-UTS 01

Indonesia 132: Sunrise at Tanjung Pasir, Moyo


Tanjung Pasir merupakan salah satu lokasi yang menarik di Pulau Moyo, sekaligus juga merupakan lokasi terdekat dari daratan Sumbawa. Dari kampung nelayan Ai Bari (di daratan Sumbawa) hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk mencapai Tanjung Pasir yang terletak diujung selatan Pulau Moyo. Secara visual, anda bisa melihat Pantai Tanjung Pasir ini dari Kampung Ai Bari. Sedangkan dari Kota Sumbawa Besar butuh waktu sekitar 1 jam jalan darat untuk mencapai Kampung Air Bari.

Di Tanjung Pasir ini hanya ada bangunan pos Balai Konservasi Sumber Daya Alam, tidak ada bangunan lain. Menurut info masyarakat, sebelumnya ada pihak yang membuat fasilitas akomodasi di lokasi ini tetapi sekarang sudah tidak ada lagi bekasnya.

Waktu yang paling pas untuk mengunjungi lokasi ini adalah sebelum matahari terbit, sehingga bisa menikmati momen matahari terbit (sunrise) dari pantai ini dengan silhuet Gunung Tambora.  Saat saya berada disini, ada bonus bulan yang kesiangan 🙂

Sunrise - Tanjung Pasir Moyo 1

Sunrise - Tanjung Pasir Moyo 2

Sunrise - Tanjung Pasir Moyo 3

Sunrise - Tanjung Pasir Moyo 4

Sunrise - Tanjung Pasir Moyo 5

Sisipan 33: Tenun dan Batik Sasambo, Produk Kreatif Masyarakat Kota Bima


Indonesia kaya akan ragam kain tenun, sebagian masih dirajut secara manual dengan hanya menggunakan alat tenun sederhana, atau lebih populer dikenal sebagai ATBM (alat tenun bukan mesin). Alat tenun ini umumnya dibuat sendiri oleh masyarakat dengan rangka kayu. Kain tenun yang dihasilkan oleh masing-masing daerah pada awalnya biasanya sangat spesifik corak dan warnanya, tetapi kemudian menjadi lebih beragam baik warna maupun coraknya (kadang karena dipengaruhi oleh pemintaan pasar).

Di Bima, saya melihat masih ada juga masyarakat yang menenun dengan ATBM ini. Disamping itu juga mulai dikembangkan batik khas Bima. Tenun dan batik ini dikenal sebagai tenun dan batik ‘Sasambo’. Pusat Pengembangan Industri Kreatif Tenun dan Batik Sasambo ini berlokasi di sebelah Hotel Muthmainnah Kota Bima, yang sekaligus juga menjadi pusat pemasaran tenun dan batik ini.

Untuk menyelesaikan kain tenun sepanjang 6 meter dibutuhkan waktu sekitar satu bulan. Bahan kain ini kemudian bisa dibuat menjadi kemeja atau jenis pakaian lainnya. Kemeja dengan menggunakan bahan kain tenun Bima ini pernah dipakai oleh presiden RI periode yang lalu, sehingga populer dikenal sebagai kemeja tenun dengan nama presiden yang dimaksud.

Tenun Bima 1

Tenun Bima 2

Tenun Bima 3

Tenun Bima 0

Indonesia 131: Jakarta International Marathon 2014


Lomba marathon international yang diselenggarakan di Jakarta pada hari minggu tanggal 26 Oktober 2014. Start dan finish di Silang Monas. Ada empat kategori lomba, yakni full marathon (42,195 km), half marathon, 10 km, dan 5 km. Masing-masing kategori diikuti oleh peserta lokal dan asing, pria dan wanita. Untuk peserta full marathon, kelihatan sekali dominansi pelari dari Benua Afrika.

Jakarta Marathon 01
Jakarta Marathon 02
Jakarta Marathon 03<a
Jakarta Marathon 04
Jakarta Marathon 05
Jakarta Marathon 06
Jakarta Marathon 07
Jakarta Marathon 08
Jakarta Marathon 09
Jakarta Marathon 10

%d blogger menyukai ini: